Mercedes Ubah Arah, Baby G-Class Tak Jadi Listrik Murni Lagi

Mercedes-Benz disebut mengubah arah pengembangan Baby G-Class dan tidak lagi menempatkan model itu sebagai mobil listrik murni. Berdasarkan laporan yang beredar, SUV kompak berdesain ikonik ini kini diproyeksikan memakai teknologi hybrid untuk menyesuaikan diri dengan permintaan pasar yang belum pulih sepenuhnya.

Langkah itu menunjukkan bahwa pabrikan asal Jerman tersebut memilih strategi yang lebih fleksibel di tengah perlambatan adopsi kendaraan listrik global. Baby G-Class awalnya disiapkan sebagai SUV listrik entry-level yang membawa karakter tangguh khas G-Class, tetapi kini arah pengembangannya bergeser agar lebih dekat dengan kebutuhan konsumen premium.

Strategi baru Mercedes-Benz

Mengutip Response.jp, perubahan tersebut membuat Baby G-Class tak lagi diposisikan sebagai EV penuh. Model ini kini diarahkan menggunakan kombinasi motor listrik dan mesin bensin hybrid, mengikuti tren elektrifikasi yang lebih hati-hati di segmen mewah.

Keputusan itu juga berkaitan dengan strategi korporasi Mercedes-Benz yang masih memberi ruang bagi mesin pembakaran internal. CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius, sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan tetap akan mempertahankan model bermesin konvensional hingga dekade 2030-an.

Desain tetap membawa DNA G-Class

Secara visual, Baby G-Class tetap dipertahankan agar masih mudah dikenali sebagai bagian dari keluarga G-Class. Desain bodinya disebut sepenuhnya baru, tetapi tetap memakai kaca depan tegak, siluet boxy, serta lampu depan bundar yang identik dengan model aslinya.

Ada sejumlah penyesuaian pada detail eksterior untuk membedakan model ini dari G-Class reguler. Lampu DRL akan berbentuk huruf “U”, sementara kisi-kisi depan, lampu sein di atas fender, dan engsel pintu eksternal klasik dikabarkan tidak lagi digunakan.

  1. Ciri khas yang dipertahankan:

    • Kaca depan tegak
    • Bodi mengotak
    • Lampu depan bundar
    • Ban serep di buritan
  2. Elemen yang disederhanakan:
    • Kisi-kisi depan baru
    • Lampu sein fender dihapus
    • Engsel pintu eksternal dihilangkan
    • Lampu belakang dibuat lebih horizontal

Perubahan lain terlihat pada bumper depan dan belakang yang dibuat lebih lebar. Di bagian belakang, posisi lampu tetap rendah dan ada dudukan ban serep untuk menjaga nuansa G-Class, meski tampilannya dibuat lebih modern.

Pindah ke hybrid karena pasar berubah

Mercedes-Benz bukan satu-satunya pabrikan yang mengoreksi target elektrifikasinya. Pada saat pasar kendaraan listrik premium belum menunjukkan laju sekuat yang diperkirakan sebelumnya, sejumlah merek lain juga mulai menggeser rencana produk ke arah hybrid.

Lamborghini disebut turut menunda peluncuran Lanzador sebagai mobil listrik pertamanya setelah tahun 2030. Pabrikan supercar tersebut kemudian memilih elektrifikasi hybrid karena pasar mobil premium dan sport dinilai belum terlalu antusias terhadap EV.

Perubahan arah pada Baby G-Class memperlihatkan bahwa strategi otomotif kini sangat ditentukan oleh respons pasar. Di segmen premium, konsumen masih mempertimbangkan infrastruktur pengisian daya, jarak tempuh, harga jual, dan karakter berkendara sebelum memilih mobil listrik penuh.

Performa dan posisi di pasar

Untuk urusan tenaga, Baby G-Class versi hybrid diperkirakan memakai mesin 1.500 cc empat silinder turbo yang dipadukan dengan motor listrik. Skema ini mirip dengan sistem pada Mercedes-Benz CLA hybrid yang disebut mampu menghasilkan 211 Hp dan torsi 380 Nm, dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam 7,1 detik.

Dari sisi harga, Baby G-Class diperkirakan berada di kisaran USD80.000 dolar AS atau sekitar Rp1,3 miliar. Bandingkan dengan G580 with EQ Technology yang disebut menyentuh USD163.000 atau sekitar Rp2,7 miliar.

Berikut gambaran singkat posisinya di lini Mercedes-Benz:

Model Teknologi Perkiraan Harga
Baby G-Class Hybrid USD80.000
G580 with EQ Technology Listrik murni USD163.000

Peluncuran global Baby G-Class diproyeksikan berlangsung pada 2027. Jika sesuai rencana, model ini bisa menjadi opsi baru bagi konsumen yang menginginkan citra G-Class dalam format lebih ringkas, sekaligus menawarkan teknologi hybrid yang lebih sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

Berita Terkait

Back to top button