
Harga BBM hari ini, 27 Maret, masih menjadi perhatian banyak pengendara yang mulai bersiap meninggalkan jalur mudik dan kembali ke kota. Di fase akhir arus Lebaran, kebutuhan BBM tetap tinggi karena lalu lintas di tol dan jalan arteri utama belum sepenuhnya lengang, meski kepadatan di sejumlah titik sudah menurun.
Penyesuaian harga yang berlaku di SPBU besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo sejak awal bulan masih menjadi patokan utama bagi pengendara. BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap bertahan tanpa perubahan harga, sementara produk non-subsidi pada umumnya mengalami penyesuaian di kisaran ratusan rupiah hingga lebih dari seribu rupiah per liter.
Pertamina masih jadi acuan terbesar
Untuk Pertamina, harga BBM nonsubsidi sudah naik sejak awal bulan, sedangkan BBM subsidi tetap stabil. Di wilayah Jawa, Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Adapun harga Pertamax tercatat Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Data ini menunjukkan bahwa produk diesel dan bensin beroktan tinggi masih berada di level yang lebih tinggi dibanding BBM subsidi.
Di beberapa wilayah, harga Pertamax dan varian diesel juga berbeda. Berikut contoh harga Pertamina di sejumlah kawasan:
- DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur: Pertamax Rp12.300, Dexlite Rp14.200, Pertamina Dex Rp14.500.
- Aceh dan Sumatera Utara: Pertamax Rp12.600, Dexlite Rp14.500, Pertamina Dex Rp14.800.
- Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau: Pertamax Rp12.900, Dexlite Rp14.800, Pertamina Dex Rp15.100.
- Bali dan Nusa Tenggara Barat: Pertamax Rp12.300, Dexlite Rp14.200, Pertamina Dex Rp14.500.
- Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara: Pertamax Rp12.900, Dexlite Rp14.800, Pertamina Dex Rp15.100.
Shell, BP, dan Vivo ikut menyesuaikan
Shell Indonesia juga menyesuaikan harga BBM, dengan kenaikan berkisar dari Rp220 hingga Rp1.020 per liter. Shell Super kini berada di Rp12.390 per liter, Shell V-Power Rp12.500 per liter, Shell V-Power Nitro+ Rp12.720 per liter, dan Shell V-Power Diesel Rp14.620 per liter.
BP-AKR mencatat harga yang hampir serupa pada sejumlah produk utamanya setelah penyesuaian di kisaran Rp340 hingga Rp1.020 per liter. BP 92 dijual Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.620 per liter.
Vivo juga menaikkan harga BBM dengan rentang kenaikan sekitar Rp340 hingga Rp1.000 per liter. Revvo 92 dipatok Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Plus Rp14.610 per liter.
Ringkasan harga BBM per 27 Maret
Berikut daftar sederhana harga sejumlah BBM di SPBU besar yang banyak dicari pengendara:
| Penyedia | Produk | Harga |
|---|---|---|
| Pertamina | Pertalite | Rp10.000 |
| Pertamina | Biosolar | Rp6.800 |
| Pertamina | Pertamax | Rp12.300 |
| Shell | Shell Super | Rp12.390 |
| Shell | Shell V-Power | Rp12.500 |
| BP | BP 92 | Rp12.390 |
| BP | BP Ultimate | Rp12.500 |
| Vivo | Revvo 92 | Rp12.390 |
| Vivo | Revvo 95 | Rp12.930 |
Stok aman, arus balik mulai diperhitungkan
Kabar baiknya, stok BBM di berbagai wilayah dilaporkan aman menjelang arus balik. Kondisi ini penting karena perjalanan dari kampung halaman ke kota biasanya memicu lonjakan konsumsi BBM dalam waktu singkat, terutama pada kendaraan pribadi yang menempuh jarak jauh.
Situasi pascalebaran juga membuat banyak pengendara lebih selektif memilih jenis BBM. Sebagian tetap mengandalkan Pertalite dan Biosolar karena harganya stabil, sementara pengguna mobil bensin modern dan diesel non-subsidi perlu memperhatikan selisih harga antar-SPBU agar biaya perjalanan tetap terkendali.
Dengan harga yang relatif seragam di sejumlah merek dan stok yang masih aman, pengendara bisa lebih mudah merencanakan pengisian bahan bakar sebelum masuk ke jalur padat arus balik. Pemantauan harga BBM tetap penting, terutama bagi mereka yang menempuh perjalanan lintas provinsi dan ingin menjaga efisiensi selama perjalanan pulang ke kota.









