Pasar mobil listrik di Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir. Data GAIKINDO menunjukkan penjualan battery electric vehicle (BEV) melonjak 141 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan total wholesales mencapai 103.931 unit, angka ini meningkat drastis dari 43.188 unit di 2024. Kondisi ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mulai mengadopsi kendaraan listrik, khususnya saat musim mudik.
Untuk menunjang mobilitas jarak jauh saat mudik, kapasitas baterai mobil listrik kini semakin besar. Beberapa model EV menawarkan daya jelajah antara 500 km hingga 600 km dalam sekali pengisian. Selain itu, ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tol Trans-Jawa pun terus bertambah, mendukung kenyamanan pengemudi.
Perencanaan Pengisian Baterai yang Efektif
Sebelum melakukan perjalanan mudik dengan EV, penting melakukan persiapan pengisian baterai. Disarankan untuk mengisi baterai hingga sekitar 80 persen saja di SPKLU. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Cara ini bertujuan agar pengisian menjadi lebih cepat dan efisien, serta memberi kesempatan bagi pengguna lain bergantian memakai fasilitas tersebut.
Selain itu, mengisi baterai hingga penuh secara terus-menerus dapat mempercepat penurunan performa sel baterai. Praktik ini kurang ideal untuk kesehatan baterai jangka panjang. Penting juga untuk merencanakan rute perjalanan dengan memperhatikan lokasi SPKLU agar pengisian bisa dilakukan secara optimal dan perjalanan tetap lancar.
1. Pilih Mode Berkendara Hemat Energi
Sebagian besar mobil listrik modern menyediakan tiga mode berkendara: Eco, Normal, dan Sport. Untuk perjalanan jauh, mode Eco sangat dianjurkan. Mode ini mengatur respons pedal gas dan membatasi tenaga yang keluar agar konsumsi energi lebih efisien. Penggunaan baterai menjadi optimal sehingga jarak tempuh bisa diperpanjang.
2. Maksimalkan Sistem Regeneratif
Teknologi regenerative braking atau sistem pemulihan energi sudah banyak dipasang pada mobil listrik. Sistem ini mengubah energi kinetik yang biasanya hilang saat pengereman menjadi listrik dan mengalirkannya kembali ke baterai. Walau tambahan energi yang didapat tidak besar, fitur ini sangat membantu dalam menjaga daya tahan baterai sepanjang perjalanan mudik.
3. Kurangi Beban Berlebih
Muatan berat akan berdampak pada konsumsi energi baterai. Semakin banyak berat yang harus didorong, semakin cepat baterai terkuras. Oleh sebab itu, bawa barang seperlunya dan pastikan distribusi beban di kabin maupun bagasi merata. Cara ini juga membantu stabilitas kendaraan saat melaju di jalan.
4. Lakukan Perawatan Berkala
Meskipun perawatan mobil listrik terbilang lebih sederhana dibanding kendaraan bermesin bensin atau diesel, pemeriksaan rutin tetap diperlukan. Sistem pendingin baterai dan komponen elektronik harus dicek secara berkala untuk memastikan kinerja optimal. Perawatan yang teratur akan menjaga performa baterai dan menghindari gangguan yang dapat menghambat perjalanan mudik.
Perkembangan pasar EV di Indonesia dan peningkatan infrastruktur pengisian membuat perjalanan jauh dengan mobil listrik semakin feasibel. Dengan langkah mudah seperti pengisian baterai yang tepat, pemilihan mode berkendara, dan melakukan perawatan rutin, pengguna EV dapat memaksimalkan efisiensi baterai. Hal ini sangat berguna terutama untuk perjalanan panjang seperti mudik, untuk mendukung mobilitas yang lancar dan hemat energi.
