Contraflow KM 70-47 Arah Jakarta Diberlakukan, Arus Balik Mulai Menekan Tol Japek

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama Kepolisian mulai memberlakukan contraflow di Ruas Tol Jakarta–Cikampek untuk arah Jakarta pada KM 70 hingga KM 47. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan mulai pukul 08.49 WIB sebagai respons atas peningkatan volume kendaraan pada periode arus balik Idulfitri 1447 H/2026.

Kebijakan tersebut menyasar jalur yang selama arus balik kerap menjadi titik padat karena menjadi akses utama menuju ibu kota. JTT menyebut langkah ini diambil agar arus kendaraan tetap bergerak optimal ketika lonjakan perjalanan dinilai mulai menunjukkan peningkatan signifikan.

Rekayasa lalu lintas untuk menjaga laju kendaraan

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa penerapan contraflow merupakan bagian dari strategi pengaturan lalu lintas yang disusun bersama Kepolisian. Langkah ini ditujukan untuk menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan di tengah peningkatan mobilitas arus balik.

“JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh Kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak optimal, khususnya pada periode arus balik yang mengalami peningkatan volume kendaraan,” ujar Ria dalam keterangan resminya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa rekayasa bukan hanya bersifat situasional, tetapi juga menjadi bagian dari pengendalian lalu lintas di koridor utama Trans-Jawa.

Langkah pendukung di lapangan

Selain contraflow, JTT juga mengoptimalkan layanan di Gerbang Tol Cikampek Utama. Hingga 22 gardu tol dioperasikan untuk melayani transaksi kendaraan yang mengarah ke Jakarta, dengan tujuan mengurangi penumpukan saat pembayaran tol berlangsung.

Penguatan layanan di pintu tol ini penting karena antrean di gerbang sering menjadi efek domino yang memperburuk kepadatan di badan jalan. Dengan jumlah gardu yang lebih banyak, laju kendaraan diharapkan lebih stabil saat memasuki titik-titik transaksi.

Fokus pengamanan arus balik

Petugas operasional juga disiagakan di sejumlah titik strategis di ruas tol tersebut. Mereka bertugas mengatur lalu lintas, membantu pengguna jalan, dan memastikan kondisi lapangan tetap kondusif selama periode arus balik yang biasanya bergerak dinamis dari waktu ke waktu.

Keberadaan petugas di lapangan menjadi elemen penting karena kondisi lalu lintas di jalur tol arah Jakarta dapat berubah cepat akibat volume kendaraan yang tinggi. Dalam situasi seperti ini, koordinasi antara operator jalan tol dan aparat kepolisian menjadi kunci agar rekayasa yang diberlakukan bisa berjalan efektif.

Hal yang perlu diperhatikan pengendara

Pengguna jalan yang melintas di Tol Jakarta–Cikampek saat contraflow diberlakukan perlu menyesuaikan strategi perjalanan. Kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi faktor utama agar rekayasa lalu lintas tidak justru memunculkan risiko baru di perjalanan.

Berikut hal yang perlu diperhatikan pengemudi:

  1. Patuhi rambu dan petunjuk petugas di lapangan.
  2. Jaga kecepatan kendaraan agar tetap stabil dan aman.
  3. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum masuk tol.
  4. Periksa kondisi fisik pengemudi agar tetap fokus selama perjalanan.
  5. Siapkan waktu tempuh lebih longgar karena arus balik berpotensi padat di beberapa titik.

Langkah antisipatif seperti ini penting karena arus balik biasanya menyuguhkan kombinasi antara kepadatan lalu lintas, kelelahan pengemudi, dan meningkatnya kebutuhan layanan di jalur utama. Dengan contraflow KM 70–47 arah Jakarta, pengelola jalan tol dan kepolisian berupaya menjaga arus kendaraan tetap bergerak di tengah tekanan volume lalu lintas yang terus naik di koridor Jakarta–Cikampek.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button