BMW Tarik Kembali 147 Ribu Mobil Impor di China, Risiko Kebakaran Mengancam Seri 7 dan SUV Premium

BMW China menarik kembali sebanyak 147.830 kendaraan impor akibat risiko kebakaran yang disebabkan kerusakan motor starter. Penarikan ini merupakan bagian dari kampanye recall global yang mencakup sekitar 575.000 unit kendaraan.

Recall ini mencakup model BMW produksi Juli 2020 hingga Desember 2022. Kerusakan terjadi akibat keausan abnormal pada motor starter yang bisa menyebabkan korsleting dan potensi kebakaran. Menurut laporan dari Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR), kerusakan motor starter ini dapat memicu panas berlebih di ruang mesin.

Penyebab dan Dampak Recall

Evaluasi teknis menunjukkan motor starter mengalami degradasi akibat siklus pengapian berulang. Kondisi ini meningkatkan resistansi internal sehingga bisa memicu korsleting listrik. Jika panas berlebih terjadi secara ekstrem, risiko kebakaran pada kendaraan menjadi sangat tinggi.

Untuk memperbaiki masalah, BMW akan mengganti unit motor starter yang terdampak. Komponen pengganti memiliki desain yang diperkuat untuk menahan lonjakan beban listrik, terutama dalam kondisi mesin pembakaran internal (ICE) bertegangan tinggi saat proses start dingin.

Model dan Jumlah Kendaraan Terdampak

Penarikan berlaku untuk model BMW Seri 7, X4, X5, dan X6 yang diimpor ke China. Total kendaraan yang ditarik kembali mencapai 147.830 unit, sekitar 30 persen dari total impor BMW periode produksi tersebut. Angka ini cukup signifikan bagi pasar mobil premium di China.

Dinamika Pasar Otomotif Premium di China

Recall terjadi di tengah persaingan ketat kendaraan mewah di pasar China yang sedang melambat. Penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) pada segmen mewah menurun sekitar 12,5 persen. Konsumen kini lebih tertarik pada model premium lokal.

Model ultra-mewah dari merek domestik seperti Maextro S800 dan Aito M9 naik pesat. Maextro S800 bahkan berhasil mengungguli penjualan gabungan BMW Seri 7 dan Mercedes-Maybach S-Class pada Januari 2026. Perubahan ini semakin menekan posisi BMW dalam segmentasi ultra-mewah.

Strategi BMW Menyikapi Tantangan

BMW merespons tekanan pasar dengan memangkas harga hingga 24 persen pada lebih dari 30 model kendaraan. Langkah ini diambil untuk mempertahankan daya saing di tengah agresifnya produsen otomotif lokal China.

Selain penyesuaian harga, BMW sedang mempersiapkan transisi ke platform Neue Klasse yang dijadwalkan meluncur pada akhir 2026. Platform baru ini akan mengusung sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) yang dikembangkan di China, guna memperkuat inovasi dan relevansi merek di pasar lokal.

Rekomendasi bagi Pemilik Kendaraan

  1. Pemilik BMW Seri 7, X4, X5, dan X6 produksi 2020–2022 di China disarankan segera melakukan pengecekan di bengkel resmi.
  2. Penggantian motor starter gratis akan dilakukan untuk mencegah kejadian kebakaran dan memastikan keselamatan berkendara.
  3. Pemilik disarankan memantau pemberitahuan resmi BMW dan mengikuti jadwal recall untuk penggantian unit.

Penarikan kembali ini menjadi bukti pentingnya pengawasan terhadap keamanan kendaraan di pasar otomotif global. BMW terus berupaya memperbaiki kualitas produk sekaligus menjaga kepercayaan konsumen di tengah perubahan pesat di industri otomotif China.

Berita Terkait

Back to top button