Volvo memutuskan untuk menghentikan penjualan SUV listrik paling terjangkau mereka, EX30, di Amerika Serikat setelah model tahun 2026. SUV listrik subkompak ini pertama kali diluncurkan untuk model tahun 2025 dan menambahkan varian Cross Country pada tahun berikutnya sebelum akhirnya dikeluarkan dari pasar AS dalam waktu hanya dua tahun.
Keputusan ini diumumkan oleh Volvo dan pertama kali dilaporkan oleh The Drive, kemudian dikonfirmasi langsung melalui pernyataan resmi Volvo kepada Car and Driver. Meskipun EX30 akan berhenti dijual di AS, model ini tetap akan tersedia di pasar lain secara global, termasuk Kanada dan Meksiko.
Faktor Penyebab Penghentian Volvo EX30 di Amerika Serikat
Penghentian model ini diduga kuat dipengaruhi oleh dua faktor utama: tarif impor yang membebani dan perlambatan pertumbuhan pasar kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat. Awalnya, EX30 diproduksi di Tiongkok, namun agar terhindar dari tarif impor 100 persen untuk mobil listrik asal China, Volvo mengimpor EX30 ke AS dari pabrik mereka di Ghent, Belgia.
Namun, kebijakan tarif impor yang diberlakukan pada berbagai kendaraan, termasuk tambahan pajak 25 persen untuk mobil impor yang berlaku tanpa memandang negara asal, menaikkan biaya masuk Volvo EX30. Selain itu, penghapusan kredit pajak federal untuk EV oleh pemerintahan sebelumnya juga menyebabkan penurunan pasar kendaraan listrik di AS.
Penurunan Penjualan di Tengah Pasar EV yang Melambat
Data penjualan menunjukkan dampak penghapusan insentif tersebut. Pada September, bulan terakhir kredit pajak federal masih berlaku, Volvo berhasil menjual 542 unit EX30. Namun, pada Oktober, penjualan merosot menjadi hanya 184 unit, dan sejak itu belum ada peningkatan signifikan.
Total penjualan EX30 di AS pada tahun 2025 mencapai 5.409 unit dalam tahun pertama peluncurannya, angka yang relatif rendah jika dibandingkan target dan ekspektasi pertumbuhan pasar EV yang semula optimis. Hal ini mencerminkan perlambatan trend pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat.
Spesifikasi dan Harga Volvo EX30
EX30 memang menjadi model entry-level Volvo di segmen kendaraan listrik. Model dengan satu motor dibanderol mulai dari $40.345, sedangkan varian tertingginya, Cross Country Ultra Twin Motor, memiliki harga hampir mencapai $50.000.
Dari sisi performa, versi satu motor mampu menghasilkan 268 tenaga kuda, sementara varian dual motor menghasilkan 422 tenaga kuda dengan kemampuan akselerasi dari 0 ke 60 mph dalam 3,3 detik. Untuk jarak tempuh, model satu motor memiliki estimasi jamak EPA sekitar 261 mil, sedangkan versi twin motor sedikit lebih rendah dengan estimasi 253 mil.
Langkah Volvo ke Depan untuk Pasar Amerika
Volvo memberikan batas waktu bagi dealer di AS untuk melakukan pemesanan EX30 dan EX30 Cross Country hingga tanggal 20 Maret saja. Produksi kendaraan listrik subkompak ini untuk pasar AS direncanakan akan berhenti pada akhir musim panas.
Namun, Volvo tetap berkomitmen untuk menawarkan model kendaraan listrik lainnya di AS, seperti EX40 yang merupakan versi listrik dari XC40 berbahan bakar gas, serta SUV listrik ukuran menengah tiga baris kursi, EX90. Selain itu, Volvo juga berencana meluncurkan model baru, EX60, di pasar Amerika Serikat pada akhir tahun ini.
Ringkasan Informasi penting Volvo EX30 di AS
- Volvo EX30 hadir sebagai SUV listrik subkompak dengan harga mulai $40.345.
- Model ini cuma bertahan dua tahun di pasar AS (2025–2026).
- Penarikan disebabkan oleh tarif impor dan pasar EV yang melambat.
- Penjualan menurun drastis setelah penghapusan kredit pajak federal EV.
- Produksi untuk pasar AS akan berakhir akhir musim panas ini.
- Volvo masih melanjutkan penjualan EX40, EX90, dan menghadirkan EX60.
Volvo EX30 merupakan contoh bagaimana faktor eksternal seperti kebijakan perdagangan dan perubahan regulasi dapat berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan sebuah model kendaraan listrik di pasar tertentu. Meski demikian, Volvo tetap fokus mengembangkan jajaran EV mereka dengan memperkenalkan model-model baru yang diprediksi dapat melanjutkan persaingan di pasar Amerika Serikat yang semakin ketat.
