
Lamborghini kini mengalihkan fokus dari rencana awal mobil listrik penuh menuju pengembangan model hybrid. Model crossover keempatnya, Lanzador, yang semula diproyeksikan sebagai EV, kini akan hadir sebagai hybrid dan direncanakan meluncur sebelum akhir dekade ini. Meski demikian, CEO Lamborghini menegaskan bahwa pintu untuk model listrik sepenuhnya belum ditutup.
Perusahaan menegaskan pada pengumuman laporan keuangan terbaru bahwa peluncuran model hybrid keempat merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menciptakan nilai berkelanjutan tanpa mengesampingkan pengembangan mobil listrik. Pernyataan resmi tersebut mengindikasikan bahwa rencana EV tetap ada, namun pelaksanaannya masih butuh waktu lebih lama.
Tantangan Pasar EV di Segmen Mewah
CEO Lamborghini, Stephen Winkelmann, menyampaikan bahwa resistensi terhadap kendaraan listrik di segmen supercar semakin meningkat. "Banyak pelanggan telah mencoba EV, tetapi pengalaman mereka belum memenuhi ekspektasi," ujarnya dalam wawancara bersama Reuters. Pernyataan ini mencerminkan kondisi pasar di mana konsumen supercar cenderung mengutamakan pengalaman berkendara dengan mesin konvensional yang khas.
Lamborghini tetap berinvestasi dan mengembangkan teknologi EV sebagai persiapan menghadapi saat pasar mewah siap menyerap kendaraan listrik dalam jumlah besar. Namun, Winkelmann menganggap bahwa tren elektrik saat ini masih sebagai "hobi mahal" dan belum menjadi kebutuhan utama di segmen performa tinggi.
Perluasan Lineup Mesin V8 dan V12
Sementara pengembangan EV ditunda, Lamborghini memprioritaskan perluasan model dengan mesin internal combustion. Varian baru dari seri Revuelto dan Urus menjadi fokus utama. Lamborghini telah mengumumkan bakal meluncurkan beberapa model baru pada tahun 2026 di ajang bergengsi seperti Goodwood dan Monterey Car Week.
Di antaranya adalah kemungkinan besar hadirnya Revuelto Roadster, sebuah versi tanpa atap dari flagship V12 hybrid yang sudah cukup lama mengaspal. Selain itu, versi Revuelto yang lebih bertenaga dan fokus pada pengalaman berkendara pun diperkirakan bakal menyusul, lengkap dengan opsi Roadster.
Untuk SUV Urus berbasis mesin V8, Lamborghini juga tengah menyiapkan versi plug-in hybrid Performante dengan peningkatan tenaga dan kemampuan handling. Pengujian model Performante PHEV sudah terlihat di jalan raya, menandakan peluncuran sudah semakin dekat. Versi lebih agresif dari model Temerarario juga diprediksi melengkapi jajaran.
Kinerja Bisnis dan Keuangan yang Solid
Bisnis Lamborghini saat ini mengalami momentum positif. Perusahaan mencatatkan rekor penjualan dengan 10.747 unit terdistribusi pada tahun lalu, melanjutkan tren tiga tahun berturut-turut di atas 10.000 unit. Pendapatan Lamborghini melonjak mencapai €3,20 miliar, naik sekitar 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba operasional perusahaan juga masih kokoh di angka €768 juta dengan margin 24 persen, meskipun menghadapi tantangan berupa fluktuasi nilai tukar, tarif bea masuk, dan penyesuaian strategi menuju elektrifikasi. Pergeseran model Lanzador dari EV ke hybrid juga menimbulkan biaya tambahan yang mampu dikelola dengan baik.
Prospek EV di Lamborghini
Meskipun model listrik penuh belum akan dirilis dalam waktu dekat, ini bukan berarti Lamborghini meninggalkan teknologi tersebut. Perusahaan akan terus memantau perkembangan kebutuhan dan kesiapan pasar supercar untuk kendaraan ramah lingkungan. Perusahaan lebih memilih mengutamakan pengalaman khas mesin V8 dan V12 yang menjadi ciri khas dan daya tarik utama merek.
Rencana jangka panjang tetap membuka ruang bagi EV, namun dengan pendekatan bertahap dan terukur. Artinya, duet mesin pembakaran dan elektrik dalam format hybrid menjadi pengantar menuju era elektrik di masa depan. Sementara itu, penggemar Lamborghini dapat menantikan model-model baru yang mengedepankan performa tinggi dan sensasi berkendara yang autentik.
Dengan prioritas pada perluasan lineup hybrid V8 dan V12, Lamborghini menegaskan posisinya di segmen supercar mewah. Peralihan teknologi dari EV ke hybrid menjadi strategi adaptasi dengan preferensi pasar saat ini. Sementara itu, pengembangan mobil listrik sesungguhnya tetap dijajaki, menanti momentum yang tepat bagi mobilitas super mewah berkelanjutan di masa depan.
Source: www.carscoops.com








