
Xpeng resmi memulai produksi massal global untuk GX, SUV full-size enam penumpang yang langsung menarik perhatian pasar otomotif China. Model ini datang dengan sorotan utama pada teknologi steer-by-wire generasi terbaru dari Bosch, sebuah sistem yang dirancang untuk mendukung kemampuan berkendara otonom Level 4.
GX juga menjadi model produksi pertama dengan line-control steering berkemampuan L4 di segmen harga di bawah 500.000 yuan, atau sekitar Rp1,1 miliaran, menurut laporan IThome. Pencapaian itu membuat Xpeng GX bukan hanya sekadar SUV besar, tetapi juga kandidat kuat di kelas kendaraan pintar yang makin kompetitif.
Teknologi Kemudi yang Jadi Sorotan
Salah satu nilai jual paling menonjol dari Xpeng GX ada pada sistem steer-by-wire yang dipasang di roda depan dan belakang. Teknologi ini menghilangkan ketergantungan penuh pada koneksi mekanis konvensional, lalu menggantinya dengan kontrol elektronik yang lebih presisi.
Sistem tersebut mengintegrasikan lebih dari 100 fungsi, yang memberi ruang lebih besar bagi pengembangan fitur bantuan pengemudi dan otonom. Dalam konteks kendaraan modern, pendekatan ini penting karena produsen berlomba menghadirkan kendaraan yang lebih responsif, stabil, dan siap menerima pembaruan perangkat lunak di masa depan.
Performa Mengandalkan Dua Motor Listrik
Di sektor dapur pacu, Xpeng GX memakai sistem penggerak semua roda pintar dengan dua motor listrik. Teknologi yang digunakan adalah 800V mixed-silicon-carbide coaxial electric drive racikan Xpeng, sebuah arsitektur yang dirancang untuk efisiensi dan performa tinggi.
Output tenaga yang disebutkan mencapai 576 hp dengan torsi puncak 695 Nm. Sementara itu, tenaga sistemnya tercatat 585 PS, angka yang menunjukkan bahwa SUV ini diposisikan untuk memberikan akselerasi bertenaga sekaligus menjaga karakter kendaraan keluarga premium.
Arsitektur Baterai dan Pengisian Cepat
Xpeng juga membekali GX dengan platform baterai 800V AI battery platform. Arsitektur ini mendukung pengisian ultra-cepat 5C, yang menjadi salah satu keunggulan penting di tengah meningkatnya kebutuhan mobil listrik dengan waktu isi daya yang singkat.
Meski begitu, sejumlah data teknis utama masih belum diumumkan. Kapasitas baterai, kecepatan maksimum, akselerasi 0–100 km/jam, jarak tempuh, dan siklus pengujian baterai masih menunggu pengumuman resmi dari pabrikan.
Ukuran Besar, Kabin Enam Kursi
Secara dimensi, Xpeng GX memiliki panjang 5.265 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.800 mm. Wheelbase-nya mencapai 3.115 mm, yang menempatkan model ini sebagai salah satu SUV enam penumpang terbesar di China.
Konfigurasi kabin dibuat untuk enam kursi dengan layout penumpang dan ruang penyimpanan yang diklaim standar. Berikut ringkasan ukuran dan konfigurasi utama GX:
| Aspek | Data |
|---|---|
| Panjang | 5.265 mm |
| Lebar | 1.999 mm |
| Tinggi | 1.800 mm |
| Wheelbase | 3.115 mm |
| Konfigurasi | 6 kursi |
| Penggerak | AWD pintar, dua motor |
Ukuran besar ini memberi keleluasaan bagi kabin, namun juga menuntut sistem kendali yang baik agar mobil tetap lincah di berbagai kondisi jalan. Di titik itu, steer-by-wire di depan dan belakang menjadi fitur yang sangat relevan untuk menunjang manuver SUV berdimensi bongsor.
Siap Hadapi Rival Premium
Di pasar, Xpeng GX akan bertemu langsung dengan SUV premium full-size lain seperti Li Auto L9, Aito M9, Zeekr 9X, dan Denza N9. Persaingan di kelas ini bukan hanya soal tenaga dan ukuran, tetapi juga kualitas perangkat lunak, efisiensi pengisian daya, serta kesiapan fitur bantuan berkendara.
Varian extended-range juga tengah disiapkan dengan dukungan fast charging 5C, yang membuat GX berpeluang menyasar konsumen yang menginginkan fleksibilitas lebih besar dibanding full electric murni. Sebelumnya, model ini dikenal dengan kode G01 dan sempat muncul lewat gambar resmi dengan desain yang sekilas mirip Range Rover, sebelum akhirnya masuk ke fase produksi massal global.
Source: www.otodriver.com








