GPX DX1 dan Yamaha QBIX adalah dua pilihan skutik 125cc yang cukup menarik perhatian di pasar Thailand. Keduanya menawarkan desain yang unik serta fitur yang disesuaikan untuk kebutuhan pengguna perkotaan. Namun, ada perbedaan signifikan pada harga dan pendekatan desain yang membuat keduanya sulit dibandingkan secara langsung.
Desain dan Karakter
GPX DX1 tampil dengan gaya yang sederhana namun fungsional. Bentuknya mengikuti tren skutik urban yang compact, membuatnya mudah dikendarai di jalan sempit. Yamaha QBIX memiliki desain kotak yang terbilang futuristik dan unik, menonjolkan aura modern yang berbeda dari skutik kebanyakan. QBIX juga tampil lebih ringan dengan bobot 108 kg, dibandingkan DX1 yang berbobot 120 kg.
Mesin dan Performa
Kedua motor menggunakan mesin 1 silinder 125cc dengan sistem injeksi bahan bakar. GPX DX1 mengandalkan mesin 124,8 cc yang sudah dilengkapi sistem injeksi GPX-Fi dan pendingin udara. Mesin ini dirancang untuk perjalanan lancar di perkotaan dengan konsumsi bahan bakar yang efektif. Sementara Yamaha QBIX memakai mesin SOHC 2-klep 125 cc dengan tenaga sekitar 11 hp pada 8.500 rpm dan torsi 10,3 Nm pada 6.500 rpm, memberikan respons mesin yang cukup gesit dalam penggunaan harian.
Sistem Suspensi dan Rem
Keduanya menggunakan rangka underbone dan suspensi depan teleskopik. Suspensi belakang DX1 bisa diatur preload-nya, memberikan sedikit kelebihan dalam penyesuaian kenyamanan berkendara. Yamaha QBIX menawarkan varian dengan sistem pengereman ABS di cakram depan, memberikan keamanan ekstra terutama saat berkendara di kondisi jalan yang licin. GPX DX1 menggunakan sistem pengereman CBS dengan cakram depan yang cukup aman bagi pengendara pemula.
Fitur dan Kepraktisan
Fitur bawaan GPX DX1 meliputi smart key system dengan remote, lampu LED, parking brake lever, dan ruang bagasi bawah jok berkapasitas sekitar 20 liter. Fitur ini sudah sangat memadai untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Yamaha QBIX hadir dengan fitur yang lebih modern, seperti soket pengisi daya ponsel dan ruang bagasi bawah jok yang sedikit lebih luas, mencapai 22,5 liter. Desain bodinya yang kompak juga mempermudah manuver di area parkir yang padat.
Harga dan Pasar
Harga GPX DX1 di pasar Thailand dibanderol sekitar 54.500 Baht, setara dengan Rp 28,5 jutaan. Harga tersebut sangat kompetitif mengingat fitur dan performa yang dibawa. Sedangkan Yamaha QBIX dipatok sekitar 63.300 Baht atau Rp 33,1 jutaan, sedikit lebih mahal karena fitur tambahan dan desain yang lebih futuristik. Perbedaan harga ini mencerminkan segmen konsumen yang memang berbeda dan kebutuhan yang variatif.
Berikut adalah perbandingan singkat antara GPX DX1 dan Yamaha QBIX berdasarkan aspek utama:
| Aspek | GPX DX1 | Yamaha QBIX |
|---|---|---|
| Segmen | Skutik urban 125cc | Skutik urban futuristik 125cc |
| Mesin | 124,8 cc injeksi, 1 silinder | 125 cc SOHC 2-klep injeksi |
| Tenaga | – | 11 hp @ 8.500 rpm |
| Suspensi Belakang | Single shock (adjustable preload) | Single shock |
| Sistem Rem | Cakram depan, CBS | Cakram depan dengan opsi ABS |
| Bobot | 120 kg | 108 kg |
| Ground Clearance | 110 mm | 135 mm |
| Kapasitas Bagasi | 20 liter | 22,5 liter |
| Pencahayaan | LED | LED |
| Fitur Tambahan | Smart key, parking brake lever | Charging socket, desain futuristik |
| Harga (Thailand) | 54.500 Baht (± Rp 28,5 juta) | 63.300 Baht (± Rp 33,1 juta) |
Perbandingan ini memberi gambaran jelas bagi konsumen yang mencari skutik 125cc dengan karakter berbeda. GPX DX1 lebih ditujukan untuk pengguna yang mengutamakan harga terjangkau dan desain sederhana. Sementara Yamaha QBIX cocok untuk yang menginginkan teknologi lebih, fitur lengkap, dan tampilan futuristik. Pilihan tergantung pada prioritas penggunaan serta gaya hidup pengendara urban.
Source: ridertua.com