
Honda baru-baru ini mengambil keputusan penting terkait pengembangan model mobil listrik terbarunya. Dua model dalam lini 0 Series, yaitu 0 Saloon dan 0 SUV, telah resmi dihentikan pengembangannya. Langkah ini muncul setelah Honda memperkirakan kerugian finansial signifikan pada akhir tahun fiskal 2025.
Kedua model tersebut sempat dipamerkan dengan desain modern dan futuristik yang mengedepankan kesan sporty. Honda bahkan sudah berencana untuk segera memasarkan 0 Saloon dan 0 SUV sebagai bagian dari ekspansi mobil listrik globalnya. Namun, situasi pandemi dan ketidakpastian ekonomi memaksa brand Jepang tersebut melakukan revisi strategi besar-besaran.
Alasan Penghentian Pengembangan 0 Saloon dan 0 SUV
Keputusan Honda menghentikan pengembangan 0 Saloon dan 0 SUV merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko kerugian. Perusahaan memperkirakan akan mengalami defisit dalam laporan keuangan tahun fiskal yang akan berakhir pada Maret. Oleh sebab itu, Honda memilih untuk fokus pada model yang lebih berpotensi membawa keuntungan dan meminimalkan potensi kerugian.
Selain kedua model tersebut, Honda juga membatalkan peluncuran Acura RSX di pasar Amerika Serikat. Ini menandakan bahwa Honda melakukan penyesuaian yang cukup besar terhadap portofolio mobil listriknya. Meski demikian, model 0 Alpha dan Super One tetap melanjutkan proses pengembangan dan akan diluncurkan dalam waktu dekat. Strategi ini menunjukkan fokus Honda untuk mengutamakan model yang memiliki peluang pasar lebih menjanjikan.
Perubahan Fokus Strategi Produk
Menanggapi situasi tersebut, Honda ternyata juga menunjukkan kecenderungan untuk mengalihkan perhatian dari mobil listrik murni (BEV) ke mobil hybrid. Hybrid dinilai lebih menguntungkan dan risiko finansialnya lebih kecil dalam kondisi pasar saat ini. Pendekatan ini didukung oleh perkembangan teknologi hybrid yang telah matang serta konsumsi energi yang lebih efisien tanpa harus bergantung penuh pada infrastruktur pengisian listrik.
Dalam hal ini, mengembangkan kendaraan hybrid dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan sekaligus memenuhi tuntutan emisi yang semakin ketat di berbagai negara.
Spesifikasi dan Fitur Honda 0 Saloon dan 0 SUV
Mengenai spesifikasi yang telah diumumkan sebelumnya, Honda 0 Saloon dirancang dengan motor ganda yang mampu menghasilkan tenaga hingga 482 hp (359 kW). Sementara itu, 0 SUV menawarkan varian motor tunggal hingga ganda dengan output antara 241 hp untuk penggerak roda belakang (RWD) sampai 480 hp pada versi all-wheel drive (AWD).
Kedua model ini direncanakan menggunakan platform EV baru dari Honda yang dikenal dengan nama “Thin, Light, Wise”. Platform ini mengutamakan desain modular dan ringan untuk efisiensi energi yang optimal. Jarak tempuh yang diharapkan mencapai sekitar 480 kilometer dalam sekali pengisian baterai penuh.
Honda juga membekali mobil ini dengan teknologi kemudi terbaru, yaitu steer-by-wire dengan pengendalian tipe yoke. Sistem kecerdasan buatan ASIMO OS ikut berperan dalam meningkatkan pengalaman mengemudi melalui fitur autonomous driving assist hingga Level 3. Pengisian daya cepat juga diimplementasikan, memungkinkan baterai terisi dari 15% sampai 80% dalam waktu 10 sampai 15 menit.
Estimasi Harga Honda 0 Series
Jika peluncurannya sesuai rencana awal, harga estimasi Honda 0 Saloon diperkirakan sekitar Rp780 juta. Sedangkan untuk 0 SUV, banderolnya menembus angka sekitar Rp920 juta. Harga ini menempatkan keduanya dalam segmen premium yang mengincar pangsa pasar mobil listrik kelas atas.
Namun, mengingat pembatalan pengembangan, model tersebut tidak akan mencapai tahap produksi massal dan pemasaran secara global. Akibatnya, potensi pasar yang telah digarap pun harus dialihkan ke produk lain yang lebih feasible di masa depan.
Dampak dan Prospek Honda di Pasar Mobil Listrik
Penghentian dua model ini menandai bahwa pengembangan mobil listrik tetap penuh tantangan, terutama dalam hal pengelolaan risiko finansial dan adaptasi terhadap permintaan pasar. Honda tampak lebih berhati-hati dan realistis dalam menentukan arah bisnisnya agar perusahaan tetap berdaya saing dan stabil.
Meski begitu, Honda tetap komitmen pada elektrifikasi dengan melanjutkan pengembangan model yang lebih menjanjikan. Super One dan 0 Alpha akan menjadi fokus dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kemungkinan peluncuran global dan ekspansi pasar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Honda melakukan penyesuaian strategi yang dinamis sebagai respons dari kondisi industri otomotif yang terus berubah. Kombinasi antara kendaraan listrik dan hybrid menjadi kunci utama dalam rencana jangka menengah hingga panjang agar bisa bersaing dengan pabrikan lain dan memenuhi kebutuhan konsumen.









