Lonjakan arus mudik ke arah timur Trans Jawa terlihat jelas di Gerbang Tol Cikampek Utama. Dalam periode H-10 hingga H-4 Lebaran, sebanyak 387.451 kendaraan tercatat melintas menuju timur melalui gerbang tol tersebut.
Angka itu menunjukkan kenaikan 95,59 persen dibanding lalu lintas normal yang berada di level 198.098 kendaraan. Data ini menegaskan bahwa puncak pergerakan pemudik berlangsung sangat tinggi dan mendorong operator jalan tol memperkuat pengaturan lalu lintas.
Volume kendaraan melonjak tajam
PT Jasamarga Transjawa Tol menyebut peningkatan ini terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat menuju wilayah timur Trans Jawa. Arus kendaraan yang padat membuat rekayasa lalu lintas harus diterapkan lebih awal untuk menjaga kelancaran perjalanan.
Corporate Secretary and Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan. Menurut dia, skema one way nasional diberlakukan dari KM 70 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung sejak pukul 13.30 WIB.
Ria juga menjelaskan bahwa rekayasa itu dilanjutkan dengan one way lokal. Penerapannya berlangsung dari KM 414 GT Kalikangkung sampai KM 459 Jalan Tol Semarang-Solo sejak pukul 17.20 WIB.
Kebijakan ini menjadi respons atas tekanan arus kendaraan yang terus meningkat menjelang puncak mudik. Fokus utamanya adalah mempercepat distribusi kendaraan agar antrean panjang tidak menumpuk di titik-titik krusial.
Layanan di GT Cikampek Utama ditambah
Untuk mendukung kelancaran transaksi, Jasamarga Transjawa Tol mengoperasikan 22 gardu dan 17 mobile reader di Gerbang Tol Cikampek Utama. Pengoperasian dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan dinamika volume kendaraan di lapangan.
Menurut keterangan perusahaan, tambahan gardu dan mobile reader bertujuan memangkas waktu transaksi sekaligus menekan antrean kendaraan. Langkah ini biasa dipakai saat beban lalu lintas naik tajam karena fase mudik sering memicu penumpukan dalam waktu singkat.
Selain penambahan kapasitas transaksi, operator juga menerapkan pemantauan lalu lintas secara intensif. Koordinasi lapangan menjadi penting karena arus mudik tidak hanya tinggi, tetapi juga dapat berubah cepat dalam hitungan jam.
Pergerakan arah balik belum dominan
Di saat arus mudik melonjak ke arah timur, kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa menuju Jakarta masih lebih rendah dari kondisi normal. Tercatat 172.082 kendaraan melintas menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama, atau turun 11,82 persen dibanding volume normal 195.144 kendaraan.
Data itu menunjukkan arus balik belum menjadi faktor dominan pada periode yang sama. Dengan demikian, tekanan utama masih terpusat pada kendaraan yang bergerak keluar dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dampak terasa di gerbang tol lain
Kenaikan volume kendaraan juga tercermin di gerbang tol penting lain di jaringan Trans Jawa. Di wilayah Jawa Tengah, kendaraan menuju Semarang melalui GT Kalikangkung mencapai 200.174 unit atau naik 80,47 persen dari kondisi normal 110.918 kendaraan.
Sementara kendaraan yang meninggalkan Semarang tercatat 105.780 unit. Jumlah itu nyaris sama dengan lalu lintas normal yang tercatat 105.767 kendaraan.
Di GT Banyumanik, arus menuju Solo mencapai 234.706 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 49,12 persen dibanding kondisi normal 157.396 kendaraan.
Untuk arah Jakarta di GT Banyumanik, volume kendaraan tercatat 131.196 unit. Angka itu naik 2,35 persen dari lalu lintas normal sebesar 128.186 kendaraan.
Di Jawa Timur, kendaraan menuju Surabaya melalui GT Warugunung mencapai 162.420 unit. Jumlah tersebut naik 16,26 persen dari kondisi normal 139.699 kendaraan.
Adapun arus menuju Jakarta di GT Warugunung justru tercatat 157.870 kendaraan. Angka itu meningkat 20,12 persen dibanding volume normal 131.426 kendaraan.
Berikut ringkasan data lalu lintas di sejumlah gerbang tol:
- GT Cikampek Utama arah timur: 387.451 kendaraan, naik 95,59 persen.
- GT Cikampek Utama arah Jakarta: 172.082 kendaraan, turun 11,82 persen.
- GT Kalikangkung arah Semarang: 200.174 kendaraan, naik 80,47 persen.
- GT Banyumanik arah Solo: 234.706 kendaraan, naik 49,12 persen.
- GT Warugunung arah Surabaya: 162.420 kendaraan, naik 16,26 persen.
Di GT Kejapanan Utama, kendaraan menuju Malang tercatat 164.711 unit atau naik 2,40 persen dari 160.847 kendaraan. Sementara arus menuju Surabaya mencapai 170.251 kendaraan atau turun 0,41 persen dari 170.958 kendaraan.
Lalu di GT Singosari, kendaraan menuju Malang tercatat 92.037 unit atau turun 0,42 persen dari 92.421 kendaraan. Untuk arah Surabaya, jumlahnya mencapai 88.176 kendaraan atau naik 0,82 persen dari 87.461 kendaraan.
Diskon tarif dan imbauan keselamatan
Untuk membantu distribusi lalu lintas, JTT juga masih memberlakukan potongan tarif tol sebesar 23 persen di ruas Batang-Semarang. Kebijakan ini berlaku sejak 12 Maret hingga 31 Maret dan ditujukan untuk seluruh transaksi di ruas tersebut.
Menurut Ria, insentif tarif diharapkan memberi manfaat langsung bagi pengguna jalan sekaligus membantu pemerataan arus kendaraan. Di tengah lonjakan mudik, langkah seperti ini dinilai bisa mengurangi konsentrasi kendaraan pada jam dan ruas tertentu.
Pengguna jalan tol tetap diimbau mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Operator meminta pemudik memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi tetap prima, mencukupi bahan bakar, serta menyiapkan saldo uang elektronik sebelum memasuki ruas tol Trans Jawa.
Untuk memantau kondisi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy atau menghubungi One Call Center Jasa Marga di 133 selama 24 jam. Informasi real time menjadi penting karena skema rekayasa lalu lintas dapat berubah sesuai kepadatan di lapangan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com








