Jangan Pinjamkan e-Toll saat Mudik, Salah Tap Bisa Kena Denda 2 Kali Lipat!

Saat mudik, kartu e-Toll sebaiknya tidak dipinjamkan ke pengendara lain. Kebiasaan yang terlihat sepele ini bisa memicu masalah saat transaksi tol, terutama di ruas yang memakai sistem tertutup.

Risikonya bukan hanya perjalanan terhambat di gerbang keluar. Pengguna juga bisa terkena denda besar jika kartu yang dipakai saat masuk tidak sama dengan kartu saat keluar.

Badan Pengatur Jalan Tol menjelaskan, cara kerja transaksi tol berbeda antara sistem terbuka dan sistem tertutup. Perbedaan ini penting dipahami karena menjadi alasan utama mengapa satu kartu e-Toll tidak boleh dipakai bergantian oleh beberapa kendaraan dalam kondisi tertentu.

Pada arus mudik, volume kendaraan meningkat dan transaksi di gardu tol harus berlangsung cepat. Karena itu, kesalahan penggunaan kartu elektronik sangat mudah menimbulkan antrean dan memperlambat laju kendaraan lain di belakangnya.

Pahami beda sistem transaksi tol

Pada sistem transaksi terbuka, pengendara cukup melakukan tap kartu saat masuk di gerbang tol. Setelah transaksi berhasil, palang terbuka dan kendaraan bisa melanjutkan perjalanan tanpa perlu tap lagi di pintu keluar pada ruas yang menerapkan skema ini.

Dalam sistem seperti ini, penggunaan kartu yang berbeda tidak selalu menimbulkan persoalan yang sama seperti di tol tertutup. Namun, kondisi tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk membiasakan saling pinjam kartu e-Toll saat perjalanan jarak jauh.

Berbeda dengan itu, sistem transaksi tertutup mewajibkan pengendara menempelkan kartu saat masuk dan saat keluar. Sistem akan membaca asal gerbang masuk untuk menghitung tarif akhir sesuai jarak tempuh kendaraan.

Di ruas seperti ini, kartu yang dipakai saat keluar harus sama dengan kartu yang dipakai saat masuk. Jika tidak sesuai, data perjalanan tidak terbaca dengan benar dan kendaraan bisa dianggap tidak dapat menunjukkan bukti masuk yang sah.

BPJT menyarankan pengguna jalan tol memakai kartu e-Toll pribadi atau setidaknya kartu yang sama dari awal hingga akhir perjalanan. Saldo juga harus dipastikan cukup agar transaksi tidak gagal di gerbang.

Kenapa meminjamkan e-Toll berbahaya

Masalah paling sering muncul ketika satu kartu dipakai untuk lebih dari satu mobil yang masuk ke ruas tol tertutup pada waktu berdekatan. Saat salah satu kendaraan keluar, sistem bisa mendeteksi ketidaksesuaian data transaksi.

Akibatnya, petugas tidak bisa mencocokkan catatan gerbang masuk dengan kartu yang ditempelkan. Situasi ini berpotensi dianggap sebagai pelanggaran transaksi dan pengguna dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Selain berisiko didenda, pengendara juga bisa tertahan lebih lama di gardu tol. Pada musim mudik, keterlambatan beberapa menit saja dapat memicu antrean panjang karena volume kendaraan sedang tinggi.

Kondisi ini merugikan banyak pihak, bukan hanya pengguna yang salah kartu. Kelancaran arus kendaraan di gerbang tol juga ikut terganggu.

Dasar aturan dan ancaman denda

Sanksi untuk kesalahan bukti masuk diatur dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 Tahun 2005 Pasal 86 tentang hak dan kewajiban pengguna tol. Aturan ini menyebut pengguna tol di sistem tertutup dapat dikenai pembayaran dua kali lipat dari tarif tol terjauh jika terjadi pelanggaran tertentu.

Pelanggaran itu mencakup beberapa kondisi yang sering dianggap sepele. Padahal, dampaknya bisa langsung terasa pada biaya perjalanan yang membengkak.

Berikut kondisi yang dapat memicu sanksi:

  1. Tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk jalan tol saat membayar tol.
  2. Menunjukkan bukti tanda masuk yang rusak saat membayar tol.
  3. Tidak dapat menunjukkan bukti tanda masuk yang benar atau sesuai dengan arah perjalanan.

Jika tarif tol terjauh di sebuah ruas mencapai sekitar Rp 400 ribuan, denda bisa menjadi dua kali lipatnya. Artinya, pengendara dapat membayar hingga sekitar Rp 800 ribuan hanya karena kartu yang digunakan tidak sesuai.

Angka itu menunjukkan bahwa meminjamkan kartu e-Toll bukan tindakan hemat. Sebaliknya, langkah tersebut justru bisa menambah pengeluaran secara signifikan.

Tips aman memakai e-Toll saat mudik

Agar perjalanan lebih lancar, pengguna tol perlu menyiapkan kartu sejak sebelum berangkat. Disiplin kecil ini penting untuk menghindari kendala di tengah perjalanan.

Berikut langkah yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan satu kartu e-Toll untuk satu kendaraan selama perjalanan.
  2. Pastikan kartu yang dipakai saat masuk disimpan dan digunakan lagi saat keluar.
  3. Cek saldo sebelum masuk tol dan siapkan cadangan saldo bila perlu.
  4. Jangan menukar kartu dengan pengendara lain, termasuk kerabat yang beriringan.
  5. Simpan kartu di tempat yang mudah dijangkau agar tidak terburu-buru saat tap.

Bagi rombongan mudik yang bepergian dengan beberapa mobil, setiap kendaraan sebaiknya membawa kartu masing-masing. Langkah ini paling aman untuk menghindari salah tap, kartu tertukar, atau data transaksi yang tidak cocok saat keluar gerbang.

Kedisiplinan menggunakan kartu e-Toll yang sama dari gerbang masuk hingga keluar menjadi hal penting selama mudik. Dengan cara itu, transaksi lebih lancar, antrean di gardu bisa ditekan, dan risiko denda besar akibat salah penggunaan kartu dapat dihindari.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com

Berita Terkait

Back to top button