Bongkar Biaya 10 Tahun Honda Brio Vs BYD Atto 1, Ternyata Yang Paling Hemat Bukan Yang Kamu Kira

Jika dilihat dari total biaya kepemilikan atau total cost of ownership (TCO), mobil listrik BYD Atto 1 ternyata masih bisa lebih hemat daripada Honda Brio dalam horizon 10 tahun. Perhitungan ini tetap menarik meski Atto 1 dianggap tidak punya nilai jual kembali sama sekali pada tahun ke-10.

Perbandingan ini relevan untuk pembaca yang memakai mobil harian dengan jarak tempuh tinggi, misalnya komuter Jabodetabek yang menempuh sekitar 20.000 km per tahun. Dalam skenario seperti itu, harga beli hanya sebagian kecil dari pengeluaran total, karena biaya energi, servis, pajak, dan nilai jual kembali ikut menentukan besar-kecilnya beban dompet.

Hitung Modal Awal: Brio Lebih Praktis, Atto 1 Butuh Charger

Honda Brio Satya E CVT dipakai sebagai pembanding dengan harga OTR sekitar Rp202,5 juta. Di sisi lain, BYD Atto 1 Dynamic hadir di kisaran harga sedikit di bawah Brio, tetapi pembeli EV yang belum punya perangkat pengisian di rumah perlu menambah biaya sekitar Rp15 juta.

Biaya tambahan itu mencakup wall charger, instalasi, grounding, sertifikasi, hingga penyesuaian daya PLN 7.700 VA. Artinya, dari sisi kesiapan awal, Brio memang lebih sederhana karena cukup isi bensin lalu pakai.

Biaya Energi Selama 10 Tahun Jauh Beda

Pada pos paling besar, selisihnya mulai terlihat jelas. Honda Brio dengan konsumsi 16,9 km/liter dan asumsi harga Pertamax Rp12.500 per liter akan menghabiskan sekitar Rp148 juta untuk bahan bakar selama 10 tahun.

BYD Atto 1 dengan konsumsi 8,8 km/kWh dan tarif listrik rumah Rp2.000 per kWh hanya membutuhkan sekitar Rp41 juta untuk periode yang sama. Selisih biaya energi ini menembus lebih dari Rp100 juta, dan itu menjadi alasan utama EV mulai unggul di pemakaian jangka panjang.

Servis dan Pajak: EV Lebih Ringan di Pengeluaran Rutin

Mobil bensin punya kebutuhan perawatan yang lebih kompleks, mulai dari ganti oli hingga filter dan pembersihan komponen mesin. Berdasarkan simulasi yang dipakai dalam referensi, biaya servis Honda Brio selama 10 tahun mencapai sekitar Rp22,3 juta.

BYD Atto 1 lebih sederhana dalam hal perawatan, sehingga estimasi servis 10 tahunnya hanya sekitar Rp10 juta. Di sisi pajak, Atto 1 juga diuntungkan karena menikmati tarif pajak 0%, sedangkan Brio diperkirakan memerlukan sekitar Rp3,1 juta per tahun atau Rp31 juta selama 10 tahun di Jakarta.

Tabel Perbandingan Biaya 10 Tahun

KomponenHonda BrioBYD Atto 1
Harga beli awalRp202,5 jutasedikit di bawah Brio
Biaya charger rumahRp0Rp15 juta
Energi 10 tahunRp148 jutaRp41 juta
Servis 10 tahunRp22,3 jutaRp10 juta
Pajak 10 tahunRp31 jutaRp0
Estimasi nilai jual kembaliRp118,5 jutaRp0 dalam skenario terburuk

Angka di atas menunjukkan bahwa penghematan EV tidak datang dari satu faktor saja. Justru kombinasi biaya energi rendah, servis lebih murah, dan pajak nol membuat total pengeluaran Atto 1 lebih rendah meski ada tambahan biaya charger.

Nilai Jual Kembali Jadi Kartu Kuat Brio

Di titik ini, Honda Brio masih punya keunggulan penting yang tidak dimiliki EV secara jelas, yaitu resale value. Brio dikenal punya pasar bekas yang kuat, dan dalam simulasi ini mobil berusia 10 tahun masih diperkirakan laku sekitar Rp118,5 juta.

Masalahnya, pasar mobil listrik bekas di Indonesia belum setua mobil bensin, sehingga harga jual kembalinya belum stabil. Karena itu, skenario perhitungan Atto 1 sering dibuat konservatif, bahkan dengan asumsi nilai jualnya nol rupiah sekalipun.

Hasil Akhir TCO 10 Tahun

Setelah semua komponen dijumlahkan, total pengeluaran Honda Brio mencapai sekitar Rp286.112.500. Sementara itu, total biaya BYD Atto 1 berada di kisaran Rp261.000.000.

Selisihnya sekitar Rp25 juta dan ini menunjukkan bahwa untuk pemilik yang menempuh jarak jauh serta berencana memakai mobil dalam waktu lama, BYD Atto 1 lebih hemat secara total. Namun, bagi pembeli yang ingin aman dengan nilai jual kembali kuat, infrastruktur pengisian yang belum merata, dan kemungkinan mengganti mobil sebelum 10 tahun, Honda Brio masih terasa lebih tenang untuk dipilih.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com

Terkait