Ojol Minta Subsidi BBM Dialihkan Ke Motor Listrik, Ketahanan Energi Dipertaruhkan

Asosiasi pengemudi ojek online atau ojol mendorong pemerintah mempercepat transisi ke motor listrik dengan mengalihkan sebagian subsidi BBM. Usulan itu muncul setelah Prabowo menyatakan bakal mempercepat penggunaan motor listrik, dan Garda Indonesia menilai momentum tersebut perlu segera diterjemahkan ke kebijakan yang lebih konkret bagi pengemudi daring.

Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono menyebut skema itu bisa dibuat lebih tepat sasaran jika sebagian subsidi BBM dipakai untuk membantu pembelian motor listrik khusus ojol. Ia juga meminta pemerintah menyiapkan fasilitas pembiayaan yang terjangkau agar pengemudi bisa menukar motor berbahan bakar minyak tanpa beban cicilan yang terlalu berat.

Dorongan Ojol di Tengah Kekhawatiran Pasokan BBM

Igun mengatakan usulan tersebut tidak lepas dari situasi geopolitik global yang masih tidak stabil, terutama konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Dalam pandangan Garda Indonesia, kondisi itu dapat ikut mengganggu pasokan BBM dunia dan pada akhirnya memengaruhi biaya operasional pengemudi roda dua di Indonesia.

Menurut Igun, pemerintah perlu melakukan kajian komprehensif sebelum mengalihkan sebagian subsidi BBM ke motor listrik. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan transportasi harian para pengemudi ojol yang menggantungkan penghasilan pada efisiensi biaya.

Alasan Ekonomi dan Lingkungan yang Didorong Garda

Garda Indonesia menilai ekosistem ojol sudah menjadi bagian penting dari rantai pasok UMKM dan layanan transportasi penumpang. Dengan basis pengemudi yang disebut mencapai sekitar 7 juta orang di seluruh Indonesia, organisasi itu melihat program motor listrik berpotensi memberi dampak besar jika dijalankan secara terukur.

Di sisi lain, transisi ke motor listrik juga dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan impor BBM dan menekan emisi gas rumah kaca. Igun menyebut kebijakan ini bisa memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan di sektor gig economy.

Usulan Skema yang Diminta Ojol

Garda Indonesia mengajukan beberapa poin agar kebijakan lebih mudah diterapkan dan diterima pengemudi. Daftar berikut merangkum pokok usulan yang disampaikan:

  1. Pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian motor listrik khusus ojol.
  2. Penyediaan fasilitas pembiayaan yang terjangkau untuk penukaran motor berbahan bakar minyak.
  3. Skema kredit berbunga rendah bagi pengemudi yang ingin beralih ke motor listrik.
  4. Kajian bersama antara pemerintah, platform ojol, lembaga pembiayaan, dan produsen motor listrik.

Igun menegaskan bahwa skema tersebut perlu dibuat realistis agar tidak memberatkan pengemudi. Ia juga mendorong pemerintah segera mengimplementasikan kajian yang sudah dibahas, karena banyak pengemudi masih bergantung pada motor konvensional untuk menjaga pendapatan harian.

Peluang Implementasi di Lapangan

Dari sisi lapangan, transisi ojol ke motor listrik tidak cukup hanya dengan insentif pembelian. Infrastruktur pendukung seperti lokasi pengisian daya, standar baterai, biaya perawatan, dan ketersediaan suku cadang juga akan menentukan apakah program ini bisa berjalan stabil di kota-kota besar maupun daerah penyangga.

Kerja sama lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti pada wacana. Garda Indonesia menyatakan siap terlibat dalam kajian bersama dengan kementerian terkait, platform transportasi daring, sektor pembiayaan, dan produsen motor listrik untuk mendorong realisasi program yang dinilai bisa memberi manfaat ekonomi, energi, dan lingkungan sekaligus.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnnindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button