Huawei Aistaland GT7 Siap Meluncur Juni 2026, Wajahnya Sekilas Panamera

Huawei bersama GAC menyiapkan mobil listrik baru bernama Aistaland GT7 yang dijadwalkan masuk pasar China pada Juni. Model ini langsung mencuri perhatian karena desain depannya disebut mirip Porsche Panamera dan membawa format shooting brake yang jarang dipakai di kelasnya.

Aistaland GT7 akan menjadi produk pertama dari merek Aistaland, hasil kolaborasi Huawei dan GAC. Di pasar domestik, model ini juga dikenal dengan nama Qijing, sementara nama Aistaland sendiri diambil dari frasa “AI Start New Land”.

Debut awal dan target pasar

Mobil ini sudah diperkenalkan ke publik pada 17 Maret. CEO Aistaland, Liu Jiaming, kemudian menyebut jadwal peluncuran resminya pada Juni setelah kendaraan tersebut melewati pengujian ekstrem di rentang suhu minus 35 derajat hingga 46 derajat Celsius.

Langkah itu menunjukkan fokus pabrikan pada kesiapan produk sebelum masuk pasar. Pengujian di iklim sangat dingin dan sangat panas juga menjadi sinyal bahwa Aistaland GT7 disiapkan untuk menghadapi kondisi jalan yang bervariasi.

Dimensi besar dengan siluet sporty

Secara ukuran, Aistaland GT7 tergolong besar untuk sebuah mobil listrik penumpang. Panjangnya 5.050 mm, lebarnya 1.980 mm, tingginya 1.470 mm, dan jarak sumbu rodanya 3.000 mm.

Dimensi tersebut membuat posisinya sedikit lebih panjang dibanding Zeekr 001 versi Eropa. Proporsi bodi yang memanjang dan rendah ikut memperkuat karakter sporty, sekaligus mendukung kebutuhan kabin yang lebih lapang.

Desain eksterior menjadi salah satu daya tarik utama. Bagian depan mobil ini menampilkan lampu yang mengingatkan pada Porsche Panamera, lalu dipadukan dengan handle pintu semi tersembunyi, garis bodi tegas, dan lampu belakang menyatu penuh di bagian buritan.

Bukan sekadar gaya, tapi juga teknologi

Aistaland GT7 tidak hanya mengandalkan tampilan. Mobil ini dibekali sistem kelistrikan 800V yang biasanya dikaitkan dengan pengisian daya lebih cepat dan efisiensi lebih baik pada mobil listrik modern.

Selain itu, mobil ini memakai suspensi aktif dan kokpit digital berbasis HarmonyOS milik Huawei. Integrasi sistem operasi buatan Huawei menjadi nilai tambah karena membuat pengalaman berkendara dan antarmuka digital lebih terhubung.

Teknologi lain yang menonjol adalah lampu Xpixel. Fitur ini dapat memproyeksikan informasi seperti navigasi dan peringatan keselamatan langsung ke jalan, sehingga pengemudi bisa menerima petunjuk tanpa harus terlalu sering melihat layar kabin.

Fitur keselamatan dan sensor

Salah satu pembeda terpenting Aistaland GT7 ada pada sistem bantu pengemudi. Mobil ini memakai sensor LiDAR 896-line yang diklaim mampu mendeteksi objek kecil setinggi 14 cm dari jarak hingga 122 meter pada malam hari.

Berikut beberapa fitur utama yang sudah diungkap sejauh ini:

  1. Sistem kelistrikan 800V
  2. Suspensi aktif
  3. Kokpit digital HarmonyOS
  4. Lampu Xpixel untuk proyeksi informasi ke jalan
  5. LiDAR 896-line
  6. Konfigurasi dual-motor
  7. Penggerak penuh listrik atau BEV

Kombinasi fitur itu menunjukkan posisi GT7 sebagai model yang tidak hanya mengandalkan desain, tetapi juga paket teknologi yang agresif di kelasnya. Strategi ini juga memperjelas ambisi Huawei dan GAC untuk masuk ke segmen mobil listrik premium yang makin kompetitif di China.

Harga dan lawan berat di segmen listrik

Meski tenaga resmi belum dibuka sepenuhnya, Aistaland GT7 dipastikan memakai konfigurasi dual-motor. Mobil ini juga dirancang sebagai BEV murni, sehingga seluruh penggeraknya mengandalkan listrik.

Harga yang diperkirakan berada di sekitar 300.000 yuan atau setara Rp690 jutaan menempatkannya dalam persaingan langsung dengan Zeekr 001. Di pasar China, segmen ini memang sangat padat, namun kombinasi desain yang mirip coupe, teknologi Huawei, dan karakter bodi shooting brake bisa menjadi pembeda utama bagi GT7.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.liputan6.com

Berita Terkait

Back to top button