Penjualan mobil listrik Honda di Amerika Serikat sedang menghadapi tekanan berat. Model andalannya, Honda Prologue, yang sempat mencatat debut kuat kini mengalami penurunan tajam setelah dukungan insentif pasar mulai berakhir.
Data yang dikutip Liputan6 dari Auto News dan AutoForecast Solutions menunjukkan arah bisnis ini makin mengkhawatirkan. Jika Prologue benar-benar tidak mendapat generasi kedua setelah tahun ini, Honda berisiko kehilangan pijakan di pasar mobil listrik AS dalam waktu dekat.
Penjualan Honda Prologue anjlok
Honda Prologue diluncurkan sebagai SUV listrik yang diharapkan menjadi pintu masuk serius Honda ke segmen EV Amerika. Respons awal pasar tergolong positif karena model ini sempat terjual hampir 39 ribu unit.
Namun, capaian itu tidak bertahan lama setelah insentif besar dan kredit pajak federal untuk mobil listrik mulai menghilang. Pada awal tahun berikutnya, pengiriman Prologue dilaporkan turun sekitar 74 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penurunan itu memperlihatkan bahwa permintaan Prologue sangat bergantung pada stimulus harga. Saat faktor insentif melemah, daya tarik model ini ikut turun signifikan.
Honda juga disebut telah memangkas produksi hampir setengah dari level sebelumnya. Proyeksi penjualannya pun ikut ditekan, dengan estimasi tahun ini berada di bawah 18.000 unit.
Ada isu penghentian generasi berikutnya
Menurut laporan AutoForecast Solutions yang dikutip Auto News, Honda tidak berencana memproduksi generasi kedua Prologue setelah periode produksi saat ini berakhir. Jika skenario itu terjadi, upaya Honda di pasar mobil listrik AS bisa berhenti lebih cepat dari yang diperkirakan.
Meski begitu, Honda belum memberikan konfirmasi resmi soal penghentian Prologue. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut informasi yang beredar masih bersifat spekulatif dan menegaskan bahwa Prologue tetap menjadi bagian dari lini produk saat ini.
Sikap ini menunjukkan Honda masih menahan keputusan final di ruang publik. Namun, sinyal pasar yang muncul tetap memperkuat kesan bahwa strategi EV mereka sedang dievaluasi ulang secara besar-besaran.
Bukan hanya Prologue yang terdampak
Masalah Honda tidak berhenti pada satu model. Perusahaan juga membatalkan tiga proyek kendaraan listrik global yang sebelumnya diposisikan sebagai tulang punggung fase elektrifikasi berikutnya.
Tiga model yang tidak jadi diluncurkan adalah:
- Honda 0 Saloon
- Honda 0 SUV
- Acura RSX listrik
Liputan6 melaporkan potensi kerugian dari keputusan ini bisa mencapai 2,5 triliun yen. Nilai itu menunjukkan besarnya biaya yang harus ditanggung Honda akibat perubahan strategi di tengah pasar yang melambat.
Carscoops juga menilai pembatalan itu membuat masa depan strategi mobil listrik Honda terlihat kurang bergairah dalam jangka pendek. Kondisi ini terjadi ketika produsen global lain juga mulai lebih hati-hati membaca permintaan EV di sejumlah pasar utama.
Dalam pernyataannya, Honda mengatakan memulai produksi dan penjualan ketiga model tersebut dalam situasi bisnis saat ini berpotensi menimbulkan kerugian lebih lanjut. Kutipan itu memperlihatkan bahwa perusahaan sedang memprioritaskan kehati-hatian finansial dibanding ekspansi agresif.
Mengapa penjualannya bisa menyedihkan
Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa penjualan mobil listrik Honda kini dinilai menyedihkan. Salah satunya adalah ketergantungan tinggi terhadap insentif, yang membuat permintaan tidak cukup kuat saat dukungan harga berkurang.
Faktor lain adalah posisi Honda yang belum memiliki fondasi EV sekuat rival yang lebih dulu agresif. Ketika pasar mulai selektif, konsumen cenderung memilih merek yang punya ekosistem, jaringan, dan portofolio model listrik lebih matang.
Prologue sendiri sebenarnya tidak miskin modal produk. SUV ini dibangun di atas platform Ultium milik GM dan menawarkan jarak tempuh hingga 296 mil, lengkap dengan Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel, layar infotainment besar, serta suspensi multilink yang mendukung karakter berkendara lebih sporty.
Namun, spesifikasi yang kompetitif tidak selalu cukup untuk menjaga momentum penjualan. Di pasar EV, harga efektif, insentif, persepsi merek, dan kejelasan roadmap produk sering menjadi penentu utama keputusan konsumen.
Tekanan besar di pasar Amerika
Pasar Amerika kini menjadi ujian penting bagi banyak produsen mobil listrik. Permintaan tidak lagi tumbuh secepat perkiraan awal, sementara biaya pengembangan dan investasi tetap tinggi.
Bagi Honda, situasi ini terasa lebih berat karena strategi EV di wilayah tersebut tampak belum benar-benar stabil. Di satu sisi, perusahaan masih punya produk yang berjalan, tetapi di sisi lain ada pembatalan proyek dan spekulasi penghentian model yang sulit diabaikan.
Kondisi tersebut membuat penjualan mobil listrik Honda terlihat lemah bukan semata karena produknya buruk, melainkan karena kombinasi perubahan insentif, perlambatan pasar, dan penyesuaian strategi bisnis global. Selama ketidakpastian ini belum terjawab, nasib Honda Prologue dan arah elektrifikasi Honda di Amerika Serikat akan terus menjadi sorotan industri otomotif.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com








