Mudik menjadi momen penting bagi banyak orang di Indonesia, terutama untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, bagi pemilik mobil listrik, meninggalkan kendaraan dalam waktu lama saat mudik menimbulkan tantangan tersendiri. Hal ini karena baterai mobil listrik dapat kehilangan daya meski kendaraan tidak digunakan.
Jika mobil listrik dibiarkan dalam kondisi baterai kosong, risiko kerusakan pada komponen baterai akan meningkat. Oleh sebab itu, pengelolaan baterai dan penyimpanan mobil listrik harus dilakukan dengan cara yang tepat agar kondisi kendaraan tetap optimal saat ditinggal lama.
Pilih Lokasi Parkir yang Tepat
Tempat parkir yang teduh dan aman sangat dianjurkan untuk menyimpan mobil listrik selama mudik. Paparan sinar matahari langsung dapat menyebabkan suhu baterai dan bodi mobil meningkat, sehingga menurunkan kinerja baterai serta merusak cat mobil. Oleh karena itu, parkir di garasi atau area yang terlindungi dari panas sangat efektif menjaga kondisi mobil.
Isi Daya Baterai dengan Proporsional
Jangan meninggalkan mobil listrik dengan baterai dalam keadaan penuh habis. Meskipun penurunan daya baterai saat tidak digunakan berlangsung lambat, kondisi baterai yang kosong dapat memperpendek usia baterai. Pengisian daya ideal untuk penyimpanan jangka panjang adalah antara 50 hingga 80 persen. Ini menjaga baterai tetap stabil selama mobil tidak digunakan.
Matikan Semua Sistem Elektronik
Sistem elektronik seperti lampu, AC, head unit, dan layar infotainment harus dimatikan ketika mobil disimpan. Komponen ini secara diam-diam bisa menguras baterai jika tetap menyala. Dengan mematikan semua perangkat, konsumsi daya yang tidak perlu dapat dihindari.
Lepaskan Perangkat Tambahan
Pastikan semua perangkat tambahan seperti dashcam, charger, atau aksesoris lain dicabut dari port pengisian kendaraan. Perangkat yang terhubung dapat menyebabkan baterai terisi atau terkuras secara tidak normal. Port pengisian juga harus dalam kondisi kering saat mobil tidak digunakan.
Aktifkan Mode Penyimpanan Khusus
Beberapa pabrikan mobil listrik menyediakan fitur mode penyimpanan atau long term parking. Fitur ini mengoptimalkan manajemen baterai untuk mempertahankan kondisi baterai agar tetap sehat saat mobil diparkir dalam waktu lama. Mengaktifkan mode ini sangat dianjurkan untuk menjaga performa mobil listrik.
Periksa Tekanan Ban
Tekanan ban yang kurang saat parkir lama bisa menyebabkan pelek mobil rusak atau performa berkendara menurun. Sebelum meninggalkan mobil, pastikan tekanan ban sudah sesuai standar pabrik. Untuk menghindari mobil bergeser, penggunaan tire chocks juga dapat dipertimbangkan.
Bersihkan Kabin dan Keluarkan Barang-barang
Sebelum meninggalkan mobil, kabin sebaiknya dibersihkan untuk menghilangkan kotoran yang dapat menimbulkan bau atau menarik serangga. Selain itu, keluarkan semua barang elektronik seperti power bank atau perangkat berbaterai lainnya agar tidak menimbulkan risiko kebakaran.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, mobil listrik akan lebih aman saat diparkir dalam jangka waktu lama. Pengetahuan ini sangat penting bagi pemilik mobil listrik yang berencana meninggalkan kendaraannya saat mudik. Perawatan baterai dan kendaraan secara keseluruhan tetap harus diperhatikan agar mobil listrik tetap prima ketika kembali digunakan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com