Jelang Arus Mudik, Jasamarga Siagakan 574 Personel dan Armada di Tol Trans Jawa

PT Jasamarga Transjawa Tol meningkatkan kesiapan personel dan armada layanan di seluruh ruas Jalan Tol Trans Jawa untuk menghadapi arus mudik Idulfitri. Langkah ini dilakukan agar operasional jalan tol tetap optimal saat volume kendaraan diperkirakan meningkat tajam.

Perusahaan menyiagakan 574 personel on call yang tersebar di berbagai ruas tol Trans Jawa. Personel ini disiapkan untuk merespons kondisi darurat, gangguan lalu lintas, hingga mendukung kelancaran rekayasa arus kendaraan di lapangan.

Vice President Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyatakan kesiapan petugas menjadi faktor penting dalam menjaga layanan jalan tol selama periode mudik. Menurut dia, lonjakan lalu lintas menuntut respons cepat agar potensi kepadatan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

“PT Jasamarga Transjawa Tol menyiagakan sebanyak 574 personel on call yang tersebar di seluruh ruas Jalan Tol Trans Jawa. Personel tersebut siap dikerahkan sewaktu-waktu untuk menangani berbagai kondisi darurat maupun potensi gangguan lalu lintas,” kata Ria Marlinda Paallo seperti dikutip dari artikel rujukan.

Fokus pada personel dan armada layanan

Selain menambah kesiapan personel, JTT memperkuat dukungan operasional melalui armada layanan jalan tol. Armada yang disiagakan mencakup kendaraan derek, kendaraan patroli jalan raya, dan unit rescue untuk penanganan cepat di titik-titik strategis.

Penempatan armada di lokasi strategis menjadi kunci dalam memperpendek waktu respons. Skema ini umum dipakai operator jalan tol karena gangguan kecil seperti kendaraan mogok atau kecelakaan ringan dapat memicu antrean panjang bila tidak segera ditangani.

JTT juga menegaskan bahwa seluruh personel operasional disiapkan untuk mendukung penerapan rekayasa lalu lintas. Dukungan ini penting karena saat arus mudik, pola perjalanan cenderung terkonsentrasi pada jam dan hari tertentu.

“Melalui kesiapan personel serta dukungan sarana operasional yang memadai, JTT berkomitmen menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan,” ujar Ria. Pernyataan itu menegaskan bahwa fokus perusahaan tidak hanya pada kelancaran arus, tetapi juga pada aspek keselamatan pengguna jalan.

Koordinasi lintas instansi diperkuat

Kesiapan operator tol tidak berdiri sendiri karena pengaturan arus mudik melibatkan banyak pihak. JTT menyebut koordinasi dilakukan secara intensif dengan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam pengelolaan lalu lintas.

Koordinasi lintas instansi biasanya dibutuhkan untuk pengambilan keputusan cepat di lapangan. Contohnya mencakup pengaturan buka-tutup akses tertentu, pengalihan arus sementara, hingga penerapan rekayasa lalu lintas bila kepadatan meningkat.

Di ruas dengan mobilitas tinggi, kecepatan komunikasi antarlembaga sangat menentukan hasil penanganan. Karena itu, keberadaan personel on call dan armada yang siap bergerak menjadi pelengkap dari sistem komando lalu lintas yang lebih besar.

Imbauan penting untuk pemudik

Di sisi lain, JTT mengingatkan bahwa kelancaran mudik juga bergantung pada kesiapan pengguna jalan. Perusahaan meminta pemudik memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum masuk jalan tol.

Pemeriksaan sederhana seperti kondisi ban, rem, lampu, air radiator, dan bahan bakar penting dilakukan sejak awal perjalanan. Kendaraan yang tidak fit menjadi salah satu penyebab gangguan di tol, terutama saat menempuh rute jarak jauh dengan waktu tempuh panjang.

JTT juga mengimbau pengguna menyiapkan kecukupan saldo uang elektronik. Langkah ini terlihat sederhana, tetapi sangat berpengaruh untuk mencegah hambatan transaksi di gerbang tol yang dapat menambah antrean.

Pemudik diminta tetap mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap batas kecepatan, marka, dan instruksi rekayasa arus menjadi bagian penting dari upaya menjaga perjalanan tetap aman.

Saluran informasi yang disiapkan

Untuk memantau kondisi perjalanan secara real time, pengguna jalan dapat memanfaatkan aplikasi Travoy. Aplikasi ini biasa digunakan untuk memperoleh informasi lalu lintas, lokasi rest area, tarif tol, hingga titik layanan penting di jaringan jalan tol Jasa Marga.

Selain itu, Jasa Marga juga menyediakan One Call Center 24 jam di nomor 133. Kanal ini penting bagi pengguna jalan yang membutuhkan informasi cepat atau bantuan saat menghadapi kendala selama perjalanan.

Berikut poin kesiapan dan imbauan yang disampaikan JTT:

  1. Menyiagakan 574 personel on call di ruas Tol Trans Jawa.
  2. Menempatkan armada derek, patroli, dan rescue di titik strategis.
  3. Memperkuat koordinasi dengan Kepolisian dan Kementerian Perhubungan.
  4. Mengimbau pengguna memastikan kendaraan dalam kondisi prima.
  5. Meminta pemudik menyiapkan saldo uang elektronik yang cukup.
  6. Menyarankan pengguna memantau informasi lewat Travoy dan Call Center 133.

Dengan skema ini, JTT berupaya menjaga jalan tol tetap responsif terhadap lonjakan arus mudik dan berbagai potensi gangguan di lapangan. Kesiapan personel, armada, dan sistem informasi menjadi fondasi penting agar perjalanan pemudik di Tol Trans Jawa berlangsung lebih tertib, aman, dan lancar.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com

Berita Terkait

Back to top button