Alpha Entry Next Generation Meluncur, Baterai LFP 140 Km Jadi Senjata Utama

Alpha Entry Next Generation resmi meluncur dengan fokus utama pada peningkatan baterai dan efisiensi harian. Motor listrik ini langsung menarik perhatian karena diklaim mampu menempuh hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Bagi pasar yang mencari kendaraan komuter tanpa biaya bahan bakar tinggi, angka tersebut jadi sorotan utama. Apalagi, model ini tetap mempertahankan desain modern sambil membawa teknologi baterai yang lebih tahan lama dibanding generasi sebelumnya.

Motor ini pertama kali diperkenalkan dalam ajang Indonesia Motorcycle Show atau IMS pada bulan Februari. Dari sisi tampilan, Alpha Entry Next Generation tidak berubah drastis dan masih membawa bahasa desain yang mirip dengan versi terdahulu.

Perbedaan terbesar justru ada di sektor sumber tenaga. Alpha kini menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate atau LFP, teknologi yang juga lazim dipakai pada mobil listrik karena dikenal lebih awet dan stabil.

Berdasarkan data dari artikel referensi, kapasitas baterainya mencapai 3,5 kWh. Dengan bekal itu, motor ini disebut mampu melaju hingga 140 kilometer dalam kondisi baterai penuh, angka yang tergolong kompetitif untuk motor listrik harian.

Baterai LFP Jadi Nilai Jual Utama

Penggunaan baterai LFP menjadi alasan utama motor ini banyak dibicarakan. Teknologi ini dikenal memiliki umur pakai lebih panjang dibanding baterai NCM atau Nickel Cobalt Manganese yang sebelumnya lebih umum dipakai pada kendaraan listrik ringan.

Selain faktor daya tahan, baterai LFP juga disebut lebih aman dan biaya produksinya lebih terjangkau. Namun, karakter baterai ini memang cenderung lebih berat, sehingga ada kompromi pada bobot keseluruhan kendaraan.

Alpha Entry Next Generation memakai baterai permanen yang tidak bisa dilepas. Skema ini berbeda dari beberapa motor listrik lain yang menawarkan sistem swap atau baterai cabut, tetapi pabrikan menekankan sisi keawetan sebagai kompensasi utama.

Performa dan Fitur Berkendara

Di sektor performa, motor ini dibekali dinamo listrik berkekuatan 3.000 watt. Kecepatan maksimumnya berada di kisaran 80 sampai 87 km per jam, cukup untuk kebutuhan mobilitas dalam kota hingga jalan penghubung antarkawasan.

Tersedia tiga mode berkendara yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Berikut pilihannya:

  1. Eco untuk efisiensi energi
  2. Urban untuk penggunaan harian yang seimbang
  3. Sport untuk respons akselerasi yang lebih cepat

Kombinasi tenaga dan mode berkendara tersebut membuat motor ini tidak hanya mengandalkan jarak tempuh. Pengguna juga mendapat fleksibilitas saat menghadapi kondisi lalu lintas yang berbeda.

Desain Masih Futuristis

Secara visual, Alpha tetap mempertahankan karakter futuristis dari model sebelumnya. Area depan hingga belakang terlihat bersih dengan sentuhan lampu LED yang tajam dan memberi kesan modern.

Pabrikan juga menghadirkan warna baru bernama moonlight silver. Warna ini digambarkan sebagai abu-abu gelap dengan efek kilap keemasan saat terkena cahaya, sehingga memberi nuansa premium pada tampilan motor.

Sejumlah catatan kecil tetap muncul dari sisi desain, terutama pada bagian velg yang dinilai belum seagresif bodi keseluruhan. Namun, kekuatan utama model ini memang bukan pada ubahan total desain, melainkan pada paket efisiensi, daya tahan baterai, dan jarak tempuh yang menjadi kebutuhan utama konsumen motor listrik saat ini.

Terkait