XPeng Selamat Dari Kerugian Besar, Penjualan X9 Dan G6 Menjadi Penopang Utama 2026

XPeng mulai menunjukkan bahwa pasar mobil listrik premium bisa menjadi penyelamat di tengah pasar yang makin kompetitif. Dorongan utama datang dari peningkatan penjualan model andalan seperti X9 dan G6, yang ikut menekan kerugian bersih secara signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Kinerja ini penting karena XPeng sempat dipandang sebagai pemain baru yang harus berjuang keras di segmen kendaraan listrik mewah. Namun, kombinasi antara minat konsumen yang naik, pendapatan yang ikut terdorong, serta efisiensi operasional membuat posisi keuangan merek asal China ini terlihat jauh lebih sehat.

Penjualan Jadi Penopang Utama

XPeng mencatat penurunan kerugian bersih hingga 80 persen dari tahun sebelumnya setelah lini produknya semakin banyak diburu konsumen. Model seperti SUV G7 dan MPV X9 menjadi contoh paling jelas dari strategi produk yang mulai menemukan pasar.

Lonjakan penjualan ini tidak hanya menaikkan volume, tetapi juga memperkuat pendapatan perusahaan. Di tengah persaingan ketat, hasil tersebut menunjukkan bahwa pasar masih memberi ruang bagi merek yang mampu menawarkan teknologi, desain, dan fitur yang sesuai kebutuhan konsumen premium.

Efisiensi juga ikut berperan besar dalam memperbaiki hasil keuangan. XPeng disebut mampu mengendalikan biaya operasional dengan lebih baik, termasuk kemungkinan di sisi produksi dan pemasaran, sehingga beban kerugian bisa ditekan lebih cepat.

Pasar Premium Masih Penuh Tantangan

Meski membaik, XPeng belum berada di zona aman karena pasar BEV premium tetap ramai oleh banyak pesaing. BYD, Chery, dan Wuling sama-sama agresif memperluas elektrifikasi di dalam dan luar negeri, sehingga tekanan kompetisi masih tinggi.

Tantangan lain datang dari kondisi pasar kendaraan listrik di China setelah insentif mulai dicabut sejak awal tahun. Situasi ini berpotensi menekan permintaan BEV, mirip dengan yang pernah terjadi di pasar lain ketika stimulus pembelian mulai berkurang.

Berikut tiga tekanan utama yang masih dihadapi XPeng:

  1. Persaingan ketat di segmen mobil listrik mewah.
  2. Penurunan potensi permintaan setelah insentif dicabut.
  3. Kebutuhan menjaga efisiensi agar profitabilitas tetap membaik.

X9 Jadi Ujung Tombak di Indonesia

Di Indonesia, XPeng baru menjual dua model, yaitu X9 dan G6. Dari keduanya, X9 menjadi model terlaris dan paling menonjol karena masuk ke segmen MPV mewah yang cukup diperhatikan konsumen keluarga mapan.

X9 sendiri berhadapan langsung dengan Denza D9 yang menjadi MPV mewah terlaris sepanjang tahun lalu. Persaingan di kelas ini tidak ringan karena konsumen premium biasanya sangat memperhatikan kenyamanan, fitur kabin, dan citra merek.

Sementara itu, G6 harus bertarung di segmen SUV listrik yang lebih padat pesaing. Model ini tidak hanya berhadapan dengan merek China lain, tetapi juga produk dari Jepang dan Eropa yang sudah lebih dulu dikenal.

Spesifikasi yang Menjadi Nilai Jual

XPeng menawarkan teknologi yang cukup agresif untuk menarik konsumen premium. X9 memakai arsitektur 800V SiC, sistem roda belakang belok, baterai 84,5–101,5 kWh, serta jarak tempuh 610–702 km menurut CLTC.

G6 juga punya daya tarik kuat lewat tenaga AWD 487 hp, torsi 660 Nm, dan pengisian cepat yang diklaim bisa menambah sekitar 300 km dalam 10 menit. Sementara itu, G7 hadir dengan fokus kenyamanan, air suspension pada varian tertentu, serta fitur XNGP autonomous driving.

Tabel ringkas harga dan posisi model XPeng di pasar saat ini:

Model Harga Estimasi Fokus Utama
XPeng X9 Rp850 juta – 1,1 M MPV listrik mewah untuk keluarga
XPeng G6 Rp480 – 650 juta SUV coupe, performa dan efisiensi
XPeng G7 Rp550 – 720 juta SUV keluarga modern dengan fitur semi-otonom

Langkah Lanjut XPeng di Pasar Global

XPeng belum menunjukkan tanda akan melambat dalam ekspansi produknya. Perusahaan ini tetap bersiap menghadirkan model unggulan lain di pasar global, termasuk peluang membawa P7 ke Indonesia meski belum akan dirilis dalam waktu dekat.

Dengan tren penjualan yang membaik dan kerugian yang menyusut tajam, XPeng kini punya modal lebih baik untuk bertahan di pasar mobil listrik premium. Tantangan terbesar tetap ada pada konsistensi penjualan, tekanan kompetitor, dan kemampuan menjaga daya tarik produknya di tengah perubahan kebijakan serta selera konsumen yang bergerak cepat.

Exit mobile version