Stok 2026 Masih Menumpuk, Smart Turunkan Harga Mobil Besarnya

Smart sedang menghadapi tantangan serius di pasar kendaraan listrik China. Model berukuran besar yang mereka dorong justru belum mendapat respons kuat, sementara stok produksi lama masih menumpuk di dealer dan harga jualnya ikut ditekan.

Data penjualan menunjukkan merek ini hanya membukukan 29.986 unit mobil baru pada periode Maret hingga Februari. Dari angka itu, Model #1 masih menjadi penopang utama dengan kontribusi 64 persen, sedangkan #3 menyumbang 14 persen dan #5 sebesar 22 persen.

Tekanan datang dari model berukuran besar

Masalah utama Smart bukan sekadar volume penjualan yang rendah, tetapi juga arah strategi produknya. Merek yang selama ini dikenal lewat mobil kompak kini justru mendorong kendaraan yang lebih besar, meski pasar belum tentu sepenuhnya menerima perubahan tersebut.

Model flagship Smart #5 menjadi contoh paling jelas. Mobil ini sempat dipromosikan besar-besaran, tetapi performa penjualannya tidak sejalan dengan ekspektasi, bahkan dilaporkan konsisten berada di level ratusan unit per bulan.

Saat permintaan tidak kuat, stok lama menjadi beban. Kondisi itu membuat beberapa unit berstatus belum teregistrasi mulai dijajakan lewat dealer mobil bekas dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding banderol resmi.

Diskon besar pada stok produksi akhir 2024

Yuan Auto melaporkan ada Smart #5 baru yang ditawarkan dengan potongan harga sekitar 100.000 yuan. Jika harga resmi varian termewahnya 269.900 yuan, unit yang dijual dealer bekas tersebut ditawarkan seharga 169.800 yuan.

Seorang karyawan dealer menyebut unit itu merupakan varian dengan jarak tempuh lebih jauh dan diproduksi pada akhir 2024. Ia juga mengatakan harga masih bisa ditekan lagi jika pembeli memakai skema tukar tambah atau pembiayaan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa masalah Smart tidak hanya terkait positioning produk, tetapi juga soal kecepatan perputaran stok. Mobil yang terlalu lama tersimpan di jaringan penjualan cenderung memaksa penjual memberi insentif lebih agresif agar unit segera keluar.

Rincian model yang menopang penjualan Smart

Berikut gambaran singkat kontribusi model Smart berdasarkan data yang tersedia:

Model Kontribusi penjualan
Smart #1 64 persen
Smart #3 14 persen
Smart #5 22 persen

Komposisi itu menunjukkan model yang lebih kecil masih lebih diterima pasar. Sebaliknya, model yang lebih besar belum berhasil menjadi penggerak utama meski mendapat sorotan lebih besar dalam promosi.

Strategi membesar justru memicu pertanyaan

Langkah Smart memperbesar dimensi kendaraan dinilai berisiko karena berlawanan dengan citra merek yang sudah melekat. Konsumen selama ini mengenal Smart sebagai produsen mobil mungil, sehingga transisi ke kendaraan yang lebih besar membutuhkan pembuktian yang kuat di pasar.

Bahkan, Smart sudah menyiapkan model berikutnya bernama #6. Berdasarkan dokumen regulasi, kendaraan ini memiliki panjang nyaris 5 meter dengan jarak sumbu roda 2.926 mm, menjadikannya model terpanjang dalam lini Smart.

Ukuran yang makin besar memberi ruang kabin lebih lega, tetapi juga memperlebar jarak dari identitas awal merek. Dalam pasar yang kompetitif, perubahan citra seperti ini sering kali menuntut harga, fitur, dan nilai jual yang benar-benar meyakinkan agar konsumen tidak beralih ke merek lain.

Pasar menilai ulang arah Smart

Fenomena stok lama yang masih tersisa dan harga yang diturunkan memberi sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya mengikuti arah baru Smart. Di tengah persaingan kendaraan listrik yang ketat, strategi produk perlu selaras dengan persepsi konsumen, jaringan penjualan, dan kemampuan model baru menciptakan permintaan berkelanjutan.

Selama model yang lebih besar belum mampu mengulang keberhasilan varian kompak, tekanan pada stok dan harga seperti yang terjadi pada Smart #5 masih berpotensi berlanjut di jaringan dealer.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com
Exit mobile version