Astra menyiapkan 1.692 teknisi di jalur mudik nasional untuk mendukung perjalanan Lebaran. Langkah ini menjadi bagian dari program Astra Siaga Lebaran yang difokuskan pada bantuan teknis, perawatan ringan, dan layanan darurat bagi pemudik kendaraan roda empat maupun roda dua.
Dukungan itu disebar di sejumlah titik strategis yang dilalui arus mudik. Astra menyatakan layanan ini ditujukan agar perjalanan masyarakat lebih aman, nyaman, dan minim gangguan teknis di tengah mobilitas jarak jauh.
Direktur Astra Thomas Junaidi Alim Wijaya mengatakan perusahaan terus berupaya memberi dukungan bagi pelanggan selama perjalanan mudik. Menurut dia, Astra menghadirkan bengkel siaga, pos istirahat, hingga bantuan darurat untuk kendaraan di jalur-jalur utama.
Jumlah teknisi yang disiagakan terdiri dari 600 teknisi mobil dan 1.092 teknisi sepeda motor Honda. Komposisi ini menunjukkan fokus layanan tidak hanya untuk pengguna mobil pribadi, tetapi juga pemudik roda dua yang masih mendominasi banyak ruas perjalanan antarkota.
Layanan untuk kendaraan roda empat
Untuk pengguna mobil, Astra mengoperasikan layanan terpadu selama periode mudik pada Maret. Layanan ini mencakup 132 bengkel siaga, 14 pos siaga, 61 armada Garda Siaga yang beroperasi selama 24 jam, serta 66 armada Emergency Roadside Assistance AstraWorld.
Astra juga menyiapkan tiga fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik untuk pemilik mobil listrik. Kehadiran fasilitas ini menandai penyesuaian layanan mudik terhadap pertumbuhan penggunaan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Di Pos Siaga Astra, pemudik mobil bisa memanfaatkan servis ringan dan konsultasi teknis kendaraan. Astra juga menyediakan makanan ringan dan minuman gratis, WiFi gratis, cek kesehatan gratis, ruang istirahat, serta fasilitas Garda Health Tech.
Skema ini dirancang agar pemudik tidak hanya memperbaiki kendaraan, tetapi juga memulihkan kondisi tubuh sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Dalam konteks keselamatan, istirahat yang cukup tetap menjadi faktor penting selain kesiapan kendaraan.
Layanan khusus pemudik sepeda motor
Untuk pengendara roda dua, Astra mengandalkan jaringan sepeda motor Honda dalam program siaga mudik. Layanan ini berlangsung pada periode terpisah dan mencakup 12 titik Posko Mudik Honda, 13 titik AHASS Siaga Plus, 150 titik AHASS Siaga, serta 240 armada Honda Care.
Pengguna motor dapat memperoleh servis ringan gratis dan konsultasi teknis. Astra juga memberikan potongan harga untuk pembelian suku cadang, aksesori, dan apparel motor di titik layanan yang berpartisipasi.
Fasilitas ruang ibadah juga disediakan untuk pemudik roda dua. Kehadiran fasilitas ini penting karena perjalanan motor umumnya membutuhkan waktu tempuh lebih panjang dan frekuensi istirahat yang lebih sering.
Thomas menyatakan layanan di jalur utama diharapkan membuat pemudik merasa lebih aman, nyaman, dan tenang. Pernyataan itu menegaskan fokus Astra pada dukungan purnajual dan respons cepat selama periode mudik yang identik dengan lonjakan volume kendaraan.
Titik layanan di jalur utama
Astra menempatkan pos siaga di sejumlah koridor mudik penting dari Sumatra hingga Bali. Beberapa lokasi yang disebut berada di Palembang, Lampung, Banten, Cikampek, Cipali, Salatiga, Situbondo, dan Tabanan.
Sebaran ini menunjukkan prioritas pada jalur dengan arus kendaraan tinggi. Koridor tersebut selama musim mudik memang kerap menjadi titik kepadatan, sehingga kebutuhan bantuan teknis dan area rehat biasanya meningkat.
Berikut ringkasan dukungan Astra di jalur mudik:
- Total teknisi disiagakan: 1.692 orang.
- Teknisi mobil: 600 orang.
- Teknisi sepeda motor Honda: 1.092 orang.
- Bengkel siaga mobil: 132 titik.
- Pos siaga mobil: 14 titik.
- Garda Siaga 24 jam: 61 armada.
- Emergency Roadside Assistance AstraWorld: 66 armada.
- SPKLU untuk mobil listrik: 3 fasilitas.
- Posko Mudik Honda: 12 titik.
- AHASS Siaga Plus: 13 titik.
- AHASS Siaga: 150 titik.
- Honda Care: 240 armada.
Dari sisi industri otomotif, layanan seperti ini juga memperlihatkan perubahan kebutuhan pemudik. Tidak hanya servis konvensional, pemudik kini membutuhkan bantuan cepat di jalan, lokasi rehat yang layak, layanan kesehatan singkat, sampai dukungan untuk kendaraan listrik.
Kehadiran ribuan teknisi di jalur nasional memberi bantalan tambahan saat volume perjalanan meningkat tajam pada musim Lebaran. Bagi pemudik, kesiapan jaringan layanan seperti bengkel siaga, pos istirahat, armada darurat, dan dukungan teknis di titik padat dapat menjadi faktor penting untuk menjaga perjalanan tetap lancar di sepanjang rute mudik utama.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com








