Alphard Versi Murah Tetap Kena Pajak Rp 20 Jutaan, Ini Angka Per Tahunnya

Toyota Alphard kini punya versi yang lebih murah, dan itu langsung memunculkan pertanyaan penting bagi calon pembeli: berapa pajak tahunannya. Berdasarkan data Samsat Jakarta yang dikutip dari referensi, pajak tahunan Alphard termurah tetap berada di kisaran puluhan juta rupiah meski harga jualnya sudah turun ke level Rp 1,2 miliaran.

Varian paling terjangkau hadir dalam dua pilihan, yakni bensin dan hybrid. Alphard versi bensin dipasarkan Rp 1,288 miliar, sedangkan versi hybrid dibanderol Rp 1,388 miliar, dengan selisih pajak tahunan yang tidak terlalu jauh namun tetap perlu diperhitungkan sejak awal.

Pajak Alphard termurah di Jakarta

Data NJKB menjadi dasar utama hitungan pajak kendaraan di daerah. Untuk Alphard versi bensin termurah, NJKB tercatat Rp 1,02 miliar, sedangkan versi hybrid berada di Rp 1,077 miliar.

Rumus yang dipakai adalah DP PKB dikalikan bobot 1,05, lalu dikenakan tarif PKB 2 persen dan ditambah SWDKLLJ Rp 143 ribu. Dari perhitungan itu, pajak tahunan Alphard bensin termurah mencapai Rp 21,563 juta.

Sementara itu, Alphard hybrid termurah menghasilkan pajak tahunan Rp 22,76 juta. Selisihnya memang tidak besar, tetapi angka tersebut tetap menunjukkan bahwa Alphard versi murah masih masuk kategori mobil mewah dengan beban pajak yang tinggi.

Rincian hitungan pajak Alphard versi murah

Berikut gambaran hitungannya berdasarkan data referensi:

  1. Alphard bensin termurah

    • NJKB: Rp 1,02 miliar
    • DP PKB: Rp 1,071 miliar
    • PKB: Rp 21,42 juta
    • Pajak tahunan: Rp 21,563 juta
  2. Alphard hybrid termurah
    • NJKB: Rp 1,077 miliar
    • DP PKB: Rp 1.130.850.000
    • PKB: Rp 22,617 juta
    • Pajak tahunan: Rp 22,76 juta

Hitungan tersebut berlaku untuk kendaraan pertama yang terdaftar di wilayah Jakarta. Jika status kendaraan menjadi mobil kedua atau seterusnya, atau terdaftar di daerah lain, nominal pajaknya bisa berbeda.

Mengapa pajaknya tetap tinggi

Harga jual yang turun tidak otomatis membuat pajak ikut rendah drastis. Pajak kendaraan sangat dipengaruhi oleh NJKB, bobot kendaraan, serta tarif PKB yang berlaku di wilayah registrasi.

Pada Alphard, status sebagai MPV premium juga membuat nilai dasarnya tetap besar. Karena itu, meski varian XE disebut sebagai versi murah, beban pajak tahunannya masih berada di atas Rp 21 juta.

Fitur yang dikurangi di varian murah

Toyota memang menurunkan harga Alphard XE dengan memangkas beberapa fitur. Fitur yang tidak tersedia antara lain heads-up display, rear seat entertainment, voice command power backdoor, DVR integration with Smartphone, side step, step illumination, dan gorden di kaca samping.

Meski begitu, fitur keselamatan utama masih dipertahankan. Terdapat Toyota Safety Sense 3.0, pre-collision system, full speed adaptive cruise control, lane tracing assist, panoramic view monitor, blind spot monitor, parking brake support, serta airbag dari depan hingga area jendela samping.

Mesin tetap kuat untuk kelasnya

Dari sisi teknis, Alphard hybrid menggunakan mesin A25A-FXS dengan tenaga 190 PS pada 6.000 rpm dan torsi 236 Nm pada 4.300-4.500 rpm. Untuk versi bensin, Toyota membekali mesin 2AR-FE dengan tenaga 182 PS dan torsi 235 Nm.

Keduanya menggunakan transmisi CVT, sehingga karakter berkendara tetap sejalan dengan citra Alphard sebagai MPV mewah yang mengutamakan kenyamanan. Dengan harga yang lebih rendah dan pajak tahunan yang masih tinggi, Alphard versi murah tetap menyasar konsumen yang ingin masuk ke segmen premium tanpa harus membeli varian tertinggi.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com

Berita Terkait

Back to top button