One Way Arus Balik Diperluas Hingga Km 70 Cikampek Utama, 22 Gardu Disiapkan

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memperluas dukungan operasional di Gerbang Tol Cikampek Utama setelah rekayasa lalu lintas one way arus balik kembali diterapkan secara bertahap di jalur Trans-Jawa. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran kendaraan yang bergerak menuju arah Jakarta saat volume lalu lintas meningkat pada periode pulang kampung.

Pada tahap awal, one way lokal diberlakukan dari Km 132 ruas Tol Cikopo–Palimanan hingga Km 70 GT Cikampek Utama pada pukul 08.47 WIB. Tidak lama berselang, skema itu diperluas dari Km 263 ruas Tol Pejagan–Pemalang hingga Km 70 GT Cikampek Utama Ruas Tol Jakarta–Cikampek pada pukul 10.23 WIB.

Pengaturan di GT Cikampek Utama

GT Cikampek Utama menjadi titik krusial karena berfungsi sebagai barrier terakhir yang menerima kendaraan dari arah timur Trans-Jawa. Untuk mendukung arus balik, JTT mengoperasikan 22 gardu bagi kendaraan yang menuju Jakarta.

Pengoperasian gardu tidak bersifat statis. JTT menyebut penyesuaian dapat dilakukan secara situasional sesuai perkembangan volume lalu lintas di lapangan.

Jika kepadatan terus meningkat, kapasitas layanan di gerbang ini dapat dinaikkan hingga 26 gardu. Langkah tersebut ditujukan agar arus kendaraan tetap bergerak dan tidak menumpuk di satu titik.

Alasan rekayasa lalu lintas diperluas

Penerapan one way lokal yang diperluas menunjukkan bahwa volume arus balik berada pada level yang perlu dikendalikan dengan cepat. Pola seperti ini lazim dipakai dalam pengaturan mudik dan balik untuk memusatkan lajur pada arah yang dominan.

Dalam situasi arus balik, kepolisian dan pengelola jalan tol biasanya bekerja beriringan agar suplai lajur, pengaturan gardu, dan respons terhadap kepadatan bisa dilakukan lebih efektif. Pendekatan ini penting karena titik pertemuan arus dari berbagai ruas tol dapat memicu perlambatan bila tidak diatur dengan baik.

Data penting pemberlakuan one way

Berikut ringkasan perubahan rekayasa lalu lintas yang diterapkan:

  1. Pukul 08.47 WIB: one way lokal dari Km 132 Tol Cikopo–Palimanan sampai Km 70 GT Cikampek Utama.
  2. Pukul 10.23 WIB: one way lokal diperluas dari Km 263 Tol Pejagan–Pemalang sampai Km 70 GT Cikampek Utama.
  3. GT Cikampek Utama mengoperasikan 22 gardu untuk arah Jakarta.
  4. Kapasitas gardu dapat ditingkatkan sampai 26 gardu bila diperlukan.

Skema ini menunjukkan bahwa pengelola tol menyiapkan langkah adaptif agar perjalanan pemudik tetap terkendali di titik transit yang sangat padat.

Pernyataan resmi pengelola tol

Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa perusahaan mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan kepolisian. Ia menyampaikan bahwa upaya tersebut penting untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar dan terkendali.

Ria juga menambahkan bahwa JTT menjaga layanan di lapangan agar tetap optimal selama periode arus balik. Pernyataan itu menegaskan fokus utama pengelola jalan tol bukan hanya mempercepat kendaraan, tetapi juga menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Dampak bagi pengguna jalan

Bagi pemudik yang melintas menuju Jakarta, perluasan one way biasanya berarti lajur utama akan diprioritaskan untuk satu arah perjalanan. Kondisi ini dapat mengurangi risiko penumpukan di beberapa ruas, tetapi pengguna jalan tetap perlu waspada terhadap perubahan arus dan penyesuaian pengaturan di gerbang tol.

Pengendara juga perlu memperhatikan informasi resmi dari kepolisian dan pengelola tol, terutama saat rekayasa lalu lintas berubah secara bertahap. Di jalur padat seperti Cikampek Utama, kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi faktor penting agar arus balik tetap aman dan lancar hingga kendaraan keluar dari gerbang menuju wilayah Jabodetabek.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button