Pergerakan kendaraan di lima ruas tol Regional Nusantara menunjukkan kenaikan selama periode arus mudik Lebaran. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division mencatat total 1.311.659 kendaraan melintas pada periode H-10 hingga H-4.
Jumlah itu naik 2,85 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di angka 1.275.366 kendaraan. Data ini menunjukkan mobilitas masyarakat mulai meningkat lebih awal di sejumlah koridor utama luar Jawa maupun penghubung kawasan strategis.
Kenaikan volume kendaraan tersebar di lima ruas tol yang dikelola di wilayah Regional Nusantara. Ruas-ruas tersebut melayani perjalanan antarkota, akses menuju bandara, hingga jalur distribusi yang penting saat periode libur panjang.
Volume kendaraan di 5 ruas tol
Berikut rincian angka lalu lintas yang dicatat Jasa Marga:
- Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa: 586.770 kendaraan, naik 1,66 persen.
- Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi: 116.878 kendaraan, naik 10,27 persen.
- Tol Balikpapan–Samarinda: 83.158 kendaraan, naik 13,17 persen.
- Tol Manado–Bitung: 52.024 kendaraan, naik 13,06 persen.
- Tol Solo–Yogyakarta NYIA Kulon Progo segmen Kartasura–Prambanan: 111.507 kendaraan, naik 18,05 persen.
Dari lima ruas tersebut, Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa mencatat volume terbesar secara absolut. Sementara lonjakan tertinggi secara persentase terjadi di ruas Solo–Yogyakarta NYIA Kulon Progo segmen Kartasura–Prambanan.
Di ruas Belawan–Medan–Tanjung Morawa, arus keluar dan masuk Medan terlihat meningkat. Sebanyak 151.890 kendaraan meninggalkan Kota Medan melalui Gerbang Tol Amplas, atau naik 6,55 persen dari kondisi normal.
Pada saat yang sama, 138.751 kendaraan tercatat menuju Medan melalui gerbang yang sama. Angka itu lebih tinggi 2,66 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Akses bandara ikut padat
Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi juga menunjukkan peningkatan yang kuat. Total kendaraan yang melintas mencapai 116.878 unit, atau tumbuh 10,27 persen dari kondisi normal.
Pergerakan di Gerbang Tol Kualanamu memperlihatkan aktivitas menuju dan dari bandara yang sama-sama naik. Sebanyak 37.504 kendaraan masuk dari arah Bandara Internasional Kualanamu, meningkat 13,52 persen.
Adapun kendaraan yang menuju bandara melalui gerbang tersebut tercatat 40.126 unit. Jumlah itu naik 13,38 persen dibandingkan kondisi normal.
Kondisi ini mengindikasikan tingginya mobilitas penumpang dan kendaraan pendukung menuju simpul transportasi udara. Saat masa mudik, ruas yang terhubung langsung dengan bandara memang cenderung menjadi titik krusial karena melayani perjalanan darat dan udara secara bersamaan.
Di Kalimantan, Tol Balikpapan–Samarinda mencatat 83.158 kendaraan. Volume tersebut naik 13,17 persen, menandakan koridor ini tetap menjadi jalur penting bagi pergerakan orang dan logistik.
Sementara di Sulawesi, Tol Manado–Bitung dilalui 52.024 kendaraan. Angka itu tumbuh 13,06 persen dibandingkan hari normal.
Ruas dengan lonjakan tertinggi
Perhatian terbesar tertuju pada ruas Solo–Yogyakarta NYIA Kulon Progo segmen Kartasura–Prambanan. Ruas ini mencatat total 111.507 kendaraan dan menjadi yang tertinggi dari sisi kenaikan persentase, yakni 18,05 persen.
Sebanyak 53.611 kendaraan tercatat menuju Yogyakarta melalui Gerbang Tol Prambanan. Jumlah itu naik 11,01 persen dari kondisi normal.
Peningkatan di ruas ini sejalan dengan tingginya minat perjalanan ke wilayah Yogyakarta dan sekitarnya saat masa libur. Selain sebagai tujuan wisata dan mudik, koridor ini juga menjadi jalur penting yang menghubungkan kawasan Solo Raya dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Layanan darurat dipermudah
Di tengah kenaikan lalu lintas, Jasa Marga menyatakan terus memperkuat layanan kepada pengguna jalan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah transformasi call center menjadi nomor tiga digit 133.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyebut nomor tersebut dirancang agar lebih mudah diakses saat kondisi darurat. Menurut dia, pengguna jalan dapat lebih cepat menghubungi layanan bantuan ketika membutuhkan pertolongan di tol.
“Kakses nomor 133 akan mempermudah pengguna jalan yang mengalami kondisi darurat untuk segera menghubungi layanan bantuan,” ujar Rivan dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, nomor tiga digit juga lebih mudah diingat dan diharapkan membuat layanan lebih responsif.
Rivan mengatakan kemudahan akses ini penting untuk mendukung penyampaian informasi, pelaporan kejadian darurat, dan permintaan bantuan kepada petugas lapangan. Di periode pergerakan tinggi, kecepatan respons menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus kendaraan.
Data dari lima ruas tol itu memperlihatkan bahwa arus mudik telah mendorong kenaikan mobilitas di berbagai wilayah. Dengan volume yang sudah menembus 1,3 juta kendaraan sebelum puncak perjalanan, pengelola jalan tol, pengguna jalan, dan petugas lapangan akan menghadapi kebutuhan pengaturan lalu lintas yang semakin intensif di hari-hari berikutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com