
Xiaomi mencatat pencapaian awal yang kuat setelah versi terbaru sedan listrik SU7 mulai dikirim ke konsumen. Dalam sepekan pertama setelah peluncuran, perusahaan disebut sudah mengirim sekitar 5.000 unit, menandakan permintaan yang tinggi terhadap model anyar ini.
Dorongan awal itu datang dari kombinasi harga yang kompetitif, pembaruan teknologi, dan kesiapan produksi yang dipercepat. Hingga awal pekan ini, pesanan terkunci untuk SU7 generasi baru juga sudah melampaui 30.000 unit, memperlihatkan bahwa minat pasar tidak hanya besar di tahap peluncuran, tetapi juga bertahan setelahnya.
Pengiriman awal yang bergerak cepat
Pendiri, chairman, dan CEO Xiaomi, Lei Jun, menyebut melalui unggahan di Weibo bahwa pengiriman SU7 baru pada pekan pertama berada di kisaran 4.000 hingga 5.000 unit. Ia juga menambahkan bahwa angka pastinya masih dapat berubah karena hari itu adalah hari terakhir dalam pekan penghitungan.
Menurut informasi yang beredar, pengiriman batch pertama SU7 versi baru dimulai pada 23 Maret. Xiaomi sebelumnya juga menegaskan komitmen untuk memperbaiki pengalaman pengiriman agar pembeli bisa menerima mobil lebih cepat.
Langkah itu tampak sudah disiapkan sejak awal. Laporan sebelumnya menyebut produksi SU7 baru bisa mencapai 16.000 unit pada Maret, dan perusahaan mulai menyiapkan manufaktur dua bulan lebih awal untuk merespons permintaan yang kuat.
Pesanan tinggi, terutama di varian dasar
Respon pasar terhadap SU7 refresh terlihat sejak hari peluncuran. Xiaomi meluncurkan model ini pada 19 Maret dan meraih lebih dari 15.000 pesanan terkunci hanya dalam 34 menit pertama.
Hingga 23 Maret, pesanan terkunci untuk sedan listrik ini sudah menembus 30.000 unit. Varian standar menjadi konfigurasi paling populer di antara konsumen, terutama karena harga awalnya dipasang di 219.900 yuan atau sekitar $31.820.
Harga tersebut juga disebut 15.600 yuan lebih rendah dibanding harga awal Tesla Model 3 saat ini. Posisi harga ini membantu SU7 tetap terlihat agresif di pasar kendaraan listrik premium yang makin padat.
Pembaruan besar di sisi perangkat keras dan perangkat lunak
Xiaomi tidak hanya mengandalkan harga untuk menarik minat pembeli. Model SU7 terbaru hadir dengan lebih dari 100 pembaruan penting pada perangkat keras dan perangkat lunak, menurut Lei Jun.
Salah satu fitur kunci adalah sistem bantuan berkendara yang didukung model bahasa besar XLA cognitive sebagai standar di seluruh lini. Xiaomi juga menyebut ini sebagai lompatan penting karena untuk pertama kalinya bantuan berkendara dipadukan dengan tugas robot embodied.
Di sisi baterai, semua model memakai platform tegangan tinggi berbasis silicon carbide. Varian Pro menggunakan paket baterai 96,3 kWh yang mampu membawa jarak tempuh hingga 902 kilometer.
Tekanan margin dan strategi pertumbuhan Xiaomi EV
Pembaruan besar itu memang punya konsekuensi biaya. Lei menyebut material cost meningkat sekitar 20.000 yuan per unit karena banyaknya peningkatan pada kendaraan.
Kondisi ini memicu kekhawatiran investor soal tekanan margin laba. Sehari setelah peluncuran, saham Xiaomi yang tercatat di Hong Kong turun 8,59 persen, mencerminkan keraguan pasar terhadap kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas sambil tetap menjual mobil dengan harga agresif.
Meski begitu, Xiaomi tetap bergerak cepat di sektor otomotif. Perusahaan juga meneken kerja sama sponsor utama dengan tiga ajang balap besar di China, sembari menjadikan SU7 baru dan SUV YU7 sebagai tulang punggung untuk mengejar target penjualan 550.000 kendaraan pada 2026.
Dengan pengiriman awal yang cepat dan pesanan yang sudah menumpuk, SU7 generasi baru kini menjadi indikator penting bagi kemampuan Xiaomi menjaga momentum di pasar mobil listrik. Tingginya minat pada varian standar, pembaruan teknologi yang agresif, dan strategi produksi yang dipercepat akan terus menentukan sejauh mana model ini bisa mendorong pertumbuhan bisnis otomotif Xiaomi ke depan.
Source: cnevpost.com








