Leapmotor akan meluncurkan SUV flagship D19 pada 16 April, langkah penting yang menandai dorongan besar perusahaan dalam ofensif produk pada tahun ini. Model ini juga menjadi salah satu penopang utama ambisi Leapmotor untuk mengejar 1 juta pengiriman sepanjang tahun.
Pabrikan asal China itu mengumumkan jadwal peluncuran melalui Weibo pada Senin. Dengan harga yang diperkirakan sekitar 300.000 yuan atau setara $43.410, D19 diposisikan untuk memperkuat langkah Leapmotor ke pasar premium.
Posisi D19 dalam strategi Leapmotor
D19 hadir sebagai SUV besar yang disiapkan untuk menjangkau konsumen keluarga sekaligus pembeli yang mencari fitur lebih lengkap. Leapmotor menempatkan model ini sebagai produk penting untuk memperluas daya saing di segmen bernilai lebih tinggi.
Menurut data registrasi sebelumnya, D19 memiliki panjang 5.252 mm, lebar 1.995 mm, tinggi 1.780 mm, dan jarak sumbu roda 3.110 mm. Dimensi tersebut membuat D19 masuk kategori SUV besar yang biasanya mengutamakan kabin lega dan kenyamanan penumpang.
Opsi BEV dan EREV untuk pasar yang lebih luas
Leapmotor membangun D19 di atas platform flagship baru yang mendukung dua pilihan penggerak, yakni battery electric vehicle atau BEV dan extended-range electric vehicle atau EREV. Selain itu, SUV ini juga tersedia dalam konfigurasi enam dan tujuh kursi untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen yang berbeda.
Berikut ringkasan spesifikasi utama yang sudah diumumkan:
- EREV: baterai 80,3 kWh, jarak tempuh listrik murni hingga 500 km, dan dukungan fast charging 800 volt.
- BEV: baterai 115 kWh, arsitektur tegangan tinggi 1.000 volt, dan jarak tempuh CLTC hingga 720 km.
- Performa: sistem tri-motor vector control, akselerasi 0-100 km/jam dalam kisaran tiga detik.
- Kabinnya: pilihan enam dan tujuh kursi untuk berbagai kebutuhan penggunaan.
Kombinasi dua powertrain ini menunjukkan strategi Leapmotor untuk merangkul konsumen yang belum sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni. Skema EREV sering dipilih pembeli yang ingin jangkauan lebih fleksibel, sementara BEV menyasar pengguna yang mengejar efisiensi dan performa jarak jauh.
Teknologi tinggi untuk model massal
D19 juga menonjol lewat perangkat komputasi yang dibawanya. Mobil ini memakai dua chip Qualcomm 8797 dengan total daya komputasi 1.280 TOPS dan mendukung model bahasa besar VLA atau Visual-Language-Action.
Penerapan teknologi semacam ini menunjukkan bahwa Leapmotor tidak hanya mengejar volume, tetapi juga peningkatan nilai produk. Di pasar kendaraan listrik China yang sangat kompetitif, fitur komputasi tinggi dan sistem bantuan berkendara menjadi pembeda penting di antara merek-merek baru maupun lama.
Target 1 juta pengiriman dan peran model baru
Manajemen Leapmotor mengatakan dalam panggilan pendapatan awal bulan ini bahwa empat model baru, termasuk D19, diperkirakan menyumbang sekitar 60% penjualan pada tahun ini. Target itu menjadi dasar penting bagi perusahaan untuk mengejar total 1 juta pengiriman dalam periode yang sama.
Strategi tersebut menunjukkan Leapmotor sedang membangun portofolio dari beberapa lapisan harga. Selain D19, perusahaan baru saja meluncurkan SUV A10 yang lebih terjangkau dan membawa teknologi LiDAR ke pasar di bawah 100.000 yuan.
Jadwal peluncuran mendekati pameran otomotif besar
Peluncuran D19 datang tak lama sebelum Beijing Auto Show yang akan dimulai pada 24 April dan berlangsung hingga 3 Mei. Momentum ini memberi Leapmotor panggung tambahan untuk memperluas sorotan terhadap jajaran produknya di tengah persaingan industri kendaraan listrik yang semakin ketat.
Dengan ukuran besar, dua pilihan tenaga, jarak tempuh panjang, serta teknologi komputasi tinggi, D19 menjadi salah satu model paling penting dalam rencana ekspansi Leapmotor tahun ini. Peluncuran pada 16 April akan memperjelas bagaimana perusahaan ini memadukan harga, teknologi, dan strategi produk untuk mengejar target pengiriman yang sangat ambisius.
Source: cnevpost.com