Toyota tengah memberi sinyal baru soal kemungkinan hadirnya Tacoma plug-in hybrid di pasar Amerika. Petunjuk itu muncul dari dua permohonan paten yang mengulas penempatan baterai pada truk berbingkai tangga, sebuah area yang selama ini menjadi tantangan utama untuk kendaraan elektrifikasi.
Dokumen paten tersebut pertama kali disorot oleh CarBuzz, lalu menunjukkan bahwa Toyota tidak sedang membahas model baru secara langsung. Fokusnya adalah bagaimana menyusun paket baterai besar tanpa merusak fungsi utama pickup, seperti ruang bak, kemampuan off-road, dan struktur sasis yang khas pada segmen ini.
Pasar pickup plug-in mulai bergerak
Electrified pickup memang belum menjadi pemandangan umum di Amerika Serikat, tetapi arahnya sudah jelas terlihat di pasar global. Ford telah meluncurkan Ranger PHEV, BYD mendorong Shark plug-in hybrid ke pasar seperti Meksiko, Asia, dan Australia, sementara Nissan juga mengenalkan versi plug-in Frontier untuk pasar luar negeri.
Toyota sendiri sebenarnya tidak asing dengan elektrifikasi truk. Di luar Amerika, pabrikan asal Jepang itu sudah memamerkan Hilux bertenaga baterai, tetapi Tacoma sebagai pickup menengah andalan di AS belum mendapat varian plug-in.
Apa isi paten Toyota
Kedua paten yang diajukan ke US Patent and Trademark Office pada Agustus 2025, dengan nomor 20260061820 dan 20260061819, lalu dipublikasikan pada Maret. Dari isi dokumen, Toyota tampak sedang mencari solusi penempatan baterai yang efisien untuk pickup plug-in hybrid.
Masalah teknisnya cukup besar karena pickup body-on-frame punya ruang terbatas di bagian bawah bodi. Mesin, transmisi, driveshaft, knalpot, dan suspensi bersaing memperebutkan ruang yang sama, sehingga baterai besar tidak mudah dipasang seperti pada mobil penumpang.
Dua pendekatan baterai yang sedang dipelajari
Salah satu paten menunjukkan satu paket baterai utama yang ditempatkan di bawah lantai bak, tepat di antara roda belakang dan di atas rail rangka. Desain ini membuat lantai bak sedikit lebih tinggi, tetapi ruang kabin tetap hampir tidak berubah.
Paten lainnya mengambil pendekatan berbeda dengan membagi sistem baterai menjadi dua paket. Satu baterai ditempatkan di bawah area penumpang belakang, sementara paket lainnya berada di bawah bak kargo, sehingga beban tersebar lebih merata di sasis.
Berikut ringkasan dua konsep tersebut:
Paket tunggal di bawah bak
- Dipasang di antara roda belakang.
- Menjaga kabin tetap familiar.
- Membutuhkan lantai bak yang sedikit lebih tinggi.
- Paket ganda di bawah kabin dan bak
- Membagi bobot ke dua titik.
- Membantu integrasi baterai lebih fleksibel.
- Tetap mempertahankan ruang kabin dan fungsi bak.
Mengapa ini relevan untuk Tacoma
Tacoma sudah ditawarkan dengan sistem i-Force Max hybrid, tetapi plug-in hybrid akan membawa elektrifikasi ke level yang lebih jauh. Dengan baterai yang lebih besar, Toyota bisa memberi jarak tempuh listrik yang lebih berguna untuk penggunaan harian tanpa mengorbankan kemampuan tarik dan karakter off-road.
Itu juga bisa membantu Tacoma bersaing di tengah pasar yang mulai bergerak ke arah elektrifikasi truk. Di segmen menengah, konsumen biasanya menuntut kompromi yang sangat kecil antara efisiensi, daya tahan, dan kemampuan kerja, sehingga tata letak baterai menjadi faktor penentu.
Patennya belum berarti model siap meluncur
Paten tidak otomatis berarti sebuah model baru akan segera diproduksi. Banyak pabrikan mendaftarkan solusi teknik yang akhirnya tidak pernah masuk jalur produksi, terutama ketika mereka masih menguji biaya, kemasan, dan kebutuhan pasar.
Namun, waktu kemunculan paten ini menarik karena Toyota sedang memperluas strategi elektrifikasi di lini pick-up global. Jika konsep penempatan baterai ini benar-benar diterapkan, Tacoma plug-in bisa muncul sebagai solusi yang tetap menjaga ciri utama pickup Toyota sambil menambah kemampuan berkendara listrik untuk penggunaan jarak pendek.







