PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik Lebaran terjadi pada akhir pekan ini dengan potensi volume sekitar 250 ribu kendaraan di Tol Trans Jawa. Kepadatan menuju area Jabodetabek sudah terlihat sejak dua hari setelah Lebaran, tetapi perusahaan menilai arus tersebut belum mencapai puncaknya.
Prediksi itu disampaikan Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, saat meninjau arus balik di Jasa Marga Toll Road Command Center, Bekasi, Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa sebaran kendaraan justru lebih merata sejak awal periode arus balik, sehingga lonjakan terbesar diperkirakan masih akan muncul pada waktu yang lebih padat.
Arus kendaraan sudah tinggi, tetapi belum mencapai puncak
Pada 24 Maret 2026, volume kendaraan di jalur menuju barat tercatat 256.338 unit. Angka itu menunjukkan tingginya pergerakan kendaraan, namun Jasa Marga menilai kondisi tersebut belum menggambarkan puncak arus balik yang sesungguhnya.
Sebelumnya, perusahaan sempat memperkirakan volume kendaraan pada akhir pekan bisa mencapai 285 ribu unit. Namun, pola pergerakan yang lebih merata membuat proyeksi itu kini disesuaikan menjadi sekitar 250 ribu kendaraan.
Data tersebut penting karena arus balik biasanya terkonsentrasi dalam periode pendek dan menekan kapasitas ruas tol utama. Dalam situasi seperti ini, sedikit perubahan waktu keberangkatan dapat berdampak besar terhadap tingkat kemacetan.
Diskon tol 30 persen diberlakukan untuk atur persebaran kendaraan
Jasa Marga juga kembali mengimbau masyarakat memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen yang berlaku pada periode arus balik 26–27 Maret 2026. Kebijakan ini tidak hanya memberi keringanan biaya, tetapi juga diarahkan untuk mengurai distribusi kendaraan agar lebih merata.
Pemberian insentif tarif diharapkan dapat mendorong pengguna jalan memilih waktu perjalanan yang berbeda dari jam-jam favorit. Dengan begitu, kepadatan di titik-titik tertentu dapat ditekan dan aliran kendaraan menjadi lebih stabil.
Berikut poin penting yang perlu diperhatikan pengendara pada arus balik kali ini:
- Diskon tarif tol 30 persen berlaku pada 26–27 Maret 2026.
- Puncak arus balik diprediksi terjadi pada akhir pekan ini.
- Volume kendaraan diperkirakan sekitar 250 ribu unit di Tol Trans Jawa.
- Kepadatan cenderung muncul pada siang hingga malam hari.
- Rekayasa lalu lintas dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.
Siang hingga malam diperkirakan paling padat
Rivan menyebut pola kepadatan arus balik umumnya terjadi pada siang hingga malam. Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak bertemu arus puncak secara bersamaan di ruas yang sama.
Pola ini sejalan dengan kebiasaan banyak pemudik yang memilih kembali setelah aktivitas silaturahmi selesai. Akibatnya, volume kendaraan sering menumpuk pada jam pulang yang mirip, terutama di koridor yang menghubungkan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek.
Pengemudi yang memiliki fleksibilitas waktu dianjurkan berangkat lebih awal atau lebih lambat dari jam favorit. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko terjebak antrean panjang di gerbang tol maupun ruas utama.
Teknologi pantau lalu lintas dipakai untuk atur rekayasa
Jasa Marga memanfaatkan teknologi pemantauan seperti traffic counting dan indikator volume to capacity ratio atau V/C ratio untuk membaca tingkat kepadatan secara real time. Data itu menjadi dasar penentuan rekayasa lalu lintas di lapangan.
Skema yang dapat diterapkan meliputi sistem satu arah atau one way serta contraflow secara dinamis sesuai kondisi arus. Pendekatan ini memungkinkan pengelola jalan tol mengatur kapasitas ruas secara lebih efisien ketika volume kendaraan meningkat tajam.
Dalam praktiknya, keputusan rekayasa lalu lintas tidak diterapkan secara kaku, melainkan bergantung pada perkembangan arus di lapangan. Karena itu, pengendara perlu mengikuti informasi resmi dari Jasa Marga dan kepolisian sebelum dan selama perjalanan.
Hal yang perlu dipantau pemudik dan pengguna tol
Agar perjalanan lebih aman dan nyaman, pengendara sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut sebelum kembali ke kota tujuan:
- Cek informasi lalu lintas resmi sebelum berangkat.
- Manfaatkan diskon tol bila jadwal perjalanan sesuai.
- Hindari jam kepadatan siang hingga malam bila memungkinkan.
- Siapkan saldo tol dan kondisi kendaraan sebelum masuk jalan tol.
- Ikuti arahan petugas bila terjadi perubahan skema one way atau contraflow.
Dengan prediksi puncak arus balik yang masih akan terjadi akhir pekan ini, kewaspadaan pengemudi menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran perjalanan. Jasa Marga menegaskan bahwa pengaturan arus akan terus disesuaikan dengan kondisi kendaraan di lapangan agar distribusi lalu lintas menuju Jabodetabek tetap terkendali.
Source: otodriver.com