
Bagi pengemudi ojek online, motor bekas yang tepat bukan sekadar murah saat dibeli. Kendaraan harus irit bahan bakar, tahan dipakai seharian, mudah dirawat, dan suku cadangnya gampang dicari.
Dari sejumlah pilihan di pasar motor bekas, ada tujuh model yang sering masuk daftar favorit untuk kerja harian. Salah satu yang paling menarik adalah Honda BeAT, karena harga bekasnya mulai kisaran Rp6 jutaan dan tetap dikenal hemat BBM.
Kriteria motor bekas yang cocok untuk ojol
Motor untuk kerja ojek online umumnya menempuh jarak tinggi setiap hari. Karena itu, efisiensi bahan bakar dan daya tahan mesin menjadi faktor yang paling sering diprioritaskan.
Selain itu, biaya servis rutin juga sangat menentukan pengeluaran bulanan pengemudi. Motor yang ringan, lincah di kemacetan, dan nyaman dipakai lama biasanya lebih diminati untuk mobilitas perkotaan.
Mengacu pada data dari artikel Haloyouth, daftar ini berisi motor bekas yang dikenal “bandel”, irit, dan relatif murah dalam perawatan. Karakter seperti itu penting karena motor dipakai terus-menerus untuk mengangkut penumpang maupun pesanan.
7 motor bekas paling cocok untuk kerja ojek online
- Honda BeAT
Honda BeAT menjadi salah satu motor yang paling sering direkomendasikan untuk ojek online. Model ini unggul karena bobotnya ringan, mudah bermanuver di jalan padat, dan konsumsi BBM disebut bisa mencapai sekitar 60 km/liter.
Biaya servis Honda BeAT juga relatif terjangkau dengan sparepart yang melimpah di banyak bengkel. Di pasar motor bekas, harganya biasanya mulai Rp6–10 jutaan tergantung kondisi dan tahun produksi.
- Yamaha Mio M3 125
Yamaha Mio M3 125 cocok untuk pengemudi yang membutuhkan tenaga lebih tanpa mengorbankan efisiensi. Motor ini memakai mesin 125 cc Blue Core yang dikenal cukup responsif untuk aktivitas stop and go di kota.
Dari sisi harga, unit bekasnya berada di kisaran Rp7–10 jutaan. Kombinasi tenaga, konsumsi BBM yang tetap irit, dan karakter mesin yang cocok untuk mobilitas tinggi membuat model ini masih relevan untuk kerja harian.
- Honda Vario 125
Honda Vario 125 sering dipilih karena menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan performa. Mesin 125 cc pada model ini dikenal halus, cukup bertenaga, dan efisien untuk penggunaan jarak menengah hingga jauh.
Nilai tambah lainnya ada pada bagasi yang lebih luas dibanding beberapa rival di kelasnya. Harga bekas Honda Vario 125 umumnya berada di kisaran Rp8–12 jutaan.
- Suzuki Nex II
Suzuki Nex II layak dilirik bagi yang mencari motor matic ringan dan hemat. Bobotnya yang enteng membantu pengendara lebih lincah saat harus sering berpindah jalur di lalu lintas padat.
Mesin 115 cc pada Nex II dinilai cukup irit untuk kebutuhan operasional harian. Di pasar bekas, harganya sekitar Rp7–10 jutaan dengan biaya perawatan yang juga tergolong murah.
- Honda Scoopy
Honda Scoopy tidak hanya diminati karena desainnya, tetapi juga karena kenyamanannya untuk dipakai rutin. Artikel referensi menyebut konsumsi BBM motor ini sekitar 59 km/liter, sehingga masuk kategori hemat untuk kelas skutik harian.
Posisi duduknya nyaman dan motor ini cukup stabil di berbagai kondisi jalan. Harga bekas Honda Scoopy berada di rentang Rp8–12 jutaan, tergantung tahun dan kondisi unit.
- Honda Supra X 125
Bagi pengemudi yang tidak harus memakai motor matic, Honda Supra X 125 tetap menjadi opsi kuat. Motor bebek ini sudah lama dikenal awet, tahan lama, dan sangat hemat bahan bakar.
Karakter mesinnya cocok untuk pemakaian intensif dengan jarak tempuh tinggi. Di bursa motor bekas, Supra X 125 biasanya ditawarkan sekitar Rp7–10 jutaan.
- Yamaha Vega Force
Yamaha Vega Force menjadi pilihan menarik di segmen motor bebek sederhana. Model ini dikenal punya mesin yang bandel, mudah dirawat, dan cukup hemat BBM untuk kebutuhan operasional harian.
Motor ini juga dinilai cocok membawa beban atau penumpang dalam perjalanan yang lebih jauh. Harga bekas Yamaha Vega Force umumnya berada di kisaran Rp6–9 jutaan.
Perbandingan singkat harga dan karakter
| Motor Bekas | Kisaran Harga | Kelebihan Utama |
|---|---|---|
| Honda BeAT | Rp6–10 jutaan | Irit, ringan, sparepart melimpah |
| Yamaha Mio M3 125 | Rp7–10 jutaan | Mesin 125 cc, responsif, irit |
| Honda Vario 125 | Rp8–12 jutaan | Nyaman, bagasi luas, bertenaga |
| Suzuki Nex II | Rp7–10 jutaan | Ringan, lincah, perawatan murah |
| Honda Scoopy | Rp8–12 jutaan | Nyaman, stabil, BBM sekitar 59 km/liter |
| Honda Supra X 125 | Rp7–10 jutaan | Awet, hemat, cocok jarak jauh |
| Yamaha Vega Force | Rp6–9 jutaan | Bandel, mudah dirawat, sederhana |
Hal yang perlu dicek sebelum membeli
Harga murah tidak selalu berarti paling menguntungkan untuk jangka panjang. Calon pembeli perlu memeriksa kondisi mesin, suara kasar, respons gas, kaki-kaki, kelistrikan, dan riwayat servis bila tersedia.
Dokumen kendaraan juga wajib dicek agar tidak menimbulkan masalah saat digunakan untuk operasional. Untuk motor kerja, kondisi aktual sering lebih penting daripada tampilan bodi, karena performa dan efisiensi akan langsung memengaruhi pendapatan harian.
Di antara tujuh pilihan tersebut, Honda BeAT dan Yamaha Vega Force menjadi yang paling rendah dari sisi harga awal karena sama-sama bisa ditemukan mulai kisaran Rp6 jutaan. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan pengemudi, apakah lebih mengutamakan kepraktisan skutik, kenyamanan jarak jauh, atau ketangguhan motor bebek untuk kerja nonstop setiap hari.









