PT Jasamarga Transjawa Tol memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada 24 Maret. Perkiraan ini disusun dari pola distribusi lalu lintas dan tren pergerakan kendaraan selama masa mudik dan balik di jaringan Tol Trans Jawa.
Informasi itu penting bagi pengguna jalan yang bersiap kembali ke wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar lain setelah libur panjang. Jasa Marga juga meminta pengendara mengatur waktu perjalanan agar tidak berangkat pada jam puncak yang berpotensi memicu antrean panjang.
Prediksi puncak arus balik
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyatakan proyeksi puncak arus balik jatuh pada 24 Maret. Pernyataan itu disampaikan kepada Kompas.com pada Minggu, 22 Maret.
Menurut Ria, proyeksi dibuat dengan membaca sebaran lalu lintas kendaraan yang bergerak dari arah timur menuju barat. Pendekatan seperti ini lazim dipakai operator jalan tol untuk memetakan lonjakan volume kendaraan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas lebih dini.
Prediksi puncak arus balik biasanya berkaitan langsung dengan berakhirnya masa libur nasional dan dimulainya kembali aktivitas kerja maupun sekolah. Karena itu, konsentrasi kendaraan pada hari terakhir libur kerap meningkat tajam di ruas yang mengarah ke Jakarta.
Rekayasa lalu lintas yang disiapkan
Untuk mengantisipasi kepadatan, skema one way arus balik diberlakukan mulai 23 Maret pukul 12.00 WIB. Rekayasa ini diterapkan dari KM 421 ruas Semarang-Solo hingga KM 70 ruas Jakarta-Cikampek.
Selain one way, contraflow juga mulai diberlakukan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Skema ini diterapkan dari KM 70 sampai KM 47 sejak 23 Maret pukul 14.00 WIB.
Pada hari yang diperkirakan menjadi puncak arus balik, rekayasa tambahan juga disiapkan di Tol Jagorawi. Contraflow di ruas ini direncanakan berlangsung pada 24 Maret pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB.
Jasa Marga menegaskan seluruh pengaturan lalu lintas itu bersifat situasional. Pelaksanaannya dapat berubah mengikuti kondisi lapangan dan diskresi kepolisian.
Ruas yang perlu diwaspadai pemudik
Arus balik dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur umumnya bertemu di koridor utama Trans Jawa sebelum masuk ke Jakarta-Cikampek. Titik-titik padat biasanya muncul di dekat simpang utama, rest area, gerbang tol, dan lokasi pertemuan arus kendaraan dari beberapa wilayah.
Gerbang Tol Cikampek Utama menjadi salah satu titik penting dalam distribusi arus kendaraan. Dokumentasi Jasa Marga juga menunjukkan gerbang ini termasuk simpul yang harus dipantau saat volume kendaraan meningkat.
Tol Cipali juga mulai menunjukkan kenaikan arus kendaraan pada malam hari menjelang periode balik. Kondisi itu menjadi sinyal awal bahwa puncak pergerakan kendaraan memang mulai terbentuk beberapa hari sebelum puncak resmi terjadi.
Imbauan bagi pengguna jalan tol
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan menyiapkan perjalanan secara matang. Imbauan ini mencakup waktu keberangkatan, kecukupan saldo uang elektronik, kondisi kendaraan, hingga kesiapan fisik pengemudi.
Agar perjalanan lebih aman dan efisien, pengendara perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Berangkat di luar jam puncak jika jadwal memungkinkan.
- Pantau informasi rekayasa lalu lintas sebelum masuk tol.
- Pastikan bahan bakar terisi cukup sebelum menempuh ruas panjang.
- Istirahat berkala dan jangan memaksakan berkendara saat lelah.
- Ikuti arahan petugas di lapangan jika terjadi perubahan skema.
Pengendara juga disarankan tidak terlalu lama berhenti di rest area yang padat. Jika area istirahat penuh, pengguna jalan dapat keluar tol sementara dan kembali masuk melalui gerbang terdekat sesuai kebutuhan.
Mengapa puncak arus balik perlu diantisipasi
Lonjakan kendaraan pada arus balik tidak hanya menambah waktu tempuh. Kepadatan juga meningkatkan risiko kecelakaan, perlambatan panjang, dan antrean di titik transaksi maupun pertemuan arus.
Karena itu, prediksi operator tol memberi nilai penting bagi masyarakat. Informasi dini memungkinkan pengguna jalan memilih waktu yang lebih aman, sementara petugas dapat menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas sesuai beban kendaraan yang terus berubah.
Dengan proyeksi puncak arus balik pada 24 Maret, perhatian pengguna jalan kini tertuju pada koridor Trans Jawa hingga Jakarta-Cikampek dan Jagorawi. Pembaruan informasi resmi dari Jasa Marga dan kepolisian menjadi acuan utama karena penerapan one way maupun contraflow dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi riil di lapangan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com








