Saat menghadapi sistem one way di jalur mudik, banyak pengemudi merasa agak kikuk dan tidak terbiasa. Agar tidak kagok, pengemudi perlu menyesuaikan diri dan memperhatikan sejumlah tips penting agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Pahami konsep one way dan siapkan perjalanan dengan matang
Sistem one way adalah pengaturan arus kendaraan hanya mengarah ke satu sisi untuk mengurangi kepadatan di jalan tol tertentu. Selama arus mudik, sistem ini diterapkan mulai dari KM 70 Tol Jakarta-Cikampek sampai KM 421 Tol Semarang-Solo. Sebelum memasuki jalur one way, sangat dianjurkan untuk mempelajari rute lengkap, lokasi gerbang tol, dan titik-titik istirahat agar perjalanan tidak membingungkan.
Biasakan diri dengan posisi mengemudi
Menurut Sony Suasana, konsultan keselamatan berkendara, pengemudi harus bergerak perlahan dan membiasakan diri dulu dengan kondisi jalur yang pada dasarnya dari arah berlawanan. Ia menyatakan bahwa sistem one way ini serupa mengalami “mobil setir kiri” bagi pengemudi yang terbiasa pada setir kanan dan jalur normal. Karena itu, jangan buru-buru meningkatkan kecepatan sampai benar-benar nyaman dengan kondisi jalan.
Jaga kecepatan dan waspada pada kondisi jalan
Jusri Pulubuhu, pengamat keselamatan berkendara, menekankan agar pengemudi mengurangi kecepatan saat menggunakan jalur one way. Rekomendasi kecepatan adalah sekitar 20 km/jam lebih lambat dari batas ideal yang tertera di rambu. Misalnya, jika jalur normal idealnya 100 km/jam, maka jalur one way sebaiknya sekitar 80 km/jam. Hal ini berguna meminimalkan risiko kecelakaan, mengingat jalur paling kanan pada arus one way sebenarnya adalah bekas bahu jalan yang terkadang bergelombang atau kurang mulus.
Hindari menyalip dan jaga jarak aman
Jalur one way yang diambil dari arah berlawanan biasanya memiliki bahu jalan yang sempit dan lokasi jalur lambat yang kurang stabil. Menyalip kendaraan lain menjadi lebih berisiko dan sulit karena kondisi permukaan jalan yang tidak rata. Selain itu, pengemudi disarankan menjaga jarak aman agar waktu reaksi lebih baik pada perubahan lalu lintas mendadak, termasuk di sekitar rest area yang sering menimbulkan penumpukan kendaraan.
Mengerti waktu penerapan one way dan titik penutupan
Penerapan one way pada arus mudik berlaku pada waktu tertentu saja, misalnya mulai pukul 12.00 siang sampai tengah malam beberapa hari sebelum puncak mudik. Seluruh pintu masuk menuju arah Jakarta akan ditutup selama periode tersebut. Penutupan akses jalan juga berlaku di beberapa gerbang tol seperti GT Cimalaka dan GT Cisumdawu Jaya untuk mengalihkan arus lalu lintas. Pemahaman terkait waktu dan lokasi penutupan ini penting agar pengemudi bisa menentukan jadwal perjalanan dan jalur alternatif lebih awal.
Gunakan jalur satu arah dengan tetap waspada di rest area
Rest area tol menjadi titik yang rawan terjadi kepadatan dan kemacetan, sebab keduanya berada di sisi kanan dan kiri jalur one way. Oleh karena itu, pengemudi harus berhati-hati ketika memasuki atau keluar rest area, pastikan kendaraan sudah melambat dan memberi ruang cukup agar lalu lintas tetap lancar. Hindari berhenti mendadak di jalur utama supaya tidak menimbulkan antrean panjang.
Ikuti aturan diskresi kepolisian saat ada perubahan
Pada arus balik atau saat kondisi lalu lintas padat, polisi dapat menerapkan one way secara lokal di beberapa ruas tol seperti dari GT Kalikangkung hingga Boyolali. Pengemudi wajib mematuhi keputusan petugas dan rambu yang terpasang untuk menghindari kebingungan maupun risiko kecelakaan.
Dengan memahami karakteristik sistem one way dan mempersiapkan diri dengan baik, pengemudi dapat mengurangi rasa kagok sekaligus menjaga keselamatan selama mudik. Perjalanan akan lebih lancar jika diterapkan prinsip defensive driving seperti mengurangi kecepatan, menjaga jarak, dan berpikir anticipatif terhadap perubahan arus dan kondisi jalan. Sistem ini selain membantu kelancaran arus mudik, juga penting dalam mengurangi resiko kemacetan dan kecelakaan yang sering terjadi saat periode mudik Lebaran.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com





