
Changan Auto memperkenalkan teknologi hybrid terbaru bernama Blue Core Super Engine untuk mengejar pasar kendaraan global yang masih didominasi mesin pembakaran internal. Platform ini diposisikan sebagai solusi transisi bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tinggi tanpa bergantung penuh pada jaringan pengisian daya seperti mobil listrik murni.
Produsen otomotif milik negara Tiongkok itu menyebut target pasar yang dibidik mencapai 70 juta calon pembeli kendaraan bermesin konvensional di seluruh dunia. Peluncuran teknologi ini juga menjadi bagian dari dorongan ekspansi global Changan, termasuk penguatan lini produk hybrid pada tahun ini.
Fokus pada efisiensi bahan bakar
Berdasarkan laporan yang dikutip dari IT Home dan dimuat indonewstoday.com, Blue Core Super Engine diklaim mampu mencatat konsumsi bahan bakar perkotaan hingga 2,98 liter per 100 kilometer. Angka itu menempatkan platform ini sebagai salah satu teknologi hybrid yang dirancang khusus untuk menekan konsumsi bensin dalam kondisi lalu lintas padat.
Changan menyatakan sistem terbaru ini mengutamakan kerja motor listrik dibandingkan mesin bensin. Pendekatan tersebut disebut sebagai integrasi minyak dan listrik, dengan fokus pada efisiensi di kecepatan rendah yang selama ini menjadi titik lemah kendaraan berbahan bakar fosil saat terjebak macet.
Dalam praktiknya, karakter penggeraknya diarahkan agar menyerupai mobil listrik. Sistem ini dirancang menghasilkan torsi instan yang tinggi dan tingkat kebisingan rendah, dua hal yang kini semakin dicari konsumen pada kendaraan elektrifikasi.
Investasi besar dan pengembangan panjang
Untuk mengembangkan arsitektur hybrid ini, Changan menginvestasikan 2 miliar yuan atau sekitar 291,12 juta USD untuk membangun laboratorium khusus. Nilai investasi itu menunjukkan bahwa teknologi hybrid masih dianggap penting oleh pabrikan besar, terutama untuk pasar yang belum siap sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.
Perusahaan menyebut proses pengembangan Blue Core Super Engine berlangsung selama enam tahun. Dalam periode itu, sekitar 1.000 insinyur dilibatkan dan menghasilkan 163 terobosan teknis di sisi perangkat keras maupun perangkat lunak penggerak.
Blue Core sendiri bukan nama baru bagi Changan. Platform ini merupakan pengembangan lanjutan dari seri yang sudah hadir sejak 2012, lalu diperkuat oleh teknologi injeksi tekanan ultra tinggi 500 bar yang diperkenalkan pada 2024.
Uji jalan global untuk validasi daya tahan
Changan menegaskan bahwa sistem hybrid ini tidak hanya mengejar angka konsumsi bahan bakar di atas kertas. Untuk menguji ketahanan jangka panjang, teknologi tersebut telah menjalani pengujian jalan sejauh 2 juta kilometer pada 70 jenis permukaan jalan berbeda di berbagai wilayah dunia.
Pengujian itu penting karena target pasar Blue Core tidak hanya Tiongkok. Changan ingin memastikan performa platform tetap stabil dalam beragam kondisi penggunaan, mulai dari jalan perkotaan, rute jarak jauh, hingga lingkungan dengan perubahan cuaca ekstrem.
Laporan sumber menyebut musim pengujian global masih berlangsung di kawasan Pegunungan Alpen Eropa dan Asia Tenggara. Tahap ini dilakukan untuk memvalidasi kinerja sistem dalam iklim yang bervariasi, termasuk suhu rendah dan kelembapan tinggi.
Target pasar luar negeri makin jelas
Peluncuran Blue Core Super Engine menjadi bagian penting dari strategi Vast Ocean milik Changan. Strategi itu menargetkan penjualan luar negeri sebesar 750.000 unit pada 2026, sehingga teknologi hybrid baru ini berperan sebagai salah satu senjata utama untuk memperluas jangkauan pasar.
Changan juga mendapat dukungan dari pusat riset dan pengembangan di Birmingham, Inggris. Kehadiran fasilitas ini disebut berkontribusi dalam memastikan produk dan platform baru memenuhi standar internasional yang dibutuhkan untuk masuk ke berbagai negara.
Di sisi produksi, pabrik Changan di Rayong, Thailand, sedang meningkatkan kapasitas untuk model setir kanan. Langkah itu diarahkan untuk memasok pasar seperti Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Inggris.
Setelah mendirikan anak perusahaan di Munich, Jerman, perusahaan menjalankan strategi “In Europe For Europe”. Melalui pendekatan itu, model hybrid berbasis Blue Core disiapkan untuk masuk ke pasar Eropa, termasuk Norwegia dan Jerman.
Persaingan dengan BYD dan Geely
Di segmen hybrid hemat bahan bakar, Changan tidak bergerak sendiri. Blue Core Super Engine akan berhadapan dengan teknologi DM-i 5.0 milik BYD dan NordThor EM-i dari Geely, yang dalam laporan sumber disebut mengklaim efisiensi hingga 2,62 liter per 100 kilometer.
Dalam konteks itu, target 2,98 liter per 100 kilometer bisa dibaca sebagai langkah realistis sekaligus defensif. Changan berupaya menjaga daya saing model seri UNI dan CS yang menghadapi tekanan harga dan inovasi dari rival-rival domestik di pasar kendaraan elektrifikasi.
Berikut poin utama teknologi dan strategi Changan yang menonjol:
- Konsumsi bahan bakar perkotaan diklaim mencapai 2,98 liter per 100 kilometer.
- Pengembangan memakan waktu enam tahun dengan 1.000 insinyur.
- Tercipta 163 terobosan teknis pada hardware dan software penggerak.
- Uji jalan dilakukan sejauh 2 juta kilometer di 70 jenis permukaan jalan.
- Teknologi ini mendukung target penjualan luar negeri 750.000 unit pada 2026.
Changan juga memperkuat ekosistem teknologinya dengan memproduksi transmisi hybrid secara mandiri. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga seperti Aisin dan memberi ruang kontrol lebih besar atas biaya serta pengembangan produk.
Di saat yang sama, perusahaan terus mendorong diversifikasi melalui merek Deepal dan kolaborasi dengan CATL. Salah satu contohnya adalah peluncuran Nevo A06 yang disebut sebagai kendaraan penumpang berbaterai natrium ion pertama di dunia yang diproduksi massal, sementara Blue Core tetap disiapkan untuk menjangkau konsumen yang belum siap meninggalkan mesin konvensional sepenuhnya.









