Tesla Model Y Tembus 4 Juta Unit, Tiga Tahun Memimpin Mobil Penumpang Terlaris Dunia

Tesla Model Y menembus tonggak baru di pasar otomotif global. Mobil listrik ini telah terjual lebih dari 4 juta unit dan disebut sebagai mobil penumpang terlaris di dunia selama tiga tahun berturut-turut.

Capaian itu penting karena Model Y tidak hanya memimpin segmen kendaraan listrik. Model ini juga mengungguli banyak mobil penumpang bermesin bensin, hybrid, dan elektrifikasi lain di pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Tesla dan dikutip ArenaEV, lalu dimuat kembali oleh Liputan6. Data itu menegaskan bahwa Model Y masih menjadi produk paling menentukan dalam portofolio penjualan Tesla.

Sejak diluncurkan, Tesla Model Y berkembang menjadi tulang punggung bisnis perusahaan. SUV listrik ini berperan besar dalam menjaga volume pengiriman Tesla di berbagai kawasan.

Peran Model Y di Tengah Kinerja Tesla

Tesla memang masih mencetak volume distribusi besar secara global. Sepanjang 2025, perusahaan memproduksi 1.654.667 kendaraan dan mengirimkan 1.636.129 unit ke konsumen.

Dalam total tersebut, kontribusi Model Y disebut sangat dominan. Hal ini menunjukkan bahwa satu model mampu menopang sebagian besar performa komersial Tesla di tengah tekanan pasar yang makin keras.

Kondisi itu juga memberi gambaran berimbang soal posisi Tesla saat ini. Di satu sisi, penjualan perusahaan secara keseluruhan mengalami penurunan, tetapi di sisi lain Model Y tetap mempertahankan statusnya sebagai produk massal yang sangat sukses.

Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Tesla yang sejak awal mendorong Model Y sebagai kendaraan volume tinggi. Kombinasi bodi SUV, jangkauan pasar luas, dan efisiensi produksi membuat model ini mudah diterima di banyak negara.

Tiongkok Jadi Kunci Utama

Salah satu pasar yang paling menentukan bagi Tesla Model Y adalah Tiongkok. Di negara itu, Model Y menyumbang hampir 68 persen dari total penjualan Tesla selama setahun penuh.

Angka tersebut memperlihatkan ketergantungan besar Tesla pada permintaan Tiongkok. Ketika Model Y kuat di pasar itu, kinerja global perusahaan ikut terdorong.

Pusat produksi yang menopang hasil tersebut adalah Giga Shanghai. Pada 2025, pabrik ini mengirimkan 851.732 unit atau sekitar 52 persen dari total penjualan Tesla secara global.

Kontribusi lebih dari separuh penjualan global dari satu fasilitas menegaskan pentingnya Tiongkok dalam rantai pasok dan distribusi Tesla. Bagi investor dan pelaku industri, angka ini juga menandai bahwa skala produksi lokal tetap menjadi keunggulan kompetitif utama Tesla.

Data Penjualan yang Menonjol

Berikut sejumlah angka penting terkait performa Tesla dan Model Y berdasarkan data yang dikutip dari sumber referensi:

  1. Total pengiriman global Tesla Model Y telah melampaui 4 juta unit.
  2. Model Y menjadi mobil penumpang terlaris di dunia selama tiga tahun berturut-turut.
  3. Produksi Tesla sepanjang 2025 mencapai 1.654.667 unit.
  4. Pengiriman Tesla sepanjang 2025 tercatat 1.636.129 unit.
  5. Giga Shanghai mengirimkan 851.732 unit pada 2025.
  6. Kontribusi Giga Shanghai setara sekitar 52 persen dari total penjualan global Tesla.
  7. Di Tiongkok, Model Y menyumbang hampir 68 persen dari total penjualan Tesla selama setahun penuh.

Data itu menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, Model Y adalah mesin volume utama Tesla, dan kedua, Tiongkok berperan sangat besar dalam mempertahankan skala bisnis produsen mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut.

Lonjakan di Tiongkok Belum Menutup Tantangan

Secara bulanan, Tesla mencatat performa kuat di Tiongkok pada Februari 2026. Penjualan merek itu mencapai 38.206 unit, naik lebih dari 42 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Khusus Model Y, kenaikannya bahkan jauh lebih tinggi. Penjualan model ini melonjak 215,84 persen secara tahunan dengan 25.286 unit terjual hanya dalam satu bulan.

Lonjakan tersebut ikut mendorong pangsa pasar Tesla di segmen battery electric vehicle atau BEV di Tiongkok menjadi 13,74 persen. Menurut data yang dikutip sumber referensi, itu merupakan level tertinggi Tesla dalam hampir dua tahun terakhir.

Namun, tren jangka panjang di pasar Tiongkok belum sepenuhnya tanpa tekanan. Sepanjang 2025, total penjualan Model Y di negara itu mencapai 425.337 unit, tetapi angka tersebut turun 34,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tahunan itu menunjukkan persaingan di pasar kendaraan listrik Tiongkok semakin sengit. Produsen lokal terus memperluas pilihan model, menekan harga, dan mempercepat inovasi, sehingga dominasi Tesla tidak lagi semudah pada fase awal ledakan pasar EV.

Dalam konteks global, pencapaian lebih dari 4 juta unit tetap menempatkan Tesla Model Y sebagai salah satu produk otomotif paling berpengaruh saat ini. Model ini bukan hanya simbol pertumbuhan kendaraan listrik, tetapi juga bukti bahwa mobil listrik sudah mampu bersaing langsung di level tertinggi pasar mobil penumpang dunia.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com

Berita Terkait

Back to top button