Test Ride Sprinto ke Bogor 67 Km Boncengan, Fast Charging 30 Menit Jadi Kunci

Motor listrik Sprinto milik Indomobil kembali menarik perhatian setelah diuji menempuh rute Ciledug, Tangerang menuju Bogor sejauh 67 kilometer. Uji jalan ini dilakukan dalam kondisi berboncengan, sehingga menjadi gambaran nyata untuk pemakaian harian di jalan perkotaan hingga jalur antarkota pendek.

Perjalanan dimulai dengan baterai terisi penuh 100 persen dan membawa total beban sekitar 120 kilogram. Skenario ini penting karena menunjukkan bagaimana konsumsi daya berubah saat motor dipakai dua orang di kondisi lalu lintas yang beragam, dari kemacetan hingga jalan lebih lengang.

Uji Jarak 67 Km dengan Beban Boncengan

Data perjalanan menunjukkan penurunan baterai yang cukup terasa pada awal rute. Dalam 8 kilometer pertama, kapasitas baterai turun dari 100 persen menjadi 91 persen.

Setelah menempuh 24 kilometer, sisa baterai tercatat 68 persen. Angka ini memperlihatkan bahwa bobot penumpang dan karakter jalan memberi pengaruh langsung pada efisiensi energi motor listrik.

Pengujian ini juga menyoroti bahwa performa Sprinto tidak hanya diukur dari klaim di atas kertas. Hasil di lapangan justru menjadi acuan penting bagi calon pengguna yang ingin mengetahui daya jelajah aktual saat motor dipakai berboncengan.

Mode Berkendara Ikut Menentukan

Di tengah perjalanan, pengendara mencoba beberapa mode berkendara yang tersedia. Fitur ini menjadi elemen penting karena dapat memengaruhi kenyamanan, respons tenaga, dan pemakaian baterai sesuai kebutuhan kondisi jalan.

Pada rute padat, mode berkendara yang tepat bisa membantu menjaga efisiensi. Sementara di jalur yang lebih terbuka, pengendara dapat mengatur karakter motor agar tetap nyaman tanpa mengorbankan terlalu banyak daya.

Fast Charging 30 Menit Jadi Sorotan

Salah satu poin yang paling menonjol dari Sprinto adalah dukungan fast charging. Dalam artikel referensi disebutkan fitur ini menjadi keunggulan utama karena waktu pengisian hanya sekitar 30 menit.

Bagi pengguna motor listrik, waktu isi ulang sering menjadi pertimbangan besar sebelum membeli. Karena itu, kemampuan mengisi daya dengan cepat bisa menjadi nilai lebih, terutama untuk mobilitas harian yang menuntut ritme penggunaan tinggi.

Secara praktis, fitur fast charging memberi fleksibilitas lebih saat baterai mulai menipis di tengah aktivitas. Pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Catatan Penting dari Hasil Test Ride

Beberapa poin utama dari uji jalan Sprinto dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Jarak tempuh pengujian mencapai 67 kilometer.
  2. Motor digunakan berboncengan dengan total bobot sekitar 120 kilogram.
  3. Baterai berangkat dari kondisi 100 persen.
  4. Pada 8 kilometer pertama, baterai turun ke 91 persen.
  5. Pada jarak 24 kilometer, baterai tersisa 68 persen.
  6. Fitur fast charging diklaim hanya membutuhkan sekitar 30 menit.

Hasil test ride ini memberi gambaran bahwa Sprinto tidak hanya menawarkan kendaraan listrik untuk penggunaan ringan jarak dekat. Dengan pengujian nyata sejauh 67 kilometer dalam kondisi boncengan dan lalu lintas campuran, perhatian publik kini tertuju pada kombinasi daya jelajah dan fast charging yang dinilai paling relevan untuk kebutuhan mobilitas harian.

Exit mobile version