
PT Jasa Marga menyediakan akses kamera pengawas atau CCTV di ruas tol Jasa Marga Group serta fitur pemetaan rute melalui aplikasi Travoy untuk membantu pemudik memantau kondisi perjalanan secara langsung. Fasilitas ini dirancang agar pengguna jalan bisa melihat situasi lalu lintas, memperkirakan waktu tempuh, dan menyiapkan rute yang paling efisien sebelum memasuki jalan tol.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyebut aplikasi tersebut memberi informasi yang lebih utuh bagi pengguna jalan. Melalui fitur route finder, pemudik dapat mengetahui gerbang tol yang akan dilalui, tarif yang perlu dibayar, dan rute tercepat menuju tujuan.
CCTV dan pantauan lalu lintas real time
Jasa Marga menempatkan akses CCTV sebagai salah satu alat bantu utama bagi pemudik yang ingin membaca kondisi jalan tol lebih awal. Lewat Travoy, pengguna dapat melihat situasi di sejumlah ruas tol Jasa Marga Group tanpa harus menebak kepadatan kendaraan di lapangan.
Informasi real time ini penting pada masa arus mudik karena volume kendaraan biasanya meningkat tajam. Dengan memantau kondisi dari aplikasi, pengemudi bisa menahan laju, memilih waktu berangkat yang lebih tepat, atau mencari alternatif rute saat terjadi kepadatan.
Fitur route finder bantu hitung biaya dan waktu tempuh
Fitur route finder menjadi pembaruan yang paling relevan bagi pemudik yang ingin menyusun perjalanan lebih rapi. Ria menjelaskan bahwa fitur ini memungkinkan pengguna memperkirakan gerbang tol yang akan dilalui serta tarif yang harus dibayar di sepanjang perjalanan.
Selain membantu menghitung biaya, fitur ini juga berguna untuk memperkirakan waktu tempuh. Informasi tersebut dapat mengurangi risiko salah rute dan memudahkan pengemudi menilai apakah perjalanan perlu dipecah atau tetap ditempuh langsung.
Langkah memanfaatkan Travoy saat mudik
Agar fitur yang tersedia bisa digunakan secara optimal, pemudik dapat mengikuti langkah sederhana berikut:
- Unduh aplikasi Travoy di gawai sebelum berangkat.
- Buka fitur CCTV untuk mengecek kondisi ruas tol yang akan dilewati.
- Gunakan route finder untuk mencari rute tercepat menuju tujuan.
- Cek gerbang tol yang akan dilalui beserta estimasi tarifnya.
- Sesuaikan jam keberangkatan jika terdeteksi potensi kepadatan tinggi.
Langkah tersebut membantu pengguna jalan membuat keputusan lebih cepat saat perjalanan mudik berlangsung. Dengan begitu, risiko terjebak antrean panjang atau salah memilih jalur bisa ditekan sejak awal.
Imbauan hindari jam favorit di Tol Jakarta-Cikampek
Sebelumnya, Jasa Marga juga mengimbau pemudik agar menghindari jam favorit saat melintasi Tol Jakarta-Cikampek, yaitu pukul 06.00-16.00 WIB. Imbauan ini muncul karena periode tersebut kerap menjadi waktu padat, terutama ketika sebagian besar pemudik bergerak serempak menuju kampung halaman.
Ria menyampaikan bahwa pada periode H-10 hingga H-7 Lebaran, Gerbang Tol Cikampek Utama sudah dilintasi 168 ribu kendaraan. Angka itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dan menandakan pergerakan mudik mulai meningkat lebih awal.
Pada hari yang sama, hingga pukul 12.30 WIB, tercatat 23 ribu kendaraan telah melewati gerbang tol tersebut. Jumlah itu disebut berada sekitar 100 persen di atas kondisi normal, sehingga pengaturan waktu perjalanan menjadi semakin penting bagi pemudik.
Antisipasi sejak sebelum berangkat
Kombinasi CCTV, route finder, dan informasi lalu lintas di Travoy memberi ruang bagi pemudik untuk merencanakan perjalanan dengan lebih presisi. Di tengah meningkatnya mobilitas jelang Lebaran, akses informasi seperti ini menjadi salah satu bekal penting agar perjalanan di tol bisa lebih terkendali dan efisien.
Jasa Marga pun mendorong pengguna jalan untuk tidak hanya mengandalkan perkiraan pribadi, tetapi memanfaatkan data lalu lintas yang tersedia dalam aplikasi. Dengan cara itu, pemudik dapat menyesuaikan rute, biaya, dan waktu tempuh secara lebih tepat ketika melintasi jaringan tol Jasa Marga Group.









