Hyundai kembali menjadi sorotan setelah menghentikan sementara penjualan Palisade di Amerika Utara menyusul insiden fatal yang melibatkan fitur kursi elektrik. Langkah ini muncul setelah seorang balita berusia dua tahun dilaporkan meninggal dunia di Ohio karena terjepit kursi baris kedua saat fitur pelipatan otomatis aktif.
Kasus tersebut memicu respons cepat dari pabrikan asal Korea Selatan itu. Hyundai langsung meminta penghentian penjualan untuk Palisade Limited dan Calligraphy model 2026 di Amerika Serikat dan Kanada, sambil membuka investigasi menyeluruh terhadap sistem kursi elektrik di baris kedua dan ketiga.
Apa yang Terjadi pada Palisade?
Berdasarkan laporan Carscoops, peristiwa itu terjadi pada 7 Maret 2026 dan menjadi dasar bagi Hyundai untuk mengambil tindakan preventif. Insiden ini menyoroti risiko dari sistem pelipatan kursi otomatis jika digunakan tanpa memastikan area kursi benar-benar kosong.
Hyundai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Dalam pernyataan resminya, Hyundai juga mengimbau pemilik kendaraan agar tidak mengoperasikan fitur kursi elektrik ketika ada orang atau objek di baris kedua maupun ketiga.
Langkah Penarikan Kembali Mulai Disiapkan
Di sisi lain, proses recall untuk Hyundai Palisade sedang disiapkan dan skalanya cukup besar. Totalnya mencakup lebih dari 68.500 unit kendaraan, terdiri dari 60.515 unit di Amerika Serikat dan 7.967 unit di Kanada.
Berikut rincian data penting yang sudah terungkap:
- 60.515 unit di Amerika Serikat.
- 7.967 unit di Kanada.
- Total lebih dari 68.500 unit terkena potensi recall.
- NHTSA mengonfirmasi sekitar 61.093 unit Palisade dengan NIK tahun 2026 masuk kampanye resmi recall.
Seluruh proses perbaikan dalam recall ini tidak akan dipungut biaya. Langkah gratis ini menjadi bagian dari tanggung jawab pabrikan untuk memperbaiki potensi risiko keselamatan pada kendaraan yang terdampak.
Peran NHTSA dan Fokus Investigasi
Regulator keselamatan kendaraan di Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA, telah mengonfirmasi kampanye recall resmi tersebut. Otoritas ini biasanya meminta produsen mengidentifikasi kerusakan, menilai tingkat risiko, lalu menyediakan perbaikan yang bisa diterapkan cepat kepada pemilik kendaraan.
Dalam kasus Palisade, fokus investigasi mengarah pada respons sistem saat kursi mendeteksi hambatan. Hyundai menilai pembaruan perangkat lunak bisa membantu memperbaiki cara kerja fitur itu agar lebih aman saat digunakan.
Pembaruan OTA Disiapkan
Hyundai juga menyiapkan pembaruan perangkat lunak over-the-air atau OTA yang dijadwalkan hadir pada akhir Maret 2026. Pembaruan ini dirancang untuk menambah lapisan pengamanan dan meningkatkan reaksi sistem ketika kursi mengalami hambatan.
Model OTA memungkinkan pembaruan dilakukan tanpa harus selalu datang ke bengkel dalam tahap awal, meski pada kasus recall tertentu pabrikan tetap dapat meminta pemeriksaan fisik kendaraan. Pendekatan ini memberi kecepatan lebih tinggi dalam penyebaran perbaikan ke unit-unit yang terdampak.
Risiko Meluas ke Pasar Lain
Meski saat ini penjualan yang dihentikan baru berlaku di Amerika Serikat dan Kanada, dampaknya bisa meluas ke pasar lain. Australia disebut berpotensi ikut terdampak seiring distribusi global Palisade generasi terbaru.
Untuk pasar Indonesia, Hyundai Palisade masih dijual dengan harga Rp1,131 hingga Rp1,391 miliar on the road Jakarta. Di tengah perhatian terhadap recall di Amerika Utara, publik di negara lain wajar mencermati apakah langkah serupa akan diterapkan secara global atau hanya terbatas pada unit dengan spesifikasi tertentu.
Hal yang Perlu Diperhatikan Pemilik Palisade
- Hindari menekan tombol sandaran kursi saat penumpang sedang keluar-masuk di baris belakang.
- Pastikan tidak ada orang atau benda di area baris kedua dan ketiga saat fitur elektrik dioperasikan.
- Ikuti pemberitahuan resmi dari Hyundai atau dealer terkait pemeriksaan dan pembaruan perangkat lunak.
- Cek nomor identitas kendaraan untuk memastikan apakah unit termasuk dalam daftar recall.
Kasus ini menunjukkan bahwa fitur kenyamanan pada mobil modern tetap membutuhkan pengawasan ketat, terutama pada sistem elektrik yang bergerak otomatis. Hyundai kini berada dalam tahap penting untuk memulihkan kepercayaan konsumen melalui investigasi, pembaruan perangkat lunak, dan recall yang dilakukan tanpa biaya bagi pemilik kendaraan terdampak.
