Aistaland GT7 Mirip Porsche Panamera, Mobil Listrik Huawei Dan GAC Siap Menggoda Pasar China

Kolaborasi Huawei dan GAC Group kembali menarik perhatian pasar mobil listrik Tiongkok lewat merek gabungan Aistaland. Model terbaru mereka, Aistaland GT7, dijadwalkan meluncur pada Juni 2026 dan langsung mencuri sorotan karena desainnya yang disebut mirip Porsche Panamera.

Aistaland GT7 hadir sebagai shooting brake bertenaga listrik penuh, dengan pendekatan desain yang tegas dan proporsi bodi besar. Mobil ini juga membawa teknologi Huawei sebagai salah satu daya tarik utamanya, mulai dari sistem kokpit digital hingga sensor canggih untuk bantuan berkendara.

Aistaland, merek baru dari kerja sama dua raksasa

Aistaland merupakan entitas anyar hasil kolaborasi Huawei dan GAC yang berbasis di Guangzhou. Nama Aistaland berasal dari frasa “AI Start New Land”, sementara nama domestiknya adalah Qijing, yang menegaskan identitas merek ini sebagai pemain baru di segmen kendaraan listrik pintar.

Model perdana Aistaland sudah diperkenalkan pada 17 Maret 2026, lalu jadwal peluncuran GT7 diumumkan sekitar sepekan setelahnya. Langkah itu menunjukkan bahwa kerja sama Huawei dan GAC tidak sekadar menghadirkan mobil konsep, tetapi mulai masuk ke tahap komersial yang lebih serius.

Desain mirip Panamera, tapi dengan karakter sendiri

Daya tarik utama GT7 datang dari tampilan depan yang membuatnya sering dibandingkan dengan Porsche Panamera. Siluet depan yang rendah, lampu utama yang tajam, serta bentuk badan yang memanjang memberi kesan premium yang kuat.

Berikut sejumlah ciri eksterior utama Aistaland GT7:

  1. Desain bodi shooting brake dengan buritan memanjang
  2. Gagang pintu semi tersembunyi
  3. Fender berlekuk untuk menegaskan kesan sporty
  4. Lampu belakang horizontal
  5. Proporsi bodi besar dengan jarak sumbu roda panjang

Secara dimensi, GT7 punya panjang 5.050 mm, lebar 1.980 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 3.000 mm. Ukuran itu membuatnya 95 mm lebih panjang dari Zeekr 001, sehingga GT7 masuk ke kategori mobil listrik besar yang menonjolkan kabin lega dan tampilan eksekutif.

Teknologi Huawei jadi nilai jual utama

Selain desain, GT7 membawa paket teknologi yang cukup agresif untuk pasar mobil listrik premium. Mobil ini memakai arsitektur tegangan tinggi 800V, suspensi aktif, dan kokpit digital berbasis HarmonyOS.

Salah satu fitur paling mencolok adalah lampu depan Xpixel dari Huawei. Sistem ini bisa memproyeksikan informasi seperti peringatan keselamatan dan arahan navigasi langsung ke permukaan jalan, sehingga membantu pengemudi saat berkendara malam atau di kondisi minim visibilitas.

GT7 juga dilengkapi sensor LiDAR 896 jalur. Menurut data yang beredar, sensor ini mampu mendeteksi objek kecil setinggi 14 cm dari jarak hingga 122 meter dalam kondisi gelap, sebuah kemampuan yang penting untuk mendukung sistem bantuan pengemudian cerdas.

Telah diuji di kondisi ekstrem

Aistaland GT7 tidak hanya tampil futuristis di atas kertas. Mobil ini sudah melewati pengujian ekstrem di wilayah Turpan dan Hailar, dua lokasi yang dikenal memiliki kondisi suhu sangat berbeda.

Pengujian itu dilakukan pada rentang suhu dari -35 hingga 46 derajat Celcius. Data tersebut menunjukkan bahwa Huawei dan GAC ingin memastikan GT7 siap menghadapi iklim yang berat sekaligus menjaga kestabilan performa kendaraan listrik di berbagai situasi.

Posisi pasar dan peluang bersaing

GT7 akan bermain di segmen yang cukup kompetitif, terutama melawan Zeekr 001 dari Geely. Dengan banderol yang diperkirakan sekitar 300.000 yuan atau setara Rp 680 jutaan, GT7 mencoba menawarkan kombinasi desain premium, teknologi canggih, dan identitas merek baru yang kuat.

Di atas kertas, Aistaland GT7 punya modal yang menarik untuk konsumen Tiongkok yang mencari mobil listrik besar dengan tampilan sporty dan fitur pintar. Kehadiran dua motor listrik, baterai penuh atau BEV, serta dukungan ekosistem Huawei membuat model ini layak dipantau saat mendekati jadwal peluncurannya.

Source: kabaroto.com

Berita Terkait

Back to top button