Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Brasil dengan keyakinan yang sudah terasa sejak awal akhir pekan. Pembalap muda Indonesia itu mengaku langsung nyaman dengan karakter lintasan dan percaya diri bersama motornya sebelum start dilakukan.
Firasat itu kemudian berubah menjadi hasil bersejarah. Veda finis ketiga di Moto3 Brasil dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix di kelas tersebut.
Firasat positif sejak awal akhir pekan
Dalam pernyataan yang dikutip dari Honda Team Asia pada Senin, 23 Maret 2026, Veda menjelaskan bahwa perasaannya sudah sangat baik sejak pertama tiba di Brasil. Ia menyebut momen track walk atau peninjauan lintasan menjadi salah satu titik yang membuat keyakinannya tumbuh.
“Saya memiliki firasat yang baik sejak awal akhir pekan. Saat tiba di sini dan melakukan peninjauan lintasan, saya sudah menyukai tata letaknya, dan dengan motor saya merasa percaya diri sejak awal,” ujar Veda.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa faktor adaptasi lintasan berjalan cepat. Di level Moto3, rasa nyaman sejak sesi awal sangat penting karena persaingan sangat rapat dan margin waktu antar pembalap biasanya sangat tipis.
Veda juga menilai tim memberinya paket yang kompetitif sepanjang akhir pekan. Menurutnya, kerja tim berjalan lancar dan itu membantu dirinya menjaga ritme sampai balapan.
Podium yang lahir dari situasi balapan yang berubah
Balapan Moto3 Brasil tidak berjalan normal sejak awal hingga akhir. Situasi berubah setelah bendera merah keluar dan lomba harus dilanjutkan dengan restart singkat lima lap.
Kondisi semacam itu sering membuat pembalap rookie kesulitan menjaga fokus. Namun, Veda justru mampu memaksimalkan momentum pada fase penentuan.
Ia menutup lomba di posisi ketiga, tepat di belakang dua pembalap tim Aspar, yaitu Maximo Quiles dan Marco Morelli. Hasil itu sekaligus mengantar Veda meraih 27 poin dan menempatkannya di posisi ketiga klasemen sementara.
Berikut data penting dari hasil Moto3 Brasil yang diraih Veda:
- Finis: posisi ketiga.
- Status: podium Grand Prix pertama bagi pembalap Indonesia di Moto3.
- Pembalap di depan Veda: Maximo Quiles dan Marco Morelli.
- Tim: Honda Team Asia.
- Total poin setelah balapan: 27 poin.
- Posisi klasemen sementara: urutan ketiga.
Comeback yang dipuji manajer tim
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyoroti kemampuan Veda membaca situasi setelah restart. Menurut Aoyama, bendera merah mengubah arah balapan, tetapi justru membuka peluang baru bagi tim.
Aoyama menjelaskan bahwa setelah restart lima lap, kedua pembalap tim berada dalam posisi yang lebih baik untuk menekan lawan dibanding fase pertama balapan. Dari situ, Veda tampil agresif dan efisien saat menyalip.
“Veda melakukan comeback yang luar biasa, menyalip beberapa pembalap dan finis di posisi ketiga. Untuk seorang rookie yang baru menjalani balapan keduanya, ini adalah hasil yang fantastis,” kata Aoyama, dikutip dari Honda Team Asia.
Pujian itu relevan jika melihat konteks balapan. Seorang rookie yang baru memasuki balapan kedua biasanya masih fokus pada adaptasi ritme, manajemen ban, dan pembacaan grup, bukan langsung mengejar podium.
Karena itu, hasil di Brasil bukan hanya penting secara statistik. Pencapaian ini juga memperlihatkan bahwa Veda mampu merespons tekanan balapan yang dinamis.
Makna podium bagi perjalanan Veda
Veda mengaku hasil ini datang lebih cepat dari perkiraannya. Ia tidak menyangka bisa naik podium dalam waktu singkat, tetapi pencapaian tersebut membuatnya semakin yakin bisa bertarung di kelompok depan.
“Saya bangga mencapai hasil ini. Saya tidak menyangka akan naik podium secepat ini, tetapi sekarang saya tahu saya bisa bersaing dengan kelompok depan, jadi saya menginginkan lebih,” ucap Veda.
Pernyataan itu menunjukkan perubahan penting dalam mental bertanding. Seorang pembalap muda tidak hanya butuh kecepatan, tetapi juga bukti bahwa dirinya mampu bersaing dengan para rival terdepan.
Dari sisi pengembangan karier, podium di Brasil bisa menjadi titik krusial. Hasil itu memperkuat reputasi Veda sebagai prospek besar Indonesia di ajang balap motor dunia.
Tantangan berikutnya di Amerika
Setelah Brasil, Veda langsung mengalihkan fokus ke seri berikutnya di Amerika. Ia menyebut lintasan itu akan menjadi trek baru baginya, sehingga proses belajar tetap menjadi prioritas.
Meski begitu, modal kepercayaan diri jelas meningkat setelah podium perdana ini. Dengan 27 poin dan posisi ketiga klasemen, Veda kini tidak lagi hanya dipandang sebagai rookie yang sedang beradaptasi, tetapi juga pembalap yang sudah membuktikan dirinya layak masuk persaingan papan atas Moto3.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com