Arus Mudik Mulai Menggumpal, Arah Trans-Jawa Dominan Tinggalkan Jabotabek

Arus mudik dari Jabotabek mulai menunjukkan peningkatan, terutama ke koridor Trans-Jawa. Data terbaru Jasa Marga mencatat kepadatan kendaraan yang keluar dari wilayah metropolitan itu sudah bergerak naik sejak H-10 hingga H-8 periode libur Lebaran.

Arah Timur menjadi tujuan dominan pemudik, dengan porsi terbesar mengarah ke Trans-Jawa dan Bandung. Kondisi ini mengindikasikan pergerakan mudik lebih awal mulai terbentuk, seiring masyarakat memanfaatkan waktu perjalanan sebelum puncak arus terjadi.

Arus keluar Jabotabek mulai naik

Jasa Marga mencatat total 459.570 kendaraan meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama. Angka ini dihimpun dari GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Ciawi, dan GT Cikupa pada rentang H-10 sampai H-8.

Jumlah tersebut naik 4,8 persen dibanding lalu lintas normal yang tercatat 439.342 kendaraan. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyebut arus kendaraan mulai terdistribusi ke tiga arah utama perjalanan mudik.

“Mayoritas sebanyak 201.457 kendaraan atau 43,8 persen menuju arah Timur (Trans-Jawa dan Bandung),” kata Rivan. Sisanya, 158.053 kendaraan atau 34,4 persen menuju arah Barat ke Merak, dan 100.060 kendaraan atau 21,8 persen menuju arah Selatan ke Puncak.

Trans-Jawa jadi sorotan utama

Kenaikan paling menonjol terlihat pada jalur Trans-Jawa melalui GT Cikampek Utama di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sebanyak 108.140 kendaraan tercatat melintas ke arah ini, atau melonjak 24,2 persen dibanding kondisi normal.

Angka tersebut menunjukkan minat pemudik ke jalur utama Pulau Jawa mulai meningkat lebih cepat. Jalur ini memang menjadi tulang punggung perjalanan darat menuju wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Sementara itu, arus ke arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama di Jalan Tol Cipularang mencapai 93.317 kendaraan. Meski tetap tinggi, jumlah ini justru 2,7 persen lebih rendah dibanding kondisi normal.

Perbedaan ini menunjukkan distribusi perjalanan ke arah Timur belum sepenuhnya merata. Sebagian besar kendaraan tampak lebih terkonsentrasi ke koridor Trans-Jawa dibandingkan ke jalur Bandung.

Pergerakan ke Merak dan Puncak

Di sisi lain, arah Barat menuju Merak juga mencatat kenaikan. Jasa Marga melaporkan 158.053 kendaraan keluar melalui GT Cikupa di Jalan Tol Tangerang-Merak, atau naik 6,0 persen dari lalu lintas normal.

Kenaikan ke arah Merak tetap penting dicermati karena jalur ini terhubung dengan penyeberangan menuju Sumatera. Jika tren berlanjut, potensi antrean di ruas tol dan kawasan pelabuhan bisa meningkat pada hari-hari berikutnya.

Untuk arah Selatan, arus kendaraan menuju Puncak melalui GT Ciawi tercatat 100.060 kendaraan. Jumlah ini 5,9 persen lebih rendah dibanding kondisi normal, menandakan lonjakan ke jalur wisata dan mudik selatan belum terlalu besar.

Kondisi harian mulai menguat

Pada H-8, atau 13 Maret, volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama mencapai 173.789 unit. Jumlah itu naik 7,9 persen dibanding lalu lintas normal harian sebanyak 161.064 kendaraan.

Data harian ini penting karena memberi gambaran bahwa peningkatan lalu lintas tidak hanya terlihat secara kumulatif. Arus kendaraan juga mulai terasa lebih padat dalam hitungan harian, terutama menjelang periode insentif tarif tol diberlakukan.

Rincian distribusi arus mudik dari Jabotabek

  1. Arah Timur: 201.457 kendaraan atau 43,8 persen.
  2. Arah Barat: 158.053 kendaraan atau 34,4 persen.
  3. Arah Selatan: 100.060 kendaraan atau 21,8 persen.

Rincian ini memperlihatkan bahwa hampir separuh kendaraan mengarah ke Timur. Dengan pola seperti itu, ruas Jakarta-Cikampek dan koneksi menuju Trans-Jawa berpotensi menjadi titik paling sibuk dalam fase awal mudik.

Diskon tarif tol mulai diberlakukan

Jasa Marga juga menyiapkan insentif untuk mengatur sebaran perjalanan pemudik. Diskon tarif tol sebesar 30 persen mulai berlaku pada Minggu pukul 00.00 WIB hingga Senin pukul 24.00 WIB, atau selama dua hari pada periode arus mudik.

Menurut Rivan, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik. Insentif tarif juga ditujukan untuk membantu mendistribusikan lalu lintas agar tidak menumpuk di waktu tertentu.

Bagi pengguna jalan tol, kebijakan diskon ini dapat menjadi faktor pendorong untuk berangkat lebih awal atau memilih waktu perjalanan yang lebih longgar. Langkah seperti ini lazim dipakai operator jalan tol untuk meredam lonjakan pada jam dan hari favorit pemudik.

Hal yang perlu dicermati pemudik

Pemudik yang akan melintasi Trans-Jawa perlu memperhatikan perkembangan volume kendaraan secara berkala. Kenaikan 24,2 persen di GT Cikampek Utama menunjukkan jalur utama ke Timur mulai ramai lebih cepat dari biasanya.

Beberapa hal yang patut diperhatikan antara lain:

Poin penting Keterangan
Jalur terpadat awal GT Cikampek Utama ke arah Trans-Jawa
Kenaikan tertinggi 24,2 persen dibanding normal
Insentif perjalanan Diskon tarif tol 30 persen selama dua hari
Arah dominan Timur, termasuk Trans-Jawa dan Bandung

Informasi ini dapat membantu pengguna jalan menentukan waktu berangkat dan jalur perjalanan. Dengan arus ke Timur yang sudah dominan sejak fase awal, pemantauan kondisi tol secara real time menjadi langkah penting agar perjalanan mudik tetap efisien dan terhindar dari penumpukan kendaraan di koridor utama Trans-Jawa.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version