Insiden mobil terbakar di ruas Tol KM 459B wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi pengingat bahwa perjalanan mudik tidak hanya menuntut kesiapan fisik pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan. Peristiwa itu terjadi saat arus mudik sedang padat dan sempat memicu kepanikan karena api muncul tiba-tiba dari kendaraan yang sedang melaju.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan bahwa kobaran api cepat membesar dan asap tebal membubung di lokasi kejadian. Kondisi tersebut membuat situasi di jalan tol berisiko memicu kecelakaan lanjutan, sehingga petugas segera melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
Petugas bergerak cepat di lokasi
Personel Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga yang tergabung dalam Tim Pecah Arus langsung mendatangi titik kejadian. Mereka mengatur arus kendaraan agar antrean tidak semakin panjang dan mencegah pengendara lain terdampak oleh asap serta potensi ledakan atau penjalaran api.
Dalam keterangan tertulis, Ade mengatakan petugas juga berupaya memadamkan api yang sempat menyala di badan kendaraan. Api kemudian berhasil dipadamkan sebelum menjalar lebih jauh, dan kendaraan yang terbakar segera dievakuasi dari lokasi.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas kembali normal, namun kejadian tersebut tetap menjadi alarm penting bagi para pemudik yang akan menempuh perjalanan jauh melalui jalan tol.
Peringatan untuk pemudik agar cek kendaraan
Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 Polda Jateng Kombes Artanto menegaskan pentingnya memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum digunakan. Ia mengingatkan bahwa pemeriksaan rutin bisa mencegah kejadian tak terduga, termasuk risiko kebakaran saat perjalanan.
Artanto juga meminta masyarakat segera menghubungi petugas bila menghadapi keadaan darurat di jalan. Menurut dia, keselamatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan mudik, terutama ketika lalu lintas padat dan jarak tempuh panjang meningkatkan beban kendaraan.
Langkah sederhana sebelum berangkat mudik
Pemeriksaan kendaraan tidak harus rumit, tetapi perlu dilakukan secara menyeluruh. Berikut beberapa hal dasar yang sebaiknya dicek sebelum berangkat:
- Kondisi mesin, termasuk suara tidak normal dan indikasi panas berlebih.
- Sistem kelistrikan, kabel, dan aki agar tidak memicu korsleting.
- Oli, air radiator, dan cairan pendukung lain supaya mesin tetap stabil.
- Ban, tekanan angin, dan kondisi permukaan ban untuk menjaga traksi.
- Rem, lampu, dan wiper agar kendaraan aman saat melaju dalam berbagai kondisi.
- Perlengkapan darurat seperti APAR, dongkrak, segitiga pengaman, dan kotak P3K.
Pengecekan seperti ini penting karena banyak gangguan di perjalanan bermula dari masalah kecil yang diabaikan. Dalam kondisi perjalanan jarak jauh, satu komponen yang bermasalah bisa berkembang menjadi gangguan serius dan membahayakan penumpang maupun pengguna jalan lain.
Risiko yang sering muncul saat arus mudik
Saat arus mudik meningkat, kendaraan biasanya bekerja lebih berat dari biasanya. Mesin lebih lama menyala, rem lebih sering digunakan, dan beban penumpang maupun barang sering bertambah di luar kondisi harian.
Situasi itu membuat pemilik kendaraan perlu lebih waspada terhadap tanda-tanda kerusakan. Bau terbakar, asap tipis dari kap mesin, indikator suhu naik, atau tenaga mobil yang terasa menurun harus segera ditangani sebelum perjalanan dilanjutkan.
Kasus di Tol Salatiga menunjukkan bahwa kebakaran kendaraan bisa terjadi secara mendadak dan cepat berkembang di tengah lalu lintas padat. Karena itu, pemeriksaan rutin sebelum berangkat, disiplin saat berkendara, dan respons cepat saat ada tanda bahaya menjadi langkah penting agar perjalanan mudik tetap aman hingga tujuan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com