
Pasar mobil listrik Kanada bersiap kedatangan gelombang baru dari Tiongkok. BYD, Chery, dan Geely menargetkan mulai menjual kendaraan penumpang di negara itu sebelum akhir 2026 setelah hambatan tarif dan perizinan mulai melonggar.
Ekspansi ini menandai langkah agresif tiga grup otomotif besar Tiongkok untuk memperluas jangkauan di Amerika Utara. Fokus mereka kini tertuju pada sertifikasi kendaraan, pembangunan jaringan diler, dan pengamanan kuota impor yang dibuka pemerintah Kanada.
Dorongan dari perubahan kebijakan dagang
Perubahan besar datang setelah kesepakatan dagang antara pemerintah Kanada dan Beijing pada pertengahan Januari. Dalam kesepakatan itu, tarif kendaraan listrik buatan Tiongkok dipangkas dari 106,1 persen menjadi 6,1 persen.
Penurunan tarif tersebut langsung mengubah prospek bisnis produsen Tiongkok di Kanada. Sebagai bagian dari timbal balik, pemerintah Tiongkok disebut bersedia menurunkan tarif impor untuk canola dan komoditas pertanian lain asal Kanada.
Kebijakan baru ini membuka ruang yang sebelumnya nyaris tertutup bagi merek Tiongkok. Bagi konsumen, efek paling nyata berpotensi muncul dalam bentuk pilihan model yang lebih banyak dan harga yang lebih kompetitif, terutama di segmen kendaraan listrik terjangkau.
Kuota impor mulai dibuka
Kementerian Luar Negeri Kanada membuka proses izin impor sejak awal Maret dengan mekanisme distribusi kuota berdasarkan prinsip siapa cepat dia dapat. Skema ini memberi sinyal bahwa produsen yang paling siap secara administratif akan lebih dulu masuk pasar.
Gelombang pertama kuota mencakup 24.500 unit hingga Agustus. Gelombang kedua dengan jumlah yang sama berlaku untuk periode September hingga Februari, sehingga total kuota tahunan mencapai 49.000 unit.
Pemerintah Kanada juga memproyeksikan kuota itu dapat meningkat menjadi 70.000 unit pada 2030. Syarat utamanya, mayoritas kendaraan yang masuk harus dijual dengan harga di bawah 35.000 dolar Kanada.
Berikut gambaran sederhana kuota kendaraan listrik Tiongkok di Kanada:
| Periode | Kuota |
|---|---|
| Hingga Agustus | 24.500 unit |
| September-Februari | 24.500 unit |
| Total tahunan | 49.000 unit |
| Target 2030 | 70.000 unit |
BYD disebut paling siap
Dari tiga nama besar itu, BYD dinilai bergerak paling cepat. Perusahaan ini sudah melaju dalam pemenuhan regulasi dan pendaftaran fasilitas manufaktur yang terkait dengan pasokan kendaraan dari Shenzhen dan Xi’an.
Model yang berpotensi dibawa juga sudah dikenal di berbagai pasar global. Lineup BYD yang disebut dalam referensi antara lain Seal, Dolphin, Atto 3, dan Seagull, yang di pasar Eropa juga dikenal sebagai Dolphin Surf.
Keunggulan lain BYD adalah jejak operasional yang sudah ada di Kanada. Perusahaan ini telah memiliki pabrik perakitan bus listrik di Ontario sejak 2019, sehingga nama BYD bukan entitas yang benar-benar baru bagi regulator maupun pelaku industri setempat.
Mengutip Jason Zhao, Direktur Pengembangan Pasar Asia di DSMA, kendaraan dari para produsen tersebut diperkirakan mulai tiba pada penghujung tahun ini. Pernyataan itu menunjukkan tahap persiapan sudah bergerak dari diskusi awal menuju eksekusi logistik dan distribusi.
Chery dan Geely memperkuat pijakan
Chery juga tampak aktif menyiapkan fondasi bisnis di Kanada. Perusahaan ini mulai merekrut tenaga profesional industri otomotif melalui LinkedIn, terutama untuk posisi teknis dan kepatuhan regulasi.
Di saat yang sama, Chery telah mengajukan sejumlah merek dagang untuk submerek seperti Exeed, iCar, Jaecoo, Luxeed, dan Omoda. Langkah ini penting karena menandakan perusahaan tidak sekadar menjajaki pasar, tetapi mulai menyiapkan identitas komersial yang akan dipakai.
Menteri Perindustrian Mélanie Joly bahkan mengonfirmasi adanya diskusi intensif dengan eksekutif Chery saat mendampingi kunjungan kenegaraan di Beijing. Keterangan itu memperkuat sinyal bahwa komunikasi antara pemerintah dan pelaku industri berjalan langsung di level tinggi.
Geely Holding juga mengonfirmasi kehadirannya lewat pendaftaran merek Zeekr di Kanada. Ini menarik karena Geely sebenarnya sudah memiliki eksposur di pasar negara itu melalui Volvo dan Polestar, tetapi kehadiran merek asal induknya baru kini terkonfirmasi secara resmi.
Zeekr sendiri dikenal sebagai merek listrik premium Geely yang diposisikan untuk menantang pemain mapan di segmen atas. Jika masuk sesuai rencana, persaingan tidak hanya terjadi di kelas kendaraan listrik terjangkau, tetapi juga di kategori premium yang selama ini didominasi merek Eropa dan Amerika Utara.
Tantangan utama tetap ada
Meski jalur dagang kian terbuka, proses homologasi masih menjadi hambatan terpenting bagi BYD, Chery, dan Geely. Hingga awal Maret, ketiga grup tersebut masih fokus menyesuaikan kendaraan dengan standar transportasi Kanada sebelum pengiriman massal dapat dilakukan.
Proses sertifikasi di Kanada bisa memakan waktu berbulan-bulan karena mencakup aspek keselamatan, emisi untuk kendaraan tertentu, perangkat lunak, hingga standar perlindungan konsumen. Tanpa penyelesaian tahap ini, kuota impor yang tersedia tidak otomatis bisa dimanfaatkan penuh.
Masuknya BYD, Chery, dan Geely juga akan diuji oleh kesiapan jaringan ritel lokal. Diskusi dengan diler Kanada menjadi elemen penting karena keberhasilan penjualan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada harga, tetapi juga layanan purnajual, suku cadang, dan kepercayaan konsumen terhadap merek baru.









