Chery Omoda C5 EV Disegarkan, Baterai Diperkecil dan Jarak Tempuh Merosot

Chery memberi penyegaran besar pada Omoda C5 EV di ajang Bangkok International Motor Show ke-47. Model listrik kompak ini tampil dengan bahasa desain baru, kabin yang lebih modern, serta perubahan teknis yang paling menarik perhatian karena baterainya justru mengecil dan jarak tempuh ikut turun.

Di Thailand, Chery Omoda C5 EV dijual sekitar 700 ribuan baht atau setara Rp310–Rp340 jutaan. Posisi harga itu membuat SUV listrik ini tetap kompetitif di kelasnya, terutama karena Chery masih menambahkan fitur lengkap dan spesifikasi yang tidak kalah agresif.

Desain eksterior dibuat lebih bersih

Pembaruan paling mudah terlihat ada di bagian muka. Chery meninggalkan tampilan grille yang dulu dinilai terlalu ramai dan menggantinya dengan wajah yang lebih sederhana, tajam, dan futuristis.

Pabrikan menyebut pendekatan ini sebagai desain “Robo Shark”. Lampu utama kini tampil sangat ramping, sementara hidung mobil dibuat tertutup untuk menegaskan identitas sebagai EV.

Perubahan serupa juga hadir di belakang. Lampu belakang membawa signature berbentuk kilat yang terlihat lebih tegas saat malam, sedangkan tailgate dan bumper ikut direvisi agar tampilan buritan terasa lebih rapi.

Posisi pelat nomor juga dipindahkan ke bumper dengan lekukan berbentuk huruf V. Hasilnya, bagian belakang tampak lebih bersih dan selaras dengan karakter mobil listrik modern.

Kabinnya ikut naik kelas

Penyegaran terbesar justru terjadi di ruang kabin. Jika sebelumnya interior masih terasa mirip model lama, kini Chery merombaknya lebih jauh dengan tampilan yang lebih matang dan ergonomis.

Setir dua palang memberi kesan futuristis, sementara tata letak dashboard dibuat lebih ramah pengemudi. Layar ganda 10,25 inci kini diganti dengan layar sentuh besar 15,6 inci yang menjadi pusat kendali utama.

Panel instrumen digital 8,8 inci tetap disediakan di belakang kemudi. Detail lain seperti grab handle yang menyatu dengan ventilasi AC dan cup holder berbentuk heksagonal ikut memperkuat kesan premium di kabin.

Perubahan utama pada baterai dan jarak tempuh

Untuk pasar Thailand, model ini hanya tersedia dalam satu varian, yakni Max+. Mobil masih mengandalkan motor listrik tunggal di roda depan dengan tenaga 211 PS dan torsi 288 Nm.

Akselerasi 0–100 km/jam diklaim tetap 7,2 detik, sedangkan kecepatan puncaknya mencapai 171 km/jam. Artinya, performa dasar tidak banyak berubah meski ada revisi di sektor energi.

Yang berubah justru kapasitas baterai. Chery kini memakai baterai 50,6 kWh, turun dari 61 kWh pada model sebelumnya.

Dampaknya langsung terasa pada daya jelajah. Berdasarkan standar NEDC, jarak tempuh turun dari 505 km menjadi 422 km.

1. Data teknis yang paling menonjol

  1. Tenaga motor: 211 PS
  2. Torsi: 288 Nm
  3. Akselerasi 0–100 km/jam: 7,2 detik
  4. Kecepatan puncak: 171 km/jam
  5. Kapasitas baterai baru: 50,6 kWh
  6. Jarak tempuh NEDC: 422 km
  7. Fast charging DC: 110 kW
  8. Pengisian AC: 6,6 kW

Menariknya, kapasitas pengisian cepat DC justru meningkat menjadi 110 kW dari sebelumnya 80 kW. Di sisi lain, kemampuan pengisian AC sedikit turun dari 9,9 kW menjadi 6,6 kW.

Fitur tetap lengkap untuk pasar kompak EV

Meski ada penyesuaian pada baterai, Chery tetap membekali Omoda C5 EV dengan fitur yang cukup kaya. Daftarnya mencakup kaca depan berlapis ganda dengan peredam suara, kamera 540 derajat, kursi pengemudi dengan fitur pijat, hingga sistem audio Sony delapan speaker.

Suspensi belakang multi-link juga masih dipertahankan. Selain itu, mobil ini membawa 19 fitur ADAS untuk membantu keselamatan dan kenyamanan berkendara di berbagai situasi.

Kombinasi penyegaran desain, kabin yang lebih canggih, dan peningkatan pada pengisian cepat menunjukkan strategi Chery yang tidak sekadar merapikan tampilan. Penyesuaian pada Omoda C5 EV juga memperlihatkan bagaimana pabrikan mencoba menyesuaikan paket produk dengan kebutuhan pasar, meski kompromi terjadi pada kapasitas baterai dan jarak tempuh.

Source: www.oto.com
Exit mobile version