Meninggalkan motor listrik saat mudik perlu perhatian khusus, terutama pada kondisi baterai. Salah satu hal yang paling penting adalah jangan membiarkan daya baterai turun sampai nol saat kendaraan akan ditinggal beberapa hari atau beberapa minggu.
Produsen motor listrik Polytron mengingatkan, baterai sebaiknya disimpan pada level sekitar 50 persen dari kapasitas. Langkah ini dinilai membantu menjaga kesehatan baterai selama kendaraan tidak digunakan dalam waktu tertentu.
Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan motor listrik saat ini sudah didukung sistem teknologi yang memudahkan pemilik memantau kondisi kendaraan. Menurut dia, beberapa langkah sederhana sebelum bepergian bisa membuat motor tetap aman dan siap dipakai lagi setelah pemilik pulang.
“Motor listrik memiliki sistem teknologi yang memungkinkan pengguna memantau kondisi kendaraan secara lebih mudah. Dengan beberapa langkah sederhana sebelum bepergian, pengguna dapat memastikan motor tetap aman sekaligus siap digunakan kembali setelah kembali dari mudik,” ujar Ilman Fachrian Fadly.
Baterai jangan disimpan kosong
Baterai menjadi komponen kunci pada motor listrik. Karena itu, kondisi daya saat kendaraan ditinggal tidak boleh diabaikan.
Polytron menyarankan pengisian daya sekitar 50 persen sebelum motor ditinggalkan beberapa hari hingga beberapa minggu. Level ini dipilih untuk membantu menjaga kondisi baterai tetap stabil selama masa penyimpanan.
Membiarkan baterai terlalu rendah, apalagi sampai nol, berisiko membuat kendaraan sulit langsung digunakan saat pemilik kembali. Dalam praktik perawatan baterai lithium, penyimpanan dengan daya terlalu rendah juga umum dihindari karena dapat mempercepat penurunan performa bila dibiarkan lama.
Sebaliknya, mengisi sampai penuh lalu mendiamkan motor terlalu lama juga bukan pilihan ideal untuk penyimpanan. Karena itu, level menengah sering dianggap lebih aman untuk menjaga umur pakai baterai.
MCB tidak selalu perlu dimatikan
Masih ada anggapan bahwa motor listrik yang ditinggal harus dimatikan total dengan memutus MCB. Namun, untuk masa tinggal sekitar satu hingga dua minggu, langkah itu disebut tidak wajib.
Saat sistem tetap aktif, pemilik masih bisa memantau dan melacak posisi terakhir kendaraan melalui sinyal GPS di aplikasi. Fitur ini menjadi nilai tambah jika sewaktu-waktu diperlukan pengecekan dari jarak jauh.
Tips ini terutama relevan bagi motor listrik yang sudah terhubung dengan aplikasi dan sistem pemantauan bawaan pabrikan. Karena itu, pemilik tetap perlu memahami petunjuk penyimpanan sesuai buku manual masing-masing model.
Langkah penting sebelum motor ditinggal
Agar motor listrik tetap aman saat rumah ditinggal mudik, ada beberapa pemeriksaan dasar yang sebaiknya dilakukan lebih dulu. Langkah ini sederhana, tetapi berdampak langsung pada keamanan dan kesiapan kendaraan.
-
Parkir dengan standar tengah
Posisi motor menjadi lebih stabil dan aman selama tidak digunakan. -
Isi baterai sekitar 50 persen
Jangan biarkan daya turun sampai nol sebelum kendaraan ditinggal. -
Cek tekanan ban
Tekanan ban yang ideal membantu mencegah ban terlalu kempis saat motor diparkir lama. -
Gunakan kunci ganda
Tambahkan kunci cakram atau rantai pada roda depan untuk perlindungan ekstra. - Aktifkan alarm
Jika motor memakai sistem keyless, fitur alarm sebaiknya dinyalakan untuk menambah keamanan.
Keamanan fisik tetap penting
Fitur digital memang membantu, tetapi perlindungan fisik tidak boleh diabaikan. Motor yang diparkir lama tetap berisiko menjadi sasaran pencurian bila tanpa pengaman tambahan.
Penggunaan kunci ganda dan alarm menjadi lapisan keamanan awal yang mudah diterapkan. Bila memungkinkan, motor juga sebaiknya diparkir di area tertutup, cukup terang, dan tidak mudah diakses orang luar.
Tekanan ban juga sering luput dari perhatian saat kendaraan ditinggal mudik. Padahal, ban yang sudah kurang angin sebelum ditinggal bisa membuat motor kurang nyaman dan kurang aman saat pertama kali dipakai lagi.
Jika dipakai mudik, persiapan berbeda
Selain memberi tips saat motor ditinggal di rumah, Polytron juga membagikan panduan bagi pengguna yang justru ingin mudik memakai motor listrik. Fokus utamanya adalah kesiapan kendaraan, rute, dan titik pengisian daya.
Polytron menyebut pengguna bisa memanfaatkan fast charging station di beberapa showroom Polytron secara gratis. Fasilitas ini ditujukan untuk membantu pengguna motor listrik Polytron selama perjalanan.
Berikut hal yang perlu diperhatikan jika motor listrik digunakan untuk mudik:
| Langkah | Tujuan |
|---|---|
| Periksa kendaraan di service center | Memastikan motor dalam kondisi optimal |
| Isi baterai sampai penuh | Menambah kesiapan sebelum perjalanan |
| Rencanakan rute | Menghindari kehabisan daya di jalan |
| Cari lokasi SPLU atau SPKLU | Mempermudah pengisian ulang |
| Bawa kabel ekstensi bila perlu | Membantu saat pengisian di titik tertentu |
| Gunakan perlengkapan keselamatan | Menjaga keamanan pengendara |
Pengendara juga tetap wajib mematuhi rambu lalu lintas dan menghindari membawa beban berlebih. Helm berstandar SNI, jaket, dan perlengkapan keselamatan lain tetap menjadi kebutuhan utama, baik untuk perjalanan dekat maupun jauh.
Perawatan motor listrik saat mudik pada dasarnya bergantung pada dua situasi, yakni ditinggal di rumah atau dipakai bepergian. Jika motor ditinggal, fokus utamanya ada pada keamanan dan kesehatan baterai, terutama memastikan daya tidak berada di titik nol agar kendaraan tetap siap digunakan saat masa libur selesai.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com








