
Pony AI mencatat tonggak penting dengan membukukan laba kuartalan pertama sejak berdiri. Perusahaan teknologi kendaraan otonom asal China itu juga menargetkan armada robotaxi globalnya menembus 3.000 unit pada akhir tahun ini.
Capaian tersebut datang di tengah upaya Pony AI memperluas operasi komersialnya di lebih banyak kota dan pasar internasional. Meski laba bersih itu terutama ditopang keuntungan investasi awal, hasil ini memberi sinyal bahwa model bisnis robotaxi mulai bergerak ke fase yang lebih matang.
Laba didorong keuntungan investasi
Pony AI melaporkan laba bersih sebesar 528 juta yuan atau sekitar $75,5 juta pada kuartal keempat. Perusahaan menegaskan bahwa angka itu menjadi laba kuartalan pertama sejak didirikan, namun sumber utama keuntungan berasal dari gain investasi, bukan dari bisnis inti robotaxi.
Di sisi lain, kerugian bersih setahun penuh pada 2025 menyempit 72% menjadi $76,8 juta. Pendapatan tahunan juga naik 20% menjadi $90 juta, menunjukkan aktivitas bisnis yang terus membesar meski profitabilitas operasional belum sepenuhnya stabil.
Chief Financial Officer Leo Wang mengatakan perusahaan melakukan investasi lebih awal untuk mempercepat komersialisasi. Pernyataan itu mencerminkan strategi Pony AI yang masih fokus membangun skala armada, memperluas layanan, dan memperkuat posisi di pasar yang semakin kompetitif.
Armada tumbuh dan mulai efisien
Hingga 25 Maret, armada robotaxi Pony AI telah mencapai 1.446 kendaraan. Perusahaan juga menyebut telah mencapai break-even per kendaraan di Guangzhou dan Shenzhen, dua kota penting bagi pengembangan layanan tanpa pengemudi di China.
Kinerja operasional di Shenzhen menjadi salah satu indikator paling menarik. Pada 22 Maret, robotaxi generasi ketujuh Pony AI mencatat pendapatan harian per kendaraan sebesar 394 yuan dengan 25 pesanan per kendaraan, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan di kota tersebut.
Data ini penting karena menunjukkan bahwa efisiensi unit ekonomi mulai membaik di beberapa pasar inti. Bagi bisnis robotaxi, kenaikan utilisasi kendaraan dan pendapatan per unit menjadi faktor kunci sebelum skala besar benar-benar menghasilkan laba berkelanjutan.
Target 3.000 robotaksi dan ekspansi global
Pony AI menargetkan lebih dari 3.000 robotaxi beroperasi secara global pada akhir tahun. Perusahaan juga berencana hadir di lebih dari 20 kota di seluruh dunia pada 2026, dengan hampir setengahnya berada di pasar luar negeri.
Berikut ringkasan target utama yang diumumkan perusahaan:
- Lebih dari 3.000 robotaxi global pada akhir tahun ini.
- Operasi di lebih dari 20 kota di seluruh dunia pada 2026.
- Hampir separuh ekspansi kota ditujukan ke pasar internasional.
- Fleet rollout dipercepat melalui kemitraan strategis dan model operasi lokal.
Langkah ekspansi itu terlihat dari rencana peluncuran layanan robotaxi di Zagreb, Kroasia. Pony AI menggandeng Uber dan startup lokal Verne untuk membawa layanan kendaraan otonom ke kota tersebut.
Jika terealisasi, Zagreb berpotensi menjadi kota Eropa pertama yang memiliki layanan taksi swakemudi berbayar dari model kerja sama ini. Dalam skema itu, Verne akan menangani operasional harian armada, sementara Uber akan mengintegrasikan layanan otonom ke jaringan ride-hailing globalnya.
Strategi dua mesin pertumbuhan
CEO James Peng menyebut fondasi yang dibangun di China akan membantu perusahaan mereplikasi model yang sama di pasar luar negeri. Ia juga menegaskan bahwa Pony AI akan mengandalkan dua mesin pertumbuhan untuk memasuki fase ekspansi berikutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Pony AI tidak hanya bergantung pada pasar domestik, tetapi juga menyiapkan struktur bisnis lintas negara. Pendekatan ini penting karena industri robotaxi membutuhkan kombinasi teknologi, regulasi, kemitraan lokal, dan modal besar untuk berkembang.
Pony AI kini berada pada titik yang menarik, karena laba kuartalan pertama datang bersamaan dengan pertumbuhan armada, perbaikan efisiensi di kota tertentu, dan ambisi ekspansi yang semakin agresif. Fokus berikutnya akan tertuju pada apakah peningkatan skala itu dapat mengubah keuntungan yang didorong investasi menjadi profit yang lebih konsisten dari bisnis robotaxi inti.
Source: cnevpost.com








