
Bentley, merek mobil mewah asal Inggris, mengubah arah strategi elektrifikasinya secara signifikan. Awalnya, perusahaan berencana meluncurkan lima model listrik penuh (EV) pada rentang tahun hingga 2035. Namun, kini hanya satu model EV yang dipastikan meluncur sebelum 2030, sementara sisanya dibatalkan. Keputusan ini membuat Bentley lebih fokus pada pengembangan mobil dengan mesin bensin dan hybrid plug-in.
Satu Model EV yang Masih Bertahan
Model EV pertama Bentley diperkirakan akan meluncur pada 2027. Mobil ini merupakan SUV listrik yang dibangun menggunakan platform Premium Platform Electric (PPE) milik Volkswagen Group. Platform ini juga digunakan untuk beberapa kendaraan mewah listrik lain di bawah naungan grup Volkswagen. Peluncuran model ini diperkirakan akan diumumkan akhir tahun ini. Sementara itu, empat model EV lain yang sebelumnya tengah dikembangkan menggunakan platform Scalable Systems Platform yang dipimpin Porsche, kini dibatalkan setelah platform tersebut dihentikan produksinya oleh Volkswagen.
Fokus pada Hybrid dan Mesin Bensin
Sebagai gantinya, Bentley memilih untuk mengutamakan kendaraan hybrid plug-in dan mesin bensin pada jajaran produknya. CEO Bentley, Frank-Steffen Walliser, menyatakan bahwa strategi ini merupakan respons terhadap perubahan pasar dan permintaan konsumen. Versi hybrid dari Continental GT dan Flying Spur dengan mesin V8 mendapatkan sambutan positif. Model ini dapat memenuhi standar emisi di masa depan tanpa mengorbankan performa, yang menjadi ciri khas Bentley.
Menurut data dari Car & Driver, Walliser menambahkan bahwa Bentley tidak akan melakukan retrofitting dengan mesin hybrid atau bensin pada kendaraan listrik yang sudah diproduksi karena hal itu tidak praktis. Sehingga, perusahaan benar-benar mengatur ulang rencana pengembangan produk ke arah yang lebih konservatif terkait elektrifikasi penuh.
Kinerja Keuangan dan Dampak Pasar
Bentley melaporkan tahun ketujuh berturut-turut dalam kondisi profit meskipun terdapat penurunan laba sebesar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh melemahnya permintaan di pasar China, yang merupakan salah satu pasar penting bagi mobil mewah. Penurunan penjualan juga tercatat sebesar 5 persen secara keseluruhan. Bentley tetap menyatakan kondisi finansial mereka masih kuat, namun perubahan pasar memaksa mereka untuk lebih selektif dalam menentukan investasi masa depan.
Selain itu, Bentley melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 275 karyawan, sebagian besar di posisi kantor dan administrasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi di tengah tantangan eksternal, termasuk pembatalan platform Porsche yang berdampak langsung pada rencana produk Bentley.
Dampak dari Strategi Grup Volkswagen
Penghentian pengembangan platform Scalable Systems oleh Grup Volkswagen menjadi faktor utama pembatalan empat model EV Bentley. Platform ini awalnya disiapkan untuk menopang beberapa kendaraan listrik mewah termasuk yang bertanda merek Bentley. Tanpa platform tersebut, opsi Bentley untuk mengembangkan EV dalam jumlah besar menjadi sangat terbatas. Dengan situasi ini, Bentley diperkirakan masih akan menuju elektrifikasi penuh suatu saat nanti, tetapi rencana itu akan tertunda hingga waktu yang belum ditentukan.
Ringkasan Perubahan Strategi Bentley
- Hanya satu model listrik (SUV) yang dipastikan meluncur sebelum 2030.
- Empat model listrik lain dibatalkan karena penghentian platform Porsche.
- Fokus utama bergeser ke kendaraan hybrid plug-in dan mesin bensin.
- Perubahan ini mengikuti permintaan pasar dan regulasi emisi yang fleksibel bagi hybrid.
- Bentley mengalami penurunan laba 42 persen, tetapi tetap menguntungkan selama tujuh tahun berturut-turut.
- Pemutusan hubungan kerja dilakukan untuk menyesuaikan struktur perusahaan dengan kondisi pasar.
- Grup Volkswagen menghentikan pengembangan platform EV yang berdampak pada Bentley.
Dengan strategi baru ini, Bentley mengadaptasi kondisi pasar yang dinamis tanpa meninggalkan ciri khas kemewahan dan performa. Perubahan yang terjadi menggambarkan bagaimana produsen otomotif mewah menyeimbangkan kebutuhan inovasi kendaraan listrik dengan realita ekonomi dan permintaan pelanggan. Model EV yang akan datang pada 2027 menjadi satu-satunya gambaran visual dari arah elektrifikasi Bentley di masa dekat, sementara pengembangan model lain akan menunggu waktu yang lebih tepat.









