Leapmotor Siap Masuk Indonesia, Indomobil Bidik Semua Segmen EV dari SUV hingga MPV

Leapmotor bersiap masuk ke pasar Indonesia melalui PT Indomobil National Distributor. Rencana ini menandai langkah baru Indomobil dalam memperluas portofolio kendaraan listrik di pasar domestik.

Informasi itu disampaikan langsung oleh CEO PT Indomobil National Distributor, Tan Kim Piauw. Perusahaan menyebut kerja sama ini tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga mencakup distribusi, layanan purnajual, dan peluang perakitan lokal.

Indomobil Siapkan Jalur Distribusi dan Perakitan Lokal

Tan Kim Piauw mengatakan pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan mitra global untuk membawa Leapmotor ke Indonesia. Pernyataan itu dikutip dari laporan Antara yang juga menyoroti arah ekspansi merek asal China tersebut.

“Mobil ini rencananya akan tetap dirakit secara lokal di Indonesia. Selain itu, Indomobil National Distributor juga memiliki tanggung jawab untuk mendistribusikan kendaraan tersebut, menyediakan layanan purnajual di seluruh Indonesia, serta menjaga kualitas produk,” ujar Tan Kim Piauw.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Leapmotor tidak diposisikan sekadar sebagai merek impor. Strategi awalnya justru mengarah pada kehadiran yang lebih serius melalui basis operasional di dalam negeri.

Bagi pasar Indonesia, skema perakitan lokal menjadi poin penting. Model bisnis seperti ini biasanya memberi dampak pada efisiensi distribusi, kesiapan suku cadang, dan kecepatan pengembangan jaringan servis.

Target Pasar yang Dibidik Leapmotor di Indonesia

Indomobil menyebut Leapmotor akan menyasar banyak segmen kendaraan listrik. Rentang yang dibidik cukup luas, mulai dari segmen bawah hingga atas.

Tan Kim Piauw menjelaskan bahwa opsi model yang disiapkan mencakup SUV, sedan, dan MPV listrik. Namun, perusahaan masih mempelajari respons pasar Indonesia sebelum memutuskan model mana yang paling relevan.

“Pada 2026, segmen yang akan dibawa terdiri dari lini bawah sampai atas. Apakah SUV, sedan, atau MPV. Jadi segmen yang digarap Leapmotor sebenarnya semuanya ada,” kata Tan Kim Piauw.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Leapmotor tidak ingin masuk dengan pendekatan sempit. Merek ini tampaknya ingin menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang sangat beragam.

Di pasar lokal, SUV masih menjadi salah satu format kendaraan yang paling diminati. Namun, MPV juga tetap penting karena karakter konsumen Indonesia masih kuat pada kebutuhan mobil keluarga.

Model yang Berpeluang Masuk

Secara global, Leapmotor memiliki lini produk yang cukup beragam. Beberapa model yang sering disebut antara lain Leapmotor C10, Leapmotor C16, Leapmotor B01, dan Leapmotor T03.

Berikut model Leapmotor yang telah dikenal di pasar global:

  1. Leapmotor T03 – mobil listrik kompak untuk penggunaan perkotaan
  2. Leapmotor C10 – SUV listrik yang menyasar kelas menengah
  3. Leapmotor C16 – SUV dengan dimensi lebih besar
  4. Leapmotor B01 – sedan listrik

Belum ada kepastian model mana yang lebih dulu masuk Indonesia. Indomobil menegaskan pembahasan dengan mitra masih berjalan sehingga detail produk belum diumumkan.

“Di Indonesia kami melihat kondisi pasar dan segmen mana yang cukup kuat. Tentu kami berharap bisa ikut menggarap semua segmen karena semuanya sangat potensial,” ujar Tan Kim Piauw.

Kekuatan Teknologi Jadi Modal Utama

Leapmotor tergolong pemain muda di industri otomotif global. Perusahaan ini berdiri pada 2015 dan sejak awal fokus pada kendaraan listrik serta teknologi mobil pintar.

Salah satu nilai jual yang disorot Indomobil adalah kemampuan Leapmotor mengembangkan banyak komponen secara mandiri. Komponen itu meliputi motor listrik, baterai, smart cockpit, hingga Advanced Driver Assistance System atau ADAS.

Tan Kim Piauw menyebut sekitar 65 persen biaya pengembangan kendaraan Leapmotor berasal dari teknologi yang dikembangkan secara in-house. Angka ini menunjukkan kontrol teknis yang cukup besar di tingkat produsen.

Dalam industri kendaraan listrik, penguasaan teknologi internal sering dianggap sebagai faktor penting. Pendekatan itu dapat memberi keleluasaan pada produsen dalam mengatur efisiensi biaya, pembaruan fitur, dan integrasi perangkat lunak.

Pertumbuhan Global Jadi Sinyal Serius

Leapmotor juga datang ke Indonesia dengan catatan pertumbuhan global yang cukup kuat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan referensi, penjualan Leapmotor pada 2025 mencapai sekitar 596.555 unit.

Secara kumulatif, total produksi kendaraan perusahaan ini disebut telah menembus sekitar 1,2 juta unit. Bagi merek yang masih relatif muda, capaian itu menjadi indikator penting bahwa skala bisnisnya terus naik.

“Leapmotor dikenal sebagai salah satu perusahaan kendaraan listrik China dengan pertumbuhan paling cepat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Tan Kim Piauw.

Masuknya Leapmotor menambah daftar merek kendaraan listrik China yang melihat Indonesia sebagai pasar strategis. Dengan dukungan Indomobil, fokus pada perakitan lokal, serta target masuk ke segmen SUV, sedan, dan MPV, merek ini berpotensi menjadi pemain baru yang patut diperhatikan dalam persaingan mobil listrik nasional.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com

Berita Terkait

Back to top button