Ford mengambil langkah yang tidak lazim untuk memperkuat lini kendaraan niaga listrik di Eropa. Produsen mobil asal Amerika Serikat itu meluncurkan Transit City, van listrik yang dikembangkan bersama mitra lamanya, Jiangling Motors Corporation, dan dirakit di Nanchang, China.
Langkah ini muncul di tengah perang harga kendaraan listrik di Eropa yang makin ketat. Ford menempatkan Transit City sebagai opsi yang lebih terjangkau untuk armada perkotaan, di bawah E-Transit Custom yang lebih besar dan di atas Courier listrik yang lebih kecil.
Strategi Ford di tengah tekanan harga
Transit City bukan sekadar tambahan baru di keluarga Transit. Ford memosisikannya sebagai produk yang lebih fokus pada efisiensi biaya, terutama untuk operator yang butuh van listrik praktis tanpa harus membayar harga model yang lebih besar.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan strategi yang lebih pragmatis. Alih-alih mengandalkan pengembangan internal untuk semua segmen, Ford memakai kemitraan untuk menutup celah pasar yang belum terisi dengan baik.
Bukan sekadar van buatan China
Secara tampilan, Transit City masih membawa identitas Transit. Namun di balik itu, Ford menyebut model ini berbagi banyak komponen dengan JMC Touring, meski ada sejumlah penyesuaian penting untuk pasar Eropa.
Perubahan itu mencakup baterai tegangan tinggi baru dan tata letak penggerak roda depan. Perbedaan desain juga terlihat pada lampu, bumper, dan identitas merek, sehingga Ford berusaha menegaskan bahwa model ini disesuaikan untuk kebutuhan pengiriman di kota-kota Eropa.
Spesifikasi yang menargetkan operasi harian
Ford membekali Transit City dengan motor listrik depan bertenaga 148 hp dan baterai lithium iron phosphate 56 kWh. Pabrikan mengklaim jarak tempuh maksimal hingga 158 miles, angka yang menegaskan bahwa model ini ditujukan untuk rute pendek dan padat, bukan perjalanan antarkota jarak jauh.
Berikut spesifikasi utama yang menonjol:
- Motor listrik depan 148 hp
- Baterai lithium iron phosphate 56 kWh
- Jarak tempuh hingga 158 miles
- Pengisian cepat DC hingga 87 kW
- Pengisian AC standar 11 kW
Dengan karakter itu, Transit City jelas diarahkan ke armada last-mile, layanan perawatan, dan operasional yang relatif banyak berhenti dan mulai kembali.
Kabinnya dibuat sederhana, tetapi tetap lengkap
Ford memilih satu spesifikasi tunggal untuk seluruh pasar Eropa. Tidak ada opsi tambahan, sebuah keputusan yang jarang untuk lini Transit, tetapi masuk akal bagi pembeli armada yang mengejar harga pasti dan proses pemesanan yang sederhana.
Meski begitu, perlengkapannya tidak bisa disebut minim. Ford menyertakan layar sentuh 12,3 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto, pendingin udara, keyless start, kursi pengemudi berpemanas, dan kamera belakang.
Tiga bodi, lebih banyak fungsi
Transit City hadir dalam tiga pilihan bodi. Ada short-wheelbase low-roof cargo van, versi longer-wheelbase high-roof, dan chassis cab yang membuka peluang konversi lebih luas.
Untuk varian van pendek, kapasitas kargo mencapai 226 cubic feet dengan daya angkut hingga 2.392 pounds. Versi lebih besar menyediakan sekitar 300 cubic feet dan payload hingga 2.811 pounds, angka yang membuatnya tetap relevan untuk kebutuhan operasional harian.
Pengisian daya dirancang untuk kerja cepat
Ford menyebut pengisian DC bisa mencapai puncak 87 kW. Dalam kondisi itu, baterai dapat terisi dari 10 ke 80 persen dalam sekitar 33 menit, atau menambah sekitar 31 miles dalam 10 menit.
Untuk pengisian AC 11 kW, baterai bisa terisi dari 10 ke 100 persen dalam sekitar lima jam. Data ini menunjukkan fokus utama Transit City bukan pada perjalanan panjang, melainkan pada waktu putar kendaraan yang cepat di antara jadwal pengantaran.
Peluang baru di segmen kendaraan niaga listrik
Kehadiran chassis cab membuat Ford masuk ke segmen electric one-ton chassis cab. Dari sini, peluang konversi seperti box van, dropside, refrigerated, dan tipper bisa dibuka melalui mitra bodi yang disetujui.
Ford dan jaringan mitranya juga telah memberi sinyal bahwa beberapa turunan bodi tengah disiapkan. Artinya, Transit City tidak hanya menyasar perusahaan logistik, tetapi juga operator yang butuh kendaraan listrik untuk fungsi kerja yang lebih spesifik.
Harga resmi belum diumumkan, tetapi arah produk ini sudah jelas. Ford ingin menawarkan van listrik yang lebih terjangkau, cukup fungsional, dan cepat masuk kerja di pasar Eropa yang semakin kompetitif.









