Bentley Hadirkan EV Pertama Tanpa Mesin Bensin, Tapi Nama Barnato Bawa Warisan Legendaris

Bentley tengah mempersiapkan mobil listrik pertamanya yang dikabarkan tidak akan mendapatkan transplantasi mesin pembakaran internal (ICE). Model baru ini dikembangkan eksklusif sebagai kendaraan listrik dengan platform PPE dari Audi, yang membuat modifikasi untuk memasang mesin bensin atau plug-in hybrid tidak memungkinkan secara teknis.

Mobil listrik mewah ini sering tertangkap kamera saat pengujian, namun namanya masih menjadi teka-teki. Berdasarkan berbagai indikasi dan pengajuan merek dagang terbaru, nama “Barnato” sangat mungkin menjadi julukan resmi untuk SUV urban mewah pertama Bentley tersebut. Nama ini telah lama dikaitkan dengan proyek Bentley dan menunjuk pada sosok bersejarah Woolf Barnato, seorang pembalap legendaris dan mantan pemilik Bentley yang memenangkan Le Mans tiga kali.

Penggunaan nama Barnato bukan tanpa alasan. Woolf Barnato merupakan figur penting dalam sejarah Bentley dan balap mobil kelas dunia. Selain itu, perusahaan juga pernah memberikan penghormatan kepada putri Woolf, Diana Barnato Walker, dengan meluncurkan edisi khusus Bentayga S pada tahun lalu. Diana terkenal sebagai anggota Air Transport Auxiliary selama Perang Dunia II dan dikenal sebagai “Bentley’s Flying Lady”.

Strategi Bentley dalam pengembangan kendaraan listrik ini berbeda dengan beberapa kompetitor, seperti Porsche, yang baru-baru ini mengubah arah dengan menghadirkan mesin bensin di model-model yang awalnya direncanakan listrik. CEO Bentley, Frank-Steffen Walliser, menegaskan kepada Autocar bahwa tidak ada rencana untuk mengubah platform PPE agar dapat memasang mesin pembakaran. Hal ini menunjukkan fokus Bentley pada transisi penuh ke era elektrifikasi tanpa kompromi.

Peluncuran Bentley Barnato sebagai SUV listrik diperkirakan akan menambah pilihan konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan kemewahan kelas atas. Walaupun adopsi mobil listrik masih mengalami tantangan di pasar global, Bentley optimis model ini akan menarik segmen tertentu yang menghargai perpaduan antara teknologi modern dan tradisi merek.

Selain nomenklatur dan aspek teknis, Bentley juga menyiapkan beberapa fitur khas yang mengintegrasikan kemewahan dan kenyamanan dalam mobil listrik ini. Meskipun detail spesifikasi teknis belum diumumkan secara resmi, platform PPE dari Audi dikenal mendukung performa tinggi dan efisiensi baterai yang kompetitif.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait Bentley Barnato yang perlu diketahui:

1. Dibangun di atas platform PPE yang dikhususkan untuk kendaraan listrik mewah.
2. Tidak akan diadaptasi untuk mesin pembakaran atau plug-in hybrid.
3. Penggunaan nama “Barnato” sebagai penghormatan kepada Woolf Barnato.
4. Terkait erat dengan sejarah Bentley dan tradisi balap mobil legendaris.
5. Menjadi SUV listrik mewah pertama dengan fokus pada pasar urban.

CEO Bentley juga menekankan bahwa model Bentayga berbahan bakar konvensional masih akan dipertahankan di pasar. Hal ini menunjukkan Bentley memberi ruang bagi pelanggan untuk memilih antara mesin tradisional dan elektrik sesuai kebutuhan mereka.

Dengan langkah ini, Bentley tidak hanya menunjukkan komitmennya terhadap elektrifikasi tetapi juga berusaha menjaga identitas serta nilai sejarah yang telah mengakar kuat dalam merek tersebut. Pendekatan ini dipandang sebagai strategi bisnis yang berhati-hati, mencerminkan perubahan tren otomotif global sekaligus menghormati warisan merek.

Informasi lebih lanjut terkait peluncuran resmi Bentley Barnato dan spesifikasi lengkapnya diperkirakan akan terungkap dalam beberapa bulan mendatang menjelang debut resmi di pasar. Hal ini tentunya menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan bagi penggemar otomotif mewah dan kendaraan listrik di dunia.

Source: www.carscoops.com
Exit mobile version