Omoda C9 PHEV Meluncur di Malaysia, SUV Hybrid 536 DK dengan Fast Charging 70 kW

Omoda C9 PHEV resmi meluncur di Malaysia dan langsung menarik perhatian pasar SUV elektrifikasi. Model ini hadir sebagai plug-in hybrid berperforma tinggi yang memadukan mesin bensin turbo, motor listrik, dan kemampuan pengisian cepat yang menjadi nilai jual utamanya.

Kehadiran SUV ini menegaskan bahwa persaingan kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara kini bergerak ke arah produk yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga tetap menawarkan tenaga besar. Omoda C9 PHEV diposisikan untuk konsumen yang menginginkan SUV premium dengan karakter modern, jarak tempuh panjang, dan fleksibilitas penggunaan harian.

Teknologi SHS yang jadi inti performa

Omoda C9 PHEV memakai teknologi Super Hybrid System atau SHS yang juga digunakan pada Jaecoo J7 PHEV, tetapi dengan sejumlah peningkatan. Sistem ini mengandalkan transmisi hybrid 3-percepatan atau Dedicated Hybrid Transmission yang membantu mesin bensin tetap ikut mendorong roda, termasuk pada kecepatan rendah.

Pendekatan ini membuat karakter berkendaranya berbeda dari hybrid biasa. Mesin tidak hanya berfungsi sebagai pendukung, tetapi ikut menjaga tenaga tetap stabil saat akselerasi maupun saat mobil melaju di kondisi tertentu.

Desain luar masih identik, tetapi lebih agresif

Dari sisi tampilan, Omoda C9 PHEV masih mempertahankan basis desain dari versi bensinnya. Meski begitu, ada beberapa elemen yang memberi identitas lebih kuat sebagai mobil elektrifikasi dan membuat tampilannya terasa lebih modern.

Berikut beberapa pembeda penting pada eksteriornya:

  1. Velg alloy 20 inci yang memberi kesan sporty.
  2. Panoramic sunroof besar untuk kabin yang terasa lapang.
  3. Suspensi Continuous Damping Control untuk kenyamanan lebih baik.
  4. Port charging di sisi kiri sebagai penanda model PHEV.
  5. Emblem “PHEV” di bagian belakang.

Revisi kecil pada bumper depan juga membuat wajah mobil terlihat lebih agresif dibanding versi konvensionalnya.

Interior digital dengan nuansa premium

Masuk ke kabin, Omoda C9 PHEV tampil hampir serupa dengan varian mesin bensin. Namun, sejumlah detail digital membuat pengemudi lebih mudah memantau kerja sistem hybrid dan memanfaatkan fitur elektrifikasinya.

Di dalam kabin terdapat dual layar 12,3 inci untuk infotainment dan panel instrumen. Ada juga tampilan energy flow diagram yang menunjukkan distribusi tenaga, serta rotary knob untuk memilih mode EV atau HEV.

Material kabin tetap mengarah ke kelas premium. Atmosfer ini penting karena pasar yang dibidik bukan hanya pembeli yang mengejar efisiensi, tetapi juga konsumen yang ingin SUV dengan rasa mewah dan teknologi mutakhir.

Performa besar di kelas SUV PHEV

Omoda C9 PHEV tidak bermain aman pada sisi tenaga. Mobil ini menggabungkan mesin 1.500 cc turbo dengan tiga motor listrik, dua di depan dan satu di belakang, lalu disalurkan ke sistem AWD.

Spesifikasi utamanya sebagai berikut:

Komponen Data
Mesin bensin 1.500 cc turbo
Tenaga mesin 141 dk
Torsi mesin 215 Nm
Motor listrik 2 depan + 1 belakang
Tenaga gabungan 536 dk
Torsi gabungan 690 Nm
Penggerak AWD

Soal akselerasi, SUV ini mencatat 0–100 km/jam dalam 4,9 detik. Kecepatan puncaknya mencapai 180 km/jam, angka yang menempatkannya di level performa tinggi untuk sebuah SUV plug-in hybrid.

Jarak tempuh listrik panjang dan fast charging 70 kW

Salah satu daya tarik terbesar C9 PHEV ada pada paket baterainya. Mobil ini memakai baterai LFP 34,46 kWh yang mendukung jarak tempuh listrik hingga 145 km berdasarkan WLTP.

Dengan kombinasi bensin dan listrik, jarak totalnya diklaim mencapai 1.100 km. Angka ini membuat mobil lebih fleksibel untuk pemakaian harian di kota sekaligus perjalanan antarkota.

Untuk pengisian daya, Omoda C9 PHEV mendukung fast charging DC hingga 70 kW. Pengisian dari 30 persen ke 80 persen hanya membutuhkan sekitar 25 menit, sehingga waktu tunggu bisa ditekan saat pengguna perlu melanjutkan perjalanan.

Harga dan layanan purnajual di Malaysia

Di Malaysia, Omoda C9 PHEV dipasarkan sekitar RM 208.800 atau setara Rp900 jutaan dengan status OTR tanpa asuransi. Pada tahap awal, unit yang dijual masih berstatus CBU dan jumlahnya terbatas sebelum masuk ke tahap produksi lokal atau CKD.

Paket purnajualnya juga cukup menarik. Pembeli mendapat garansi kendaraan selama 7 tahun atau 200.000 km, serta garansi sistem elektrifikasi hingga 10 tahun. Skema ini menunjukkan bahwa pabrikan ingin memberi rasa aman pada konsumen yang baru beralih ke plug-in hybrid.

Peluang masuk ke Indonesia masih terbuka

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi soal kehadiran Omoda C9 PHEV di Indonesia. Namun, melihat pasar kendaraan elektrifikasi yang terus tumbuh dan minat konsumen terhadap SUV hybrid berperforma tinggi, peluang model ini masuk ke Tanah Air masih terbuka lebar.

Jika akhirnya dipasarkan di Indonesia, Omoda C9 PHEV berpotensi mengisi ceruk SUV premium yang menawarkan tenaga besar, jarak tempuh listrik memadai, dan dukungan fast charging yang praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Berita Terkait

Back to top button